
Aarav memilih untuk segera pergi dari hadapan sang isteri.
Dia sangat jangkung ketika menatap istrinya yang sangat cantik itu, apalagi rambut yang tergerai basah dan cukup mengundang sesuatu yang akan berdiri di bawah sana.
"Aku ingin berlatih dulu, kau naiklah ke lantai 2 karena aku tidak akan mengganggu dirimu lagi."
Sang suami kembali ke ruangan tepatnya berlatih sedangkan sang istri perlahan naik ke atas lantai 2 untuk menikmati bintang-bintang di malam ini.
"Aku merasa sangat beruntung karena mendapatkan keluarga yang sangat baik tetapi buruknya nasib ketika mendapatkan suami yang memiliki perasaan suka kepada semua wanita, terutama wanita yang cantik dan sek si.
"Huft, seharusnya aku bagaimana? meratapi atau menjalani?"
Sang gadis duduk diantara dua kursi yang sudah tersedia, ada meja serta beberapa cemilan.
"Keluarga tuan Fernando sangatlah baik kepadaku tetapi, aku sama sekali tidak memiliki enggak usah terima kasih jika masih seperti ini. Harusnya, aku lebih pandai bersikap."
Sang gadis, meletakkan kepalanya di atas meja itu, ia menangis.
__ADS_1
Rasanya tak kuasa menatap bintang yang biasa ia jadikan teman.
Ada Adya yang selalu ia ingat karena telah menyakiti hati pria itu.
"Bos Adya, maafkan aku telah menyakiti hatimu. Aku tidak bermaksud ataupun berniat jahat karena selama ini aku mengira kau tidak memiliki perasaan terhadapku, jika tahu kau memiliki perasaan. Aku akan menjauhi ibu dan tidak akan pernah merespon apapun yang kau lakukan kepadaku, maafkan aku karena telah membuatmu sakit!"
Sang gadis, semalaman merasakan kesedihan yang sangat mendalam meskipun hari ini adalah malam pertamanya bersama sang suami, jika pasangan pengantin lain sangat menginginkan malam yang indah ini, berbeda dengan Netta.
Sang gadis hanya menangis dan menangis saja.
Dia sampai sesak dadanya karena harus menjalani kehidupan yang sama sekali tidak ia inginkan.
Sedangkan Aarav, teringat akan wajah cantik sang istri, serta kulit lembutnya yang sangat indah.
Dia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan pengalaman yang cukup ekstrim.
Bagaimana bisa dia mencintai gadis udik? yang selama ini ia hina dan selalu mendapatkan pandangan buruk darinya.
__ADS_1
Apakah ini karma?
"Siaalan! mengapa aku hanya mengingat wajahnya saja, Huft! olahraga hari ini menurutku sangat melelahkan, banyak waktu yang terbuang karena mengingat wajah cantiknya! ha? siapa yang cantik Aarav? aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika sampai mencintainya! di mana mukaku setelah ini? menghindari perjodohan serta memberikan pelajaran kepada adikku yang selalu menyukai apa yang aku inginkan!"
Aarav begitu kesal, dia mencoba menghapus semua ingatan Itu tapi bayang-bayang sang istri masih saja berada di dalam ingatan.
Cintanya yang hanya untuk beberapa gadis, Mungkin saja bisa tertuju kepada satu titik.
Perasaan ini sangatlah penting, dia tidak bisa menjadi diri sendiri ketika mendapati prinsipnya terbalik 360 derajat.
"Hm, bukannya aku ingin melihat wajahnya tetapi, Aku hanya ingin tahu apa yang dia lakukan di lantai dua, daripada penasaran lebih baik aku ke sana!"
Aarav, terlihat mengenakan baju ketat yang sangat cocok di tubuhnya, dia terlihat sangat macho dan penuh kharisma.
Tak lupa handuk kecil warna putih melingkar di lehernya.
Dia membuka pintu ruangan itu dan berjalan menuju lantai 2 untuk menemui sang istri.
__ADS_1
"Semoga Netta tidak berpikir macam-macam mengenai hal ini."
*****