
Di saat semua orang bahagia dengan pernikahan Aarav-Netta, Adya mencoba menghibur dirinya sendiri.
Dia terduduk di kursi besi yang ada di depan gedung itu.
"Aku seharusnya tak seperti ini, aku harus bisa lebih kuat dari sebelumnya, mana bisa kakak mematahkan semangatku? aku bisa menjadi apapun, aku bisa melupakan Netta! tapi dia gadis baik Tuhan! mana bisa menikah dan tidur bersama pria hidung kuning itu!"
Sang adik, masih tak rela kala mengingat sang kakak yang selalu menang banyak dan tidak mau mengalah.
Netta menjadi korbannya, dia tak rela.
"Adya?" panggil seorang yang sangat familiar.
Adya menoleh," Mommy?"
"Nak, mommy ingin kau berlibur ke negera X, tempat Daddy dan mommy bulan madu, di sana sangat tenang."
Sang mommy terlihat duduk disebelah sang putra.
"Mom, aku tidak sakit hati karena aku sangat mencintai Netta, hanya saja Kak Aarav itu genit, aku tak rela dia bersama orang sebaik Netta," ucap sang putra yang menundukkan kepalanya.
"Kita tidak tahu perubahan sikap seseorang, kami akan menjamin Netta baik-baik saja, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan masa depannya. Soalnya, Netta adalah seorang gadis yang mampu membuat Aarav menjadi lebih baik. Dia kan membawa Aarav menuju pertobatan yang sesungguhnya. Itu yang mommy rasakan selama ini, tolong kau memahami tujuan mommy."
Sang mommy memeluk erat tubuh sang putra, dia menenangkan kegundahan putranya.
"Hiks, aku tidak rela mommy!"
Sang putra begitu sedih dan tidak bisa menerima kenyataan ini dengan ikhlas, Adya terluka cukup dalam.
__ADS_1
"Mommy akan pergi ke luar kota bersama daddy, jika kau ingin ikut, ikut saja. Biarkan Netta-Aarav, Bella yang menjaganya. Di sini juga ada kakak dan adikmu," ungkap sang mommy.
"Tapi tetap saja rasanya sungguh sakit tak terkira."
Adya belum move secepat itu, mulut boleh bilang menerima dan ikhlas, akan tetapi kenyataanya sangat jauh dari apa yang nampak.
Adya hancur se hancur-hancurnya.
"Kita pergi dari sini, mommy akan menemanimu ke bar paman Richi, apa kau mau minum alkohol?'
"Boleh jika mommy mengizinkan."
Sang mommy memapah tubuh putranya yang meski kekar, sangat rapuh.
Keduanya terlihat menuju mobil sang mommy.
"Hm."
Sang mommy membiarkan putranya menghayati ketidakberdayaan itu, agar esok hari segera sembuh.
...
Sang mommy yang duduk di kursi kemudi, terlihat tancap gas untuk menuju bar milik Richi.
"Adya, kau lihatlah jalan, di sana ada banyak pemandangan."
"Malas mommy."
__ADS_1
"Astaga putraku, kau ini sama persis dengan daddymu kalau patah hati malasnya tidak ketulungan."
"Memangnya mommy pernah selingkuh?"
"Astaga, apa lagi ini?"
"Mommy sok merasakan apa yang aku rasa, jadi apa yang daddy tahu dengan rasa sakit hati yang aku rasakan?"
"Ge pernah menelponku, dia tidak tahu jika aku sudah ada Alex, jadi Alex kesal. Dia malas melakukan apapun."
Sang putra menatap wajah sang mommy yang fokus menyetir," Apa daddy berpaling dari mommy?"
"Tidak, dia tetap mencintai mommy apa adanya, aku dan Ge sudah putus dan dia salah paham Ini beda kasus ya? Jangan sama ratakan dengan perasaan galau mu itu!"
"Hm, mommy juga pernah cemburu dengan daddy?'
"Tentu saja, Netta memiliki wajah cantik seperti Livy Gracia. Livy bahkan sampai tidak waras mencintai Alex, duh mommy dongkol sekali waktu itu sayang. Daddy masih saja peduli dengan Livy, padahal Livy sangat mencintai dan begitu mencintai daddymu yang memang perkasa, hahaha! Jadi pengen punya bayi lagi aku," ucap sang mommy yang entah mengapa merasa muda selalu meskipun sudah mulai kepala lima.
"Hush! bahaya mommy, jangan sampai mommy memiliki anak lagi, kalau kembar bagaimana? Susah nanti ngurusnya mom!"
Adya melotot ke arah sang mommy yang terkekeh," Hehe, tidak. Mommy hanya bercanda. Oke sayang, Netta adalah jelmaan Livy dan aku tidak cemburu. Kau jangan beranggapan jika aku benci dengan Netta karena dia anak Livy, lalu aku menjodohkan dia dengan anak bandel itu. Kau paham 'kan?"
"Tidak paham!"
Adya masih merasa kesal sepertinya, dia memalingkan mukanya dan membiarkan sang mommy terus mengomel.
*****
__ADS_1