
Sang gadis sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Aarav, dia tak menyangka sang pria yang menyebalkan itu tiba-tiba melamarnya.
Dan lebih mengejutkannya lagi, sang pria lalu bersimpuh di depan sang gadis.
Merasa tidak pantas diperlakukan istimewa, sang gadis langsung menyingkir.
"Tuan bos, apa yang kau lakukan?" tanya sang gadis yang berdiri menjauh dari sang bos yang masih saja bersimpuh.
"Memintamu menikah, Hm ... aku tahu jika aku menyebalkan, tapi nyatanya aku sangat mencintaimu," jawab sang pria yang terlihat sangat serius dengan ucapannya.
Dia tak akan menunjukkan hal lain, dia hanya ingin serius, meskipun itu hanya pura-pura belaka agar Netta mau menikah dengannya.
Sang pria yang tak mau kalah dengan Adya, selalu ingin yang terdepan.
Ini adalah idenya yang tak biasa dan membuatnya benar-benar menjadi pria yang tak memiliki belas kasihan.
"Aku memiliki insting yang bagus, kok sama sekali tidak mencintaiku! Aku mau membantumu tetapi jangan seperti ini, aku sudah tahu diri atas apa yang ada dalam keadaanmu seperti ini. Aku memang orang tidak mampu tetapi kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini!"
Netta, tetap dalam pendiriannya yang sangat logis karena dia hanya ingin membantu menjadi seorang gadis yang menikahi seorang pria dalam waktu 6 bulan saja.
Ini sudah menjadi kesepakatan di awal dan tidak bisa diganggu gugat daripada dia melihat kakak beradik menjadi musuh.
"Jadi, kau mau menikah denganku?"
Aarav bangkit dari posisinya bersimpuh lalu mendekat ke arah Netta.
Netta yang tidak mau menatap pria itu berdiri membelakangi sang pria, Aarav tanpa rasa malu memeluk tubuh sang gadis dari belakang.
"Tuan! tolong jangan seperti ini!" Sang gadis mencoba lepas dari pelukan sang pria tetapi tidak bisa.
Sang pria yang memiliki tingkat kuat untuk mengalahkan sang adik tetap memeluknya hingga membuat sang gadis benar-benar merasa malu sendiri.
"Bisa kau diam sejenak? aku belum pernah merasakan kehangatan seperti ini, biarkan aku memelukmu!"
"Maaf tuan, kita memiliki batasan dalam melakukan hubungan ini, aku akan berteriak atau menendang dirimu ketika kau melakukan sesuatu yang sangat tidak sopan!"
"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan, pada intinya kau harus patuh kepadaku!"
Bug!
Sang gadis berusaha lepas, dia menendang anu si pria.
Sang pria yang tak bisa menahan rasa ngilu, terjatuh juga.
__ADS_1
"Kau yang memaksaku untuk melakukannya!" cetus sang gadis yang berlari dan masuk ke dalam kamar.
Dia ungu di kamar dengan sangat rapat agar sang pria tidak mengejarnya.
Aarav masih merasa kesakitan sehingga dia memilih untuk duduk di sofa.
"Astaga, rasanya ngilu sekali!"
Sang pria sepertinya tidak ingin melakukan hal itu lagi karena tendangan gadis sangat membuatnya tidak bisa menahan rasa sakit itu.
"Paman Ge, Apa kau mengajari anakmu beladiri? astaga dia sangat luar biasa dalam menendang anu-ku!"
Sang Aarav, tiba-tiba menelpon Laras, dia minta izin untuk tidur di apartemen.
"Mommy, aku tidur di apartemen ya?" ucap sang putra di sambungan telepon.
"Tumben?!" Sang mommy heran, dari suaranya terdengar aneh.
"Sekali-kali lah, aku baru saja mendapatkan tendangan maut Netta, aku tak bisa kemana-mana, anuku sakit!"
"Haha, apa yang kau lakukan? pasti ku genit ya? rasakan itu!"
Sang mommy justru lebih bahagia saat sang putra menderita akibat kesalahannya sendiri.
"Astaga Mommy, kau sangat jahat padaku!"
"Mommy, kena lebih mencintai gadis itu, dia yang sangat polos dan tak mengerti apapun merupakan sesuatu yang aneh, Meskipun aku mulai menyukai orang yang aneh seperti itu!"
"Haha, kau sendiri mengakuinya bahwa menyukai seorang gadis aneh, jadi tidak perlu membuat dirimu kesusahan, kau hanya pria menyebalkan yang banyak bicara!"
"Mommy!"
"Haha, tetaplah di sana dan mommy akan menjemputmu, aku tidak rela kau memperlakukan calon menantuku dengan buruk. Dulu, Ge sangat baik padaku saat kami masih berhubungan. Awas saja jika kau berniat merusak anaknya Ge!"
"Cie, ternyata mommy masih mencintai paman Ge?"
"Hush, Jangan mengatakan hal yang sembarangan karena apa yang kau katakan pasti membuatmu menjadi hidup susah. Daddy, akan kesal dan memarahimu nanti! Jangan membuat masalah, aku dan daddymu sudah sepakat mengenai hal ini dan tidak akan mengungkit tentang masa lalu! Livy, ibunya Netta, wajahnya sangat mirip Netta, aku juga tidak mempermasalahkannya!"
"Oh jika seperti itu, okelah! aku juga tidak mempermasalahkan jika Adya, ingin menjadikan Netta kekasihnya juga! aku akan memintanya untuk menjauhi calon istriku, Meskipun aku tidak mempermasalahkan kedekatan itu, hanya saja aku tak suka Adya terlalu mencampuri urusanku dengan calon istriku!"
Sang Aarav, mulai mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, dia sebenarnya tidak terlalu menyetujui jika adiknya selalu membuntuti kemanapun calon istrinya pergi.
Dia mengatakan secara terbuka kepada mommynya.
__ADS_1
"Hm, Adya pernah mengatakan kepadaku bahwa dia hanya ingin menjaga Gadis itu sebagai kakak iparnya, aku lebih percaya adikmu daripada dirimu yang selalu berbohong itu! sudahlah, jangan terlalu banyak bicara. Aku akan segera menjemputmu jika kau tidak bisa pulang ke rumah!"
"Ya, terima kasih atas perhatian mommy yang sangat luar biasa ini!"
"Ya, sama-sama."
Saat Aarav sedang merasakan sakit yang teramat di area bawah sana, sang gadis yang ada di dalam kamar kemudian menelpon Adya.
"Tuan bos, kau ada di mana?"
"Aku ada di dekatmu, Apa kau mendapatkan kesulitan?"
Netta merasa gelisah ketika ingin menceritakan apa yang ada di dalam hatimu, serta apa yang terjadi sebenarnya di dalam ruangan itu.
"Ehm, tuan bos bisa mencarikan informasi mengenai ayahku? aku merindukannya."
Pada akhirnya, Netta hanya bisa mengatakan hal lain agar tidak terjadi salah paham antara kakak beradik itu.
"Oh, hanya itu saja?"
"Iya, aku minta tolong kepadamu ya?"
"Oke, Netta, Kenapa suaramu bergetar?"
"Aku hanya sedang tidak enak badan saja."
"Apa perlu aku membeli obat untukmu?"
"Tidak perlu, aku hanya perlu tidur dan sembuh."
"Oke, juga itu yang kau inginkan aku tidak mempermasalahkannya, telepon aku jika kau membutuhkan bantuanku! tidak perlu sungkan ya?"
"Maaf tuan bos, aku selalu merepotkanmu selama ini, entah bagaimana caranya aku berterima kasih!"
"Tinggalkan Kak Aarav, kau bisa kan hanya melihatku saja?"
Netta semakin pucat, ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sang bos.
Dia diam beberapa menit.
"Netta? Apa kau masih ada di sana?"
"Maaf, aku tidak bisa melakukannya karena aku ... sudahlah, lebih baik kau jaga kesehatanmu saja, aku juga akan menjaga kesehatanku. Ucapan terima kasih untukmu atas segala bantuannya, selamat sore menjelang malam."
__ADS_1
Netta langsung menutup panggilan itu karena tidak mau berbicara panjang lebar mengenai apa yang dia rasakan saat ini, nanti apa yang dia pikirkan akan menjadi nyata yaitu pertengkaran antara kakak dan adik.
*****