CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Hapus Mantan


__ADS_3

Malam semakin larut dan sang suami masih tersiksa karena tidak ada pelampiasan, dia memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah ruangan kecil tempat biasa minuman beralkohol berada.


DI sana sang suami mencoba menenangkan diri, biasanya dia mampu minum banyak.


Tetapi kali ini hanya gelas saja tidaka habis.


"Aku tidak bisa seperti ini terus, aku serius pada Netta, dan aku ingin memberikan cintaku padanya. Dia pasti akan menerima jika aku jujur dan tidak bohong."


Sang suami keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju kamarnya, dia sempat mondar-mandir dan mendapatkan ide jika pura-pura mabok.


Sang pria membuka pintu dan mendapati sang istri mengenakan lingerie warna merah merona, belahan da da yang menonjol membuat ludah sang suami rasanya ingin menetes.


"Netta?" ucap sang suami yang telah terhipnotis dengan penampilan Netta.


"Aarav, ada apa?" jawab sang istri.


"Tidak apa-apa."


Sang suami perlahan menghampiri sang istri yang sudah duduk di atas ranjang.


Dia duduk didekat Netta.


"Netta, apa kau siap? Aku menunggu kau sejak pagi, sepertinya kau tidak ada niat untuk menjawab perasaanku."


"Aku hanya menikah denganmu enam bulan saja, apa kau lupa?"

__ADS_1


"Aku sudah jatuh cinta denganmu Netta, aku sudah menahan diri sejak kemarin, aku menunggu kesiapan mu."


"Apa kau jujur dengan perkataanmu?"


"Iya, aku ingin jujur bahwa aku sebenarnya memiliki rahasia yang tak bisa aku ungkapkan kepada siapapun, Aku telah memaksa seorang gadis untuk menggugurkan kandungannya demi aku menikah denganmu."


Deg!


Netta rapuh sebagai seorang gadis dan diam untuk sesaat.


"Aku tidak suka mengatakan ini, tetapi aku ingin jujur padamu."


Netta syok, dia tidak bisa berkata-kata.


"Jika kau memang mencintaiku, buktikan, kau harus mengajakku pergi ke rumah gadis itu dan kau mintalah maaf, beri dia jaminan kehidupan. Putuskan semua kekasihmu, apa kau sanggup?"


Netta melakukan step by step apa yang adik iparnya katakan, semuanya berhasil dan Netta mendapati sesuatu yang sangat mencengangkan.


"Aku sangat tega Aarav, sebagai hukumannya, kau tidak boleh menyentuhku selama ada di sini, setelah itu, kita menemui gadis itu."


"Tapi sayang? aku kan sudah berubah!"


"Berubah hanya di bibir saja, mana ada?"


"Kau tidur di luar tamu."

__ADS_1


Sang gadis seperti cemburu, padahal dia merasa senang.


"Baiklah, ayo sekarang saja temui gadis itu dan aku akan memutus semua gadisku di depan matamu."


"Oke, aku akan menjadi saksi ucapanmu."


Sang istri bersiap-siap, begitu juga suaminya.


Keduanya akan pergi ke rumah gadis yang sudah sakit hati dengan Aarav.


..


Beberapa menit berlalu ..


"Kita naik apa perginya?"


"Mobil, aku sudah meminta pemilik resor untuk memesan sebuah mobil. Ayo kita berangkat."


"Ya." Sang suami berjalan terlebih dahulu, sang istri mengirim pesan kepada sang adik ipar.


"Caramu telah aku eksekusi nona bos, dia mau menuruti apa yang aku inginkan, aku sedang mengikuti permainannya."


"Bagus! Lanjutkan sampai dia mau memutuskan gadis-gadisnya."


"Oke, aku sedang on the way melakukannya."

__ADS_1


"Bagus, haha ... Aku sudah menduga jika kakakku mau berusaha karena sangat rugi jika gadis sepertimu tidak diperjuangkan."


*****


__ADS_2