
Sesampainya di bar Richi ...
Mobil Laras telah terparkir di depan bar itu, dia meminta sang putra untuk ikut turun bersamanya karena tidak ada waktu lagi untuk kedua berkeliaran malam ini.
Alex mengizinkan Laras pergi hanya sampai jam sembilan malam, jadi dia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar sang putra juga tidak sakit hati terus menerus.
"Ayo kita masuk, cepat! daddy nanti marah lho sayang!"
"Hm."
Dengan langkah malas, sang putra menuruti apa yang di ucapkan oleh sang mommy meski langkahnya sangat malas seperti hewan kukang yang mager-nya tidak ketulungan.
...
Di dalam bar ...
Anak dan mommy itu, terlihat duduk bersama ditemani oleh seorang bartender yang ada di depannya.
"Minuman paling mahal!"
"Oke."
Sang pelayan memberikan satu botol minuman beralkohol dengan harga selangit.
__ADS_1
Laras yang tak mempermasalahkan hal ini, meminta sang putra yang jarang minum ini, untuk segera menenggak beberapa gelas saja.
"Coba, setelah merasa enak. Kau boleh curhat dengan mommy, unek-unekmu itu," pinta sang mommy.
Awalnya sang putra tidak mau, tapi sang mommy mendesak, jadilah sang putra mau dan menuruti apa yang di sampaikan oleh mommynya.
Sang mommy membuka botol itu dan menuangkan ke dalam gelas ukuran kecil, dia memberikannya kepada sang putra.
"Minumlah!"
Sang putra menuruti apa yang disampaikan oleh sang mommy.
Dua puluh menit berlalu ...
"Mommy, apa mommy tahu? seperti apa hatiku ini?"
"Memangnya seperti apa?"
"Seperti daun busuk dan akan jadi kompos. Aku sama sekali tidak memiliki daya dan upaya untuk membuat hidup ini lebih baik dari sebelumnya, hanya saja aku sangat kesal ketika Kak Aarav selalu mendapatkan apa yang dia inginkan padahal dia pemain wanita, sedangkan aku? Aku sangat baik dan sopan pada semua gadis. Bagaimana bisa Netta memilihnya mommy! jelaskan padaku, apa salahku yang sebenarnya!"
Adya meminum satu gelas kecil lagi, namun sang mommy mencegahnya.
"Jangan seperti ini, kau jangan menyesali apa yang sudah terjadi di dalam hidupmu, yang pasti adalah kau sangat beruntung menjadi orang baik, jarang ada pemuda sebaik kau. Mommy bangga padamu!"
__ADS_1
"Bangga untuk apa? aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, ini sangat menyebalkan mommy! asal mommy tahu saja. Rasanya sesak saat mengetahui bahwa hati ini akan rapuh disaat yang tepat, di depan mata kita tanpa ada hal yang mampu mencegahnya."
Adya menangis dan berteriak, dia sangat frustasi.
"Seandainya aku Netta, apa yang akan kau sampaikan pada gadis itu sayang?"
Sang putra menatap ke arah sang mommy dan berkata," Tidak ada yang bisa menggantikan Netta-ku sayang, mommy! Aku hanya ingin memintanya segera menceraikan Kak Aarav. Itu saja permintaanku tidak ada yang lain."
Adya memeluk mommynya dan perlahan tidur dalam pelukan hangat orang yang sudah melahirkannya itu.
Richi yang terlihat sangat memahami kondisi ini, hanya bisa mendukung.
"Nyonya Laras, maaf aku tidak bisa datang ke acara pernikahan Aarav."
"Ada Angela kan di sana? Tidak masalah, ini bisa sebagai perwakilan, aku juga tidak terlalu mempermasalahkan kehadiranmu atau tidak, pada intinya aku hanya ingin minuman mahal tapi gratis untuk mengobati rasa sakit hati anakku, dan juga agar bisa dapat traktir minuman super mahal dari bar mu ini, Richi."
"Iya nyonya, jangan pernah sungkan jika ingin kemari. Hm, sebaiknya bawa pulang saja Adya. Mari aku bantu, semoga dis segera move on."
"Oke, terima kasih doanya."
Richi dan Laras mencoba memapah Adya menuju mobil Laras yang terparkir di depan bar itu
*****
__ADS_1