CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
#Bonchap


__ADS_3

Netta merasa aneh dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba saja memimpikan hal yang tidak seperti biasanya.


Dia segera bangun dari posisi jatuhnya, cinta segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian, sang gadis berdandan dan meraih ponsel yang ada di meja riasnya.


Saat baru saja keluar dari kamar, Bella sudah menarik lengannya dan membawanya pergi dari rumah itu.


Bella mengatakan ingin membawa sang kakak ipar menuju sebuah pertemuan bersama keluarga besar, hal mendadak yang baru saja di ketahui oleh Netta.


Netta sebenarnya ingin pergi ke rumah ayahnya, dia ingin menjalani apa yang ada di dalam mimpi, tapi nyatanya, ada kejutan lain.


"Aku ingin membawamu ke gedung tempat Kak Adya bertunangan."


"Ha? dengan siapa?"


"Adik dari gadis yang sudah Kak Aarav hancurkan masa depannya. Adiknya itu sangatlah cantik bernama Jean."


"Wah, bos Adya telah menemukan kebahagiaan."


"Iya, kurang aku."

__ADS_1


"Hey, kau dan Kak Aarav memangnya kurang bahagia?"


"Sangat bahagia, hanya saja aku merasa aneh, aku bermimpi anu dengan Aarav."


"Haha kau terlalu berlebihan."


Sang adik siang juga dengan kakak banyak karena belum pernah disentuh oleh Aarav, dia melakukan konspirasi dengan sang kakek.


"Aku akan mengajakmu ke pesta pertunangan Kak Aarav, tetapi aku harus menelpon kakek dulu."


"Untuk apa?"


"Aku meminta jatah libur 2 hari untuk Kak Aarav, biar dia bisa menabur benih!"


"Haha, Aku tidak membutuhkan hal itu karena sangat melanggar hukum. Lebih baik kita segera menemui kakakmu."


"Oke. Kau bersiap-siaplah karena aku juga akan bersiap-siap, setelah kau dandan, Ayo kita ke kantor polisi saja!"


"Ha? apa kita akan menemui Aarav?"


"Iya, Aku ingin bernegosiasi dengan kakek, aku juga sudah izin kepada Daddy dan mommy, dalam acara hari ini karena ingin membahagiakan kakak iparku."

__ADS_1


"Ish, kau bisa saja Nona Bos!"


"Aku akan menyiapkan kamar terbaik di sebuah hotel yang mewah, kalian bisa bermalam di sana!"


"Hah, banyak sekali rencanamu tetapi aku tidak bisa segera melakukannya karena masih gugup!"


Sang gadis yang baru saja bermimpi bermalam dengan sang suami begitu syok karena di dalam mimpinya, Aarav benar-benar ganas dan membuatnya kewalahan, dia takut semuanya menjadi nyata.


Sang adik ipar tertawa mendengar ini karena sudah tahu kelakuan Sang Kakak memang seperti itu, seorang pemain wanita pasti banyak pengalaman dan tidak akan pernah membuat hubungan berjalan seperti biasa saja pasti akan ada banyak kejutan.


Bella pamit akan mandi dulu, Dia segera menuju kamarnya.


Sang kakak ipar, terlihat galau dengan apa yang dikatakan oleh saat sang adik ipar ketika ingin mempertemukannya dengan sang suami.


"Aku takut badanku remuk karena digempur oleh suamiku, baru saja bermimpi sudah lelah sekali apalagi kenyataan yang sebenarnya? aku harus menolak atau menerima?"


Sang gadis merasakan keharuan yang sangat dalam karena dia sangat merindukan sang suami tetapi tidak mau mendapatkan penyiksaan yang cukup dalam karena penggempuran, dia harus realistis sebenarnya.


Namun, setelah beberapa menit berpikir dia memutuskan untuk bertemu sang suami karena dia rindu.


"Tak apalah, dia adalah orang yang sangat aku rindukan kehadirannya, ketika ada kesempatan untuk bertemu, tak apalah! digempur juga tidak apa-apa!"

__ADS_1


Sang istri pipinya memerah ketika membayangkan sang suami bermain di atas tubuhnya.


****


__ADS_2