CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Entahlah, tapi akan ku coba!


__ADS_3

day tidak memahami apa yang ada di dalam hatinya karena selama ini merasakan perasaan yang cukup kompleks saat bersama seorang gadis bernama Netta, pada akhirnya dia tak bisa mengalahkan rasa ego itu, tapi harus berusaha sekeras mungkin menjadi pribadi yang kuat saat mendapatkan kenyataan bahwa dirinya harus menjadi pihak yang mengalah.


Netta memandang wajah Adya," Aku tak suka bos bersedih, tolong terima saja. Kau sangat baik kepadaku, mana bisa aku membuatmu meneteskan ari mata?"


"Siapa yang meneteskan air mata? Aku sama sekali tidak cengeng seperti yang kau katakan tadi, yang aku sayangkan adalah, mengapa kau tak mau melihat kejelekan kakakku? Carilah pria lain Netta!" ucap Adya yang merasa bahwa gadis sebaik Netta tidak pantas mendapatkan perlakuan yang buruk seperti ini. Dia akan memastikan jika sang gadis benar-benar sudah memahami sifat sanga calon suami yang terkenal sangat arogan dan tidak aturan.


Netta, terlihat mengambil ponsel miliknya dan menelpon Aarav.


"Bos, siapkan acara pernikahan hari ini, aku siap!"


Duar!!!


Hati Adya sangat terluka dengan ini, dia tidak pernah menyangka jika seorang Netta bisa nekat seperti itu.


"Oh, jadi kau sudah siap? Oke, aku akan meminta bibi Jenie mempercepat pernikahan antara kau dan aku."


Terdengar suara sombong dari Aarav.


Adya semakin kesal, tapi nyatanya dia hanya bisa diam.


"Baik Netta, aku terima. Aku akan membantumu menyiapkan acara pernikahan sekarang juga," ucap Adya yang tak mau dianggap pecundang.


Aarav yang mendengar kata-kata Adya, lalu menyahut.


"Wah ada adikku tercinta rupanya," cetus sang kakak di panggilan telepon.


Adya memberikan kode kepada sang gadis agar ponsel yang ada di telinganya, diberikan pada Adya, dia ingin berbicara dengan sang kakak.


Netta awalnya tidak mau, tetapi Adya menjamin tidak akan ada apa-apa, dan semuanya akan terkendali.


Kini ponsel milik Netta, berada di dalam genggaman Adya.


"Kakak, aku harap kau tidak memperlakukan Netta sesuai dengan keinginanmu," ucap Adya.


"Haha, dia adalah calon istriku, apa hakmu! lebih baik siapkan mental untuk mendapatkan sesuatu yang tidak akan kau bayangkan sebelumnya."

__ADS_1


Aarav, selalu mementingkan dirinya yang tidak pernah bisa lepas dari keegoisan yang nyata.


Dia yang selama ini selalu mendapatkan apa yang dia inginkan tidak mau mengalah terhadap adiknya yang lebih memiliki sifat yang dewasa.


Aarav, selalu memiliki banyak cara untuk mendapatkan sesuatu yang sangat diinginkan oleh saudaranya, yaitu Adya.


Ini bukan kali pertama keduanya berselisih paham mengenai pasangan, dia dan sang anak, sudah sering melakukan hal ini beberapa waktu yang lalu.


Pemenangnya, selalu bisa ditebak yaitu Sang kakak yang tidak akan pernah mau menjadikan dirinya orang yang lebih rendah dari yang lainnya.


"Kak, aku sudah merelakan segalanya dan kau masih menginginkan gadis yang aku sukai? baiklah aku akan mengikhlaskannya tetapi kau harus ingat! jika kau sudah memiliki cinta untuk istrimu, kelak kau akan menyesal karena saat itu pasti ini tak akan menyadari jika kau hanya memberikan kepalsuan kepada hubungan ini!"


Kata-kata Adya, sangatlah relevan dengan apa yang terjadi tetapi sang kakak, tidak terlalu memikirkan bahkan tidak mengambil pusing apa yang dikatakan oleh sang adik, pada intinya dia mendapatkan kemenangan dan berhasil menikahi gadis yang diinginkan oleh sang adik.


"Aku tidak terlalu mendengarkan apa yang kau katakan karena, Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kau katakan tadi! Hari ini aku sangat sibuk dan jangan pernah menggangguku lagi, oh ya ... segera menikah juga karena kau tidak bisa sendiri kan? haha ... kasihan sekali selalu mengalah!"


Drrt ... Drrt ... Drrt ...


Panggilan telepon itu berakhir, Adya mencoba meredam amarahnya dengan tetap diam lalu memberikan ponsel gadis itu dengan gentle.


"Iya, aku akan ke apartemen, nanti bos Aarav akan membicarakan pernikahanku dengannya!"


Netta memang harus tega agar semuanya bisa selesai dengan mudah.


Netta mengajak Adya untuk segera pergi dari Cafe itu karena tidak mau menunda acara pernikahan yang akan segera diselenggarakan hari ini.


"Net, keputusanmu sudah bulat?"


"Ya."


"Oke, biarkan aku saja nanti yang menyetir."


Netta berjalan di belakang Adya, setelah sampai di depan mobil miliknya, Adya meminta sang adik untuk duduk di jok belakang karena dirinya yang akan menyetir.


Awalnya, Bella tidak mau karena dia mengerti perasaan kakaknya saat ini, kalau tidak ugal-ugalan dalam menyetir pasti sang kakak akan membuat ulah.

__ADS_1


Namun, sang kakak bisa menjamin bahwa dirinya bukan orang yang urakan seperti itu.


Pada akhirnya, Bella turun dari mobil itu dan berjalan dan berpindah duduk di jok belakang.


Setelah, siap untuk tancap gas, Adya segera menghidupkan mesin mobil, kijang besi miliknya perlahan meninggalkan kafe itu dan berjalan stabil tanpa adanya niat untuk ngebut.


Di dalam mobil, tiga orang itu tidak banyak bicara, semuanya memandang ke arah yang berbeda, Bella sendiri menyadari bahwa pasti ada sesuatu yang sudah terjadi di antara calon kakak ipar dan kakak kandungnya.


Adya, mencoba untuk bersikap biasa saja, kemudian sang kakak menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Bella, kakakmu akan mendapatkan istri yang baik!" ucap Adya.


"Ha? memangnya siapa yang akan menikah?" tanya Bella yang merasa aneh dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya.


"Kak Aarav, siapa lagi, kau harusnya merasa bahagia karena kakakmu mendapatkan Netta."


Mendengar apa yang disampaikan oleh kakaknya, sang adik menoleh ke arah gadis yang memiliki nasib yang tidak terlalu beruntung itu.


"Benarkah Netta?" tanya Bella.


"Iya nona bos, kami akan menikah hari ini juga dan tidak akan menunda lagi," jawab Netta tegas.


"Ini merupakan keputusan yang berat bagimu tetapi aku mendukung, kau katakan saja apa keluhanmu ketika menjadi istri kakakku nanti. Aku akan ikut menghukum Kakak jika terlalu banyak bicara dan mempermainkan perasaanmu."


Bella menjamin keselamatan serta kedamaian akan selalu berada di sisi sang calon bapak ipar karena dia tidak mau Netta menderita ketika bersama kakaknya yang sangat menyebalkan itu.


Netta sebagai seorang gadis yang akan menjadi calon mempelai wanita, hanya bisa menangis di dalam hatinya karena dia sama sekali tidak mengetahui seharusnya bersikap bagaimana, dia tidak ada teman bicara karena akan memperkeruh suasana jika tidak menikah sesegera mungkin.


Dia tidak mungkin memberitahukan rahasia ini kepada Adya jika hanya menikah kontrak selama 6 bulan saja bersama sang kakak.


Netta ingin menjaga hubungan baik antara dua bersaudara.


Kini Netta justru merasa pusing dan tidak memiliki sesuatu yang harus dipertahankan lagi selain berkorban karena dia sudah mendapatkan kebaikan dari keluarga Fernando.


*****

__ADS_1


__ADS_2