CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Dikerjai bos


__ADS_3

Si udik masuk ke dalam ruangan bos Aarav yang luar biasa berantakan. Si udik tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Aarav di dalam ruangannya.


"Tuan bos, apa kau mengamuk? kenapa ruang kerja bos menjadi seperti TPS (Tempat Pembuangan Sampah)?" tanya Anetta heran.


"Ini tugasmu, bersihkan!" pinta Aarav tanpa basa-basi.


"Tapi di sini ada 50 orang karyawan dan 15 staff, tapi kenapa aku yang harus mengerjakannya Tuan bos?" tanya Anetta lagi.


"Kau yang membuat moodku jelek, kau yang memecahkan gelas di depan ruanganku, apa? ha? masih tidak mau mengaku?" ujar Aarav yang melimpahkan segala kesalahan kepada Anetta.


Anetta tidak mau ambil pusing, dia segera melaksanakan apa yang dikatakan oleh Aarav.


Satu persatu sampah yang ada di depannya ia masukkan ke dalam tong sampah yang berada di samping meja kerja sang bos.


Saat dia ingin memungut sesuatu yang aneh, dahinya berkerut. Dia kemudian mengambil plastik bening yang kebetulan ada di bawah kakinya, dia kemudian dia menggunakan plastik itu untuk mengambil benda aneh di depannya.


"T-i-s-u m-a-g-i-c," ucap si udik sambil mengeja tulisan dari salah satu benda yang dia curigai sebagai bungkus dari benda aneh itu.


Anetta yang super polos, tidak mengetahui jika benda yang ada di tangannya adalah sesuatu yang sangat sakral untuk Aarav.


"Tuan, ini apa?" tanya si Anetta dengan percaya diri memperlihatkan benda itu kepada Aarav yang sedang duduk di sofa.


"Buang saja, itu bukan apa-apa," jawab si Aarav dengan nada bicara yang sudah menurun karena dia mencoba untuk rileks.


Dia sudah tidak mau ambil pusing, tanpa mempedulikan Anetta, Aarav berbaring di sofa.


Lama kelamaan matanya terpejam, dia tertidur pulas di atas sofa.


Si udik yang merasa tidak harus membangunkan sang Tuan bos untuk ini dan itu, tanya ini dan itu, kemudian membereskan semuanya dengan segera.

__ADS_1


Dia menemukan celana segitiga yang sudah robek, sisa-sisa kain lingerie yang juga sudah robek, Anetta yang mengira sang bos menjual barang loakan, tersenyum tipis.


"Astaga, Tuan bos! dia itu kaya raya, wajah juga lumayan tampan, tapi mengapa memiliki bisnis sampingan sebagai penjual barang loakan? bukannya dia tadi bermain sapi uh ah dengan gadis itu tapi tidak melepaskan semua helai bajunya, hanya dia maju mundur tidak jelas. Hm, Tuan bos memang aneh, harusnya dia menjual barang dengan kualitas tinggi bukan barang robek seperti ini," ucap si udik berkutat dengan pemikirannya yang masih sederhana itu.


Dia menghentikan segala hal yang membuatnya pusing, Anetta memilih untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar dirinya bisa pulang ke rumah karena hari ini adalah hari ulang tahun ayahnya yang ke-45.


Satu jam kemudian ...


"Akhirnya, semua telah beres. Aku harus membakar semua benda tidak berguna ini di belakang, Tuan bos yang satunya bilang padaku jika ada sampah yang tidak berguna, dan itu benar-benar dipastikan tidak berguna, aku harus membakarnya di belakang," ucap si udik.


Anetta ingin keluar dari ruangan itu secara diam-diam, dia berjalan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara, namun si Aarav keburu bangun dan dia mengetahui Anetta yang akan kabur begitu saja.


"Hoam! kau sudah selesai?" tanya Aarav sambil menggeliat, dia menaikkan kedua tangannya dan merenggangkannya kemudian memposisikan dirinya duduk dengan sempurna meskipun dirinya masih mengantuk.


"Sudah Tuan bos, aku ingin kembali ke dapur, masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan," jawab si udik.


Si udik memutar tubuhnya kemudian kembali menghadap sang bos, dia terlihat mengambil sampah itu lagi dan menunduk.


"Tubuhmu bagus, wajahmu juga lumayan cantik, kau mau tidak pekerjaan dengan bayaran tinggi?" tanya si Aarav memberikan penawaran yang menarik.


"Apa itu Tuan bos?" sahut Anetta.


"Menikahlah denganku!"


Deg!


Si udik langsung mengangkat kepalanya dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Sang Tuan bos yang terkenal sangat irit bicara, tegas tapi menyebalkan, juga memiliki banyak simpanan, tiba-tiba melamarnya? ingin menjadikan dirinya istri?

__ADS_1


Si udik, sama sekali tidak memahami apa yang dikatakan oleh sang Tuan bos.


"Apa aku tidak salah dengar? Tuan bos ingin menikahiku? lalu, apa hubungannya dengan bayaran tinggi?" tanya Anetta lagi, dia sama sekali tidak tahu maksud dari Aarav mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Aku ingin kau menjadi istri pura-pura, aku ada kontrak pernikahan untukmu. Lima ratus milyar cash! apa kau setuju?" tanya si Aarav yang tiba-tiba memiliki ide brilian setelah putus dari sang kekasih, dia sudah tahu jodoh yang akan diberikan kepadanya merupakan gadis manja dan tidak akan pernah bisa jauh darinya. Ini sangat menghambat pekerjaan dan kebiasaan foya-foya serta bermain wanita yang selalu ia lakukan selama ini.


Jika dia menikah kontrak dengan Anetta, semuanya akan baik-baik saja karena dia hanya akan bersama si gadis selama 6 bulan saja. Setelah itu, dia putus! alias akan bercerai. Aarav mendapatkan ide ini dari mimpi yang baru saja ia alami, Aarav mendapatkan wasit bahwa dirinya harus melakukan pernikahan kontrak untuk menyelamatkan hidupnya yang diambang kehancuran akibat tidak bisa menikmati hidup single yang sedang ia jalani.


Si udik bingung dengan apa yang ada di hadapannya, di sisi lain dia membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan sang ayah yang sedang menjalani terapi penyakit dalamnya. Di sisi lain, dia merasa riskan dengan apa yang dikatakan oleh Tuan bos.


"Tuan bos? apa nanti kita akan tinggal bersama? menjalani hidup seperti rumah tangga pada umumnya?" tanya sang gadis dengan penuh kepolosan.


"Tentu saja tidak, dari awal sudah aku katakan bahwa kita hanyalah berpura-pura. Pernikahan kontrak antara kita berdua hanya berlaku sampai 6 bulan, jika dalam 6 bulan itu kau bisa menjadi istri pura-pura yang hebat, aku akan menambahkan 100 miliar lagi untukmu. Aku tahu kau sedang membutuhkan banyak uang, jadi aku berniat baik untuk membantu meringankan beban mu. Bagaimana?" ucap Aarav yang ternyata sudah mengulik asal usul si gadis, dari sekian banyak karyawan yang ia miliki, hanya gadis ini yang memiliki potensi untuk ia memanfaatkan sebagai istri pura-pura.


Claudia sudah tidak masuk kriteria lagi karena dia telah memutuskan dirinya secara berpihak, dia hanya mengatakan bahwa permainan Aarav kurang hot, dia sudah bosan dan ingin mencari pria lain lagi, selain itu Claudia juga tidak mau menikah. Alasan yang sangat mendasar bagi Claudia lari dari Aarav, padahal selama ini sang pria sudah memberikan segalanya kepada kekasih hatinya.


Bahkan sampai rumah pun Aarav belikan untuk Claudia. Namun nyatanya dia tidak memahami bahwa dirinya sangat ingin sang gadis menjadi istrinya meskipun terkesan hanya main-main, Aarav tetap ingin bertanggung jawab. Akan tetapi, niat baiknya sungguh tidak dihargai membuatnya frustasi.


Aarav yang masih dalam kondisi patah hati merasa sangat sedih dan tidak bisa mengatakan apapun lagi selain mencari gadis lugu yang bisa ia manfaatkan.


Dia menemukan sosok Anetta yang berpotensi bisa membantunya lepas dari perjodohan dengan Tifani.


"Namamu Anetta kan? putri nelayan yang cukup beruntung mendapatkan pekerjaan bergengsi di restoran megah ku? jika kau masih bimbang, bisa kau pikirkan lagi tapi hanya satu jam saja. Nanti, aku akan memanggilmu lagi. Sana keluar! lanjutkan pekerjaanmu di dapur!" perintah Aarav yang selalu bisa melakukan apapun karena dia memiliki kuasa.


Sedangkan Anetta yang hanya seorang bawahan tidak bisa melakukan apapun selain pasrah dan harus menggunakan hati dan pikiran untuk memutuskan segalanya dengan bijak agar tidak ada penyesalan di masa depan.


"Baik Tuan bos," jawab Anetta dengan langkah gontai keluar dari ruangan sang bos.


******

__ADS_1


__ADS_2