CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Tamparan pertobatan


__ADS_3

Sang pria, membawa sang istri menuju tempat dimana gadis yang dimaksud berada.


Dari resort itu, jaraknya cukup jauh.


Namun, demi perubahan, sang suami mau melakukannya.


"Aku tidak semata ingin tidur denganmu melakukan semua ini, karena aku merasa bahwa berubah menjadi lebih baik memang harus aku lakukan karena aku merasa bersalah dengan Adya, semula aku hanya ingin dia sakit hati karena aku tidak suka kau bersama dia kemana-kemana. Namun, saat aku bersamamu, meski baru beberapa jam saja, perasaan nyaman sudah terasa sangat dalam. Sejak pertama kali aku bertemu dan menatapmu, rasanya sangat aneh karena selama ini aku tidak merasakan apapun ketika bertemu seorang gadis selain ingin tidur dengannya saja."


Sang suami terlalu banyak bicara, sehingga membuat sang gadis kesal.


"Aku tidak ingin mendengarnya lagi."


Sang gadis terlihat menguji kesabaran sang bos.


"Oke."


Sang suami meneruskan perjalanan menuju seorang gadis yang sudah ia sakiti hatinya.


..


Beberapa jam kemudian, dia dan sang istri sampai di rumah sang mantan.


Sang mantan yang masih sakit hati, tak mau memberikan maaf ketika Aarav bersimpuh di depannya.


Bahkan Aarav memberikan kesempatan sang mantan untuk memu kul bahkan me nam par jika itu mampu membuat sang mantan mau memaafkannya.

__ADS_1


Sang mantan me mu kul Aarav dengan tongkat bisbol, saking kesalnya, dia mengumpat sampai meneteskan air mata.


Sang mantan berhasil membuat Aarav babak belur, tapi sang pria hanya diam karena dia memang bersalah.


"Aku sudah cukup menyiksanya tetapi belum separuhnya rasa sakitku terobati, aku hanya ingin pria ini bertobat dan tidak melakukan perbuatan buruk lagi. Apakah kau bisa melakukannya?"


"Bisa," jawab sang pria dengan suara yang lirih.


"Apakah kau sudah memaafkannya?" tanya Netta.


"Belum, tapi aku akan mencoba, kau bisa datang lagi kemari setelah pria ke pa rat ini benar-benar mendapatkan hukuman yang setimpal. Aku ingin dia masuk ke dalam penjara."


"Oke, aku akan menjebloskan suamiku di dalam penjara."


"Apa? Aku harus masuk penjara?"


"Iya. Kau tidak perlu meminta maaf kepada para mantanmu karena kesalahan terbesarmu adalah membunuh janin yang tidak berdosa. Aku akan meminta nona bos datang kemari bersama kakek Hans."


"Kau sudah bekerjasama dengan mereka?"


"Iya."


Netta dengan santai pergi dari tempat itu tanpa menolong sang suami yang terkapar tak berdaya.


Netta sebenarnya tidak tega jika meninggalkan sang suami di sana, hanya saja nona bos memintanya untuk mengeluarkan unek-unek dan mantan yang tidak terima, ingin Aarav masuk penjara karena pria itu pantas mendapatkannya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian ..


Mobil nona bos dan kakek Hans datang dan beberapa anggota kepolisian sudah datang.


Mereka tidak bisa menahan Aarav, harus mendapatkan bukti yang valid dulu.


Sang cucu mendapatkan hukuman satu minggu percobaan masa tahanan, setelah bukti terkumpul, semuanya akan naik ke pengadilan dan biar hakim yang memutuskan.


Aarav kini berada di mobil polisi sang kakek, sedangkan Netta dan Bella berada dalam satu mobil.


"Kau hebat Netta, bersabarlah! Jika suamimu benar-benar bertobat dan menyesali perbuatannya, semoga dia segera mendapatkan jalannya."


"Iya, aku berharap dia berubah dan tidak membuat kebohongan lagi."


"Semoga saja."


Netta pulang bersama Bella dengan sang adik ipar menunjukkan pesan dari Adya.


"Kak Adya berpesan padaku agar dirimu menjaga kesehatan dan jangan bersedih."


"Iya, aku juga ingin bos Adya mendapatkan pasangan yang ssangat mencintainya dan tidak pernah meninggalkannya di situasi apapun."


"Ya, baiklah.


*****

__ADS_1


__ADS_2