CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
M a l a m P e r t a m a


__ADS_3

Netta cukup bangga dengan sang ayah yang menunjukkan progres yang bagus dalam pengobatan ini, dia tidak merasakan bahwa sang ayah sakit lagi.


Aarav yang mengetahui kasih sayang Netta terhadap sang ayah sangatlah besar, membuat sang pria begitu kagum dan harus mengatakan sesuatu sebagai menantu Gerald.


"Ayah Ge, selamat atas operasinya. Kau adalah pria hebat." Aarav keceplosan, dia harusnya tidak mengatakan ini.


Gerald mengkode.


Netta yang merasa tidak tahu apa-apa terlihat kebingungan.


"Ayah sudah operasi? mengapa tidak kabari aku?" tanya Netta.


"Maaf sayang, kau sedang sibuk bekerja, mana boleh ayah mengganggu pekerjaanmu, jadi ayah sembunyikan ini, ayah sudah sehat dan siap menimang cucu," ungkap ayah Ge bangga, dia tidak mengetahui masalah pelik yang ada di hadapannya, yang dia tahu hanya anaknya sudah menikah dan akan mendapatkan sesuatu yang cukup luar biasa kali ini, seorang cucu yang sangat ia idamkan kehadirannya.


Netta bertatapan dengan Aarav," Bagaimana ini?"


"Katakan ya, cucu berjumlah 3."


"Apa kau bercanda bos?"


Dua orang yang bermain mata dan mulut komat-kamit, membuat sang ayah heran.


"Malam pertama memang sangat membahagiakan, sudahlah aku tak mau mengganggu kalian lagi, kau pulanglah ke rumah barumu dan suamimu. Ayah akan tinggal bersama seorang anak buah serta pelayan yang sudah Alex siapkan untuk membantu memulihkan tenagaku."

__ADS_1


"Ayah, tetaplah bersamaku, tinggal bersamaku dan bos, ehm ... Aarav."


Netta masih canggung dalam menyebut nama suaminya dengan Aarav.


Aarav sendiri yang takut akan merasakan hal berbeda, terlihat beralasan ingin ke kamar kecil.


Ayah Ge mencegahnya.


"Aku tahu ini yang pertama kalinya bagimu, jadi kau merasa gugup, benar tidak?" Sang Gerald tidak tahu jika sang menantu merupakan pemain wanita kelas berat.


Dia cukup paham jika Alex adalah pria yang bertanggung jawab, sedangkan sang putra pasti memiliki sifat yang tidak jauh dari sang daddy.


...


Semua anggota keluarga telah masuk ke dalam mobil, termasuk Renata yang memilih untuk ikut bersama Lexis ke rumah Alex.


Dia rindu bermain kartu dengan pria tengil itu.


Sedangkan Bella bersama mempelai pengantin pergi ke sebuah resort milik keluarga Fernando yang cukup mewah.


"Aku tidak tahu apa yang Kak Aarav rasakan, tapi aku boleh menduga tidak? Kak Aarav sudah merasakan getaran cinta itu?" goda Bella sambil fokus menyetir.


Sang gadis hanya diam saat adik iparnya mulai terlihat menggodanya.

__ADS_1


Sedangkan yang mendapatkan pertanyaan, cukup santai menjawabnya meskipun sangat gugup.


"Aku baik-baik saja dan jangan menggangguku," cetus sang pria.


Bella tersenyum tipis, dia merasa sanga kakak sudah mulai jatuh cinta dnegan sang gadis udik yang selama ini dihina oleh sang kakak.


Sepanjang perjalanan menuju resort, sang adik memberikan beberapa pertanyaan yang menohok.


Terutama tentang sebuah rahasia.


"Katakan padaku, hal apa yang kalian rahasiakan saat menjadi suami istri nanti? Apa sangat penting untuk di tutupi? atau justru saling jujur untuk mendapatkan kepercayaan masing-masing pihak?"


Netta menjawab," Aku tidak punya rahasia."


Bella paham, dia tidak akan membiarkan Netta tertekan dengan apa yang baru saja ia sampaikan.


"Aku cukup bahagia dengan pernikahan kalian berdua, aku harap tidak ada rahasia. Jujur pada perasaan masing-masing merupakan hal yang pantas untuk di junjung tinggi. Oh ya, nanti malam aku tidak akan mengganggu malam pertama kalian. Aku akan pulang dan membiarkan kalian membuat keponakan untukku dengan segera," ujar sang adik perempuan dari Aarav yang sangat pandai menggoda kakak dan kakak iparnya.


Aarav sendiri merasa gundah akibat rahasia besar yang dia sembunyikan.


"Aku akan baik-baik saja," batin Aarav yang belum paham, jika sesuatu yang di simpan rapat bisa ketahuan juga pada akhirnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2