CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Adya tetap berusaha


__ADS_3

Putra Alex menutup panggilan telepon itu dan berjalan lurus menuju pantai sendirian, dia malas melihat sesuatu hal yang membuatnya tak berselera untuk jalan-jalan di sekitar pantai.


Dia lebih memilih untuk bersenang-senang dengan caranya.


Sedangkan Adya dan Netta, terlibat perbincangan.


"Tuan bos, aku tidak benar-benar pingsan, maaf ya aku bohong," ucap sang gadis polos dan lugu itu.


"Oh, untuk apa kau melakukannya? kau kesal padaku jadi melakukan hal ini?" tanya Adya merasa berkontribusi membuat Netta tidak nyaman.


Dia membantu Netta bangkit dari posisi awalnya.


Saat mereka berdua berdiri, lalu Adya menatap wajah Netta.


"Kau sangat cantik Netta, bagaimana bisa kau menikahi kakakku, kau harus memikirkannya lagi, apalagi ada aku di sini. Aku sudah terang-terangan mengatakannya, aku juga terus berjuang untukmu. Ada apa? kakakku mengancam dirimu?" tanya Adya dengan raut wajah yang sangat cemas.


Dia takut jika seseorang seperti Netta, mendapatkan kekasih semacam Aarav, si Bastard.


Apalagi bukan kekasih lagi, tapi calon suami.


Adya akan mengajukan protes pada Daddy dan mommy sebelum semuanya terjadi.


"Netta, kau tunggu sebentar, aku ingin menelpon mommy," pinta Adya.


"Oke."


Netta hanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Adya.


Dia benar-benar menunggu sang bos Adya menghubungi Laras.


"Mommy? bisakah kita bicara sebentar?" tanya Adya di sambungan telepon.


"Iya, ada apa anak mommy? apa kau bersenang-senang disana?" sahut sang mommy.


"Tidak, aku cukup kesal dengan kakak. Aku ingin mommy menghentikan pernikahan Kak Aarav dengan Netta!" cetus Adya.


"Astaga, ada apa ini sayang? kau dan kakakmu berebut Netta? tidak benar sayang, kau harus menerima pernikahan ini, Netta adalah orang yang cocok untuk mengubah sifat Aarav, kau dukung kakakmu, ya?"


Laras sepertinya tak terlalu menyetujui jika Adya mengurusi pernikahan sang kakak.


"Tapi mommy? Kak Aarav kasar dengan Netta, apa mommy bisa menjamin jika Kak Aarav akan berubah?"


"Bisa, kita hajar sama-sama jika Aarav masih melakukan hal itu, tapi harus ada bukti, nanti biar Daddy juga turun tangan."

__ADS_1


"Oke, jika seperti itu, aku setuju, tapi saat kakak tidak bisa menjaga Netta, aku akan membawa Netta pergi jauh, mommy harus janji akan mewujudkan keinginan ku ini!"


"Tidak ada hal yang seperti itu, Netta bukan barang mainan, dia gadis baik, jadi kau tidak harus bersamanya, nanti mommy akan mencarikan jodoh yang cantik untukmu!"


"Aku tidak mau, aku mau Netta."


"Sayang, cukup. Mommy, tidak mau berdebat, jangan bahas ini lagi, relakan Netta jadi kakak iparmu!"


"Mommy!"


Tutt ... tut ... tut ....


Panggilan telepon itu, berakhir.


Adya kesal, tapi menyembunyikannya di dalam hati.


Netta yang terlihat menunggu Adya sejak tadi, mencoba tetap bersabar dan tidak akan menanyakan apapun karena bukan termasuk urusannya.


"Netta, apa kau bosan?" tanya Adya sambil berjalan mendekati Netta.


"Tidak bos, aku suka pemandangan, jadi melihat air laut dari sini, cukup membuatku terhibur."


"Oh, oke. Maaf ya, membuatmu menunggu."


"Oh, oke, aku akan mengantarmu menuju kakak."


"Kau baik-baik saja?"


"Ya, aku sangat baik dan tidak memiliki masalah apapun."


"Ya, oke, semoga bos Adya, tidak merasa sakit hati denganku karena tiba-tiba membicarakan orang lain ketika kita bicara."


"Tidak sama sekali, aku hanya ingin kau bahagia, itu saja!"


"Terima kasih bos Adya, selain dirimu tidak ada yang mau memperhatikan aku, semoga kau bisa menjadi adik ipar yang baik untukku Dan membimbingku ya? Aku tidak akan berubah sedikitpun dan tetap menjadi aku apa adanya meskipun sudah menjadi anggota keluargamu nanti."


"Ya, Aku harap kau mengatakan hal yang sebenarnya. Hm, Apakah kau tahu jika aku cemburu?"


"Maaf bos Adya, Aku bukan orang yang mampu menyakiti orang lain, aku hanya mencoba untuk konsisten dengan pilihanku. Jika aku bersamamu, satu hal yang tidak mungkin. Nanti, akan terjadi banyak pertentangan dan itu cukup membuatku merasa bersalah."


"Kenapa Netta? Kenapa kau tidak mau menikah denganku?"


"Aku lebih memilih perdamaian saja Meskipun aku terpaksa melakukannya, sudahlah! lebih baik, kita menyusul bos Aarav, Dia itu orang yang tidak bisa ditebak! kadang Bos Aarav, suka dengan tantangan yang akan membuatnya repot sendiri."

__ADS_1


Netta berjalan pelan menjauhi Adya.


"Apakah benar kau memilihnya? tidakkah ada kesempatan untukku? Aku tidak akan mengecewakanmu!"


Adya masih terus berusaha karena dia memang tidak mau gadis yang sangat ia cintai bersama seorang bastard seperti kakaknya.


Adya tahu jika kakaknya itu memiliki banyak gadis di luaran sana, Netta belum paham akan semua ini.


"Tuan bos, aku hanya orang miskin dan tidak perlu diperebutkan, aku menjadi istri Kakak Bos juga masih tahu diri karena tidak akan pernah sok kaya raya, aku akan meminta tinggal bersama ayahku nanti. Jadi, tidak ada kata OKB, aku tetap menjadi karyawan yang nanti."


"Astaga, OKB apa itu?"


"Orang Kaya Baru."


"Astaga! Haha, Kenapa di saat genting seperti ini kau memberikan istilah yang aneh? OKB? wkwkwk, Astaga kalau ini sangat lucu!"


Adya yang seharusnya sedih dan terluka ketika mendapati gadis yang dia cintai tidak memilihnya justru tertawa karena istilah yang Netta ucapkan.


"Tuan bos, nanti sakit perut, kita lebih baik menyusul Kakak Bos aja! ayo kita jalan."


"Ya, ya ... haha, OKB! Haha, Netta ... Netta."


Adya sangat menyukai kepolosan Netta, ini adalah alasan mengapa dia sangat ingin memperjuangkan gadis itu tetap bersamanya meskipun harus bernegosiasi cukup panjang dengan Daddy nanti.


Ucapannya, mungkin sudah rela tetapi hatinya belum, dia akan ikhlas ketika kakaknya mau menerima Netta apa adanya dan meninggalkan semua gadis-gadisnya.


Netta dan Adya, berjalan masuk ke dalam area pantai, Di sana ia melihat Aarav dekat dengan beberapa gadis setelah bermain selancar.


"Astaga, bos Aarav, dia itu memang penyuka gadis cantik!"


"Kau tahu itu kan? mengapa masih saja ingin menikahinya?"


"Ada alasan yang tidak bisa diganggu gugat, dan aku tidak mau menjadi penyebab keluarga kalian retak, aku pergi pun dia akan selalu mengejarku! Aku tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan keluarga Tuan Fernando."


"Apa yang dia katakan kepadamu Netta? mengapa kau begitu patuh padanya?"


"Bos Aarav, akan menyulitkan kehidupanku ketika aku menolak pernikahan kontrak ini, dia pasti memberikan ancaman serta intimidasi terhadap ku nanti, padahal aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang demi pengobatan ayah Ge, aku akan tetap menutup rahasia ini tanpa orang lain mengetahuinya kecuali Nona Bella, Aku percaya dia tidak ember," batin Netta.


Netta tidak tahu apa yang sebenarnya ingin ia lakukan, karena untuk pertama kali di dalam hidupnya, ia harus berkorban.


Hidupnya menjadi tidak berwarna ketika akan menikah dengan Aarav.


*****

__ADS_1


__ADS_2