CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Perjalanan menuju bucin


__ADS_3

Sang istri sekali tidak pernah memahami apa yang dirasakan oleh sang suami, Netta bisa melihat di mata sang suami bahwa pria itu mencintai dirinya hanya saja tidak mau mengatakannya.


Kali ini, justru sang istri yang merasa gundah karena kebiasaan sang suami yang selalu melewatkan malam bersama beberapa gadis cantik sedangkan dia sama sekali tidak memiliki wajah seperti itu.


Netta udah minder terlebih dahulu sebelum berperang.


"Bos, Apa kau merasakan sesuatu yang berbeda ketika kita bersama?"


"Iya, aku hanya merasa aneh karena kau selalu dekat denganku. Ini bukan perkara Aku tidak menyukaimu tetapi saat kau berada di sampingku rasanya sangat gerah dan panas, Apa kau terbuat dari api?"


"Haha ... Apa kau kira aku seorang gadis yang menjelma sebagai api? kau ini aneh-aneh saja."


"Bukan seperti itu karena aku sendiri sangat ingin mendengar lelucon dari mulutmu. Selama ini kau tidak pernah mengatakan apapun selain kata-kata yang serius, kira-kira bagaimana ya Jika kau mengatakan lelucon yang lucu?"


Sang suami bahkan mengatakan hal yang tidak penting dan itu membuat sang istri tersenyum.

__ADS_1


Dia sengaja tidak memberikan komentar agar sang suami tetap merasa percaya diri dengan apa yang diungkapkan barusan.


...


Beberapa menit kemudian setelah mengobati lengan sang istri ...


Sang istri sudah mendapatkan pertolongan pertama atas jarinya yang berdarah.


Aarav membuat tangan Seorang Istri menjadi sembuh.


Kini perasaan masing-masing yang masih sangat samar-samar.


Kini di dalam hati dan pikirannya hanya satu yaitu membahagiakan sang istri meskipun dia belum memahami bagaimana caranya.


"Netta? kita bermain pasir saja ya? di depan tempat ini kan ada pantai, kenapa kita tidak bermain di sana?"

__ADS_1


"Bukannya aku tidak mau, hanya saja tanganku sedang sakit, aku tidak leluasa untuk berlarian bersamamu nanti. Apalagi, istri bohongan yang tidak pantas untuk mendapatkan perhatian yang kau berikan saat ini.


Sang suami lalu menatap wajah sang istri,"Netta, jika suatu saat nanti aku mencintaimu, lalu aku memiliki sesuatu yang buruk di dalam masa lalu, Apa kau mau menerima aku apa adanya?"


Netta kebingungan dan tidak memahami apa yang dikatakan oleh sang suami.


"Aku tidak tahu apa yang kau katakan, mengapa kau begitu yakin jika bisa mencintaiku?"


"Hm, Aku tidak tahu hanya saja, ada perasaan aneh yang menuju rasa itu."


"Cih, mana ada perasaan cinta untukku? Kau sangat menyukai gadis yang cantik dan body yang bagus, sedangkan aku hanya gadis udik yang tidak memiliki pengalaman apapun dalam fashion. Kau justru harus mencari gadis yang sesuai dengan kriteria mu."


"Aku sudah lelah dengan petualangan cinta ini yang tak pernah usai, aku rasa tidak perlu berpura-pura lagi saat ini, meski masih cukup dini aku mengatakannya, tetapi perasaan ini tidak bisa dibohongi dan kau adalah cinta terakhir di dalam hidup!"


Sang istri tidak bisa menjawab apa yang dikatakan oleh sang suami karena mereka sangat dekat hingga bi bir keduanya hampir bertemu, Netta menutup matanya dan merasa sang suami ingin memberikan kecupan padanya.

__ADS_1


"Astaga! Apakah dia ingin melakukannya lagi?" batin sang gadis.


*****


__ADS_2