CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Adya masih keukeuh ingin menemui paman Willy bersama daddynya, namun pada kenyataannya Alex tidak akan memberikan izin karena tempat yang dimaksud sangatlah jauh.


Alex juga sudah tidak pernah datang ke sana, dia hanya melakukan hubungan melalui panggilan telepon.


"Daddy akan datang ke sana lain waktu, Willy pasti sedang sibuk dan tidak mau diganggu. Kau jangan pernah merepotkannya, jangan menelponnya ataupun ingin tahu mengenai Death Angel. Aku dan Willy, tak mau kau ikut campur masalah orang tua," ucap sang daddy merasa semua masa lalu mengenai geng mafianya, tak perlu anak-anaknya mengetahui.


"Tapi Daddy, menjadi seorang mafia kan keren! Daddy bisa berkelahi dan melawan banyak musuh hanya dalam satu pukulan serta sendirian melawan mereka, Aku juga ingin tahu seperti apa kekuatan Daddy," jawab Adya ngeles.


"Kau tidak perlu mengetahui siapa ada daddy sebenarnya, kau akan terkejut karena aku sangat keren!" cetus Alex sambil menahan tawanya.


"Haha, Apakah benar seperti itu atau, Daddy hanya pura-pura keren di depan mommy?" tanya sang putra mulai menelisik.


"Hush, Kau tidak perlu menanyakan hal itu karena aku takkan pernah membahas masa lalu itu, Kau hanya akan tersengang dan pasti mengidolakan Daddy saat tahu bahwa ada di ini memang sangat gagah dan tampan pada masanya!" Sang mantan mafia sejatinya masih memiliki pesona itu karena beberapa gadis yang dulu mengejarnya masih ingin menemuinya, tapi bedanya, semua Gadis itu sudah menjadi seorang wanita yang mapan dan memiliki kehidupan yang lebih layak.


Sebagian dari mereka adalah seorang model bahkan seorang pemilik perusahaan, orang-orang yang pernah mengenal Alex, pasti akan kagum lalu tidak akan pernah bisa lepas dari kharismanya.


"Cih, Aku sama sekali tidak mempercayai sebelum adanya bukti!" Sang Adya, hanya akan membuat daddynya pusing dengan pertanyaan-pertanyaan yang menohok dan menuju ke arah pembahasan masa lalunya dulu.


"Sudahlah, Kau tidak perlu memancing daddy untuk memberitahu segalanya kepadamu karena, daddy akan tetap tutup mulut!" cetus sang daddy sambil beranjak dari tempat duduknya lalu ingin keluar dari kamar sang putra.


Saat Alex ingin membuka pintu kamar Adya, sang putra mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut.


"Siapa Livy itu Daddy? Apakah dia orang yang sangat spesial bagimu?" tanya sang putra mulai memancing sang daddy untuk mengatakan banyak hal.


"Haha, itu kan istri Gerald, kau tanya saja pada calon ayah mertua Aarav, tidak ada hubungannya sama sekali denganku!" jawab Alex yang merasa geli karena Livy adalah mantan kekasihnya, sedangkan Gerald adalah mantan kekasih sang istri.


Dua keluarga yang terjalin dari para mantan yang tersakiti.


"Hm, Daddy pelit!" Sang putra sepertinya ngambek.


"Haha, masa bodoh putraku sayang, lebih baik kau segera mandi! mommy sedang memasak makanan kesukaanmu, setelah ini pasti dia akan menyuruhmu makan," ucap sang daddy.


"Tak mau, aku tak lapar! Daddy keluar dari kamarku, cepat!"


Sang putra benar-benar merasa kesal hari ini karena mendapatkan kekecewaan, pertama dari cintanya yang tak terbalas, kedua dari sang daddy yang sama sekali tidak memperdulikan dirinya bahkan menceritakan masa lalu saja masih sungkan kepadanya.


BRUAK!


"Astaga, anak ini!" ungkap sang daddy sambil tersenyum karena putranya marah akibat sesuatu yang tidak terlalu penting.


Saat sang mantan mafia menoleh ke arah belakang tiba-tiba saja, ada sosok Laras yang baru saja mengganti bajunya setelah selesai memasak, tak hanya mengganti baju, tapi dia juga mandi dengan rambut panjang yang tergerai, sangat cantik dan penuh dengan pesona.


Alex tak mampu berkata-kata lagi.

__ADS_1


"Sayang? Apa yang kau lihat?" tanya Laras.


"Bidadari!" jawab sang mantan mafia tanpa berkedip sedikit pun.


"Haha, pasti kau ada maunya ya?"


Sang istri, sedang membaca kedua mata Sang suami yang terlihat menginginkan sesuatu darinya.


"Jatah nanti malam, Dua ronde!" pinta sang suami.


"Haha, kau biasanya satu kali saja? ingat kita ini sudah tua, jangan terlalu keras berusaha karena anak-anak kita sudah dewasa. Apa kau ingin menambah momongan lagi? Apa kau tidak kasihan kepadaku?" cakap sang istri yang semakin mendekat ke arah sang suami.


"Jangan mendekat!"


"Ada apa?"


"Aku takut kesetrum cintamu, dan tak mampu menahan diri!"


"Haha, Lex! Apa kau tidak malu? ada anak-anak di sana?" tunjuk sang istri ke arah ruang tamu, di sana ada Adelio, Arsenio dan Bella. Lexis yang baru saja keluar dari dapur dan melihat sang daddy bertingkah lebay pun ikut menahan tawanya.


"Aku tidak peduli!"


Sang mantan mafia, terlihat menggendong tubuh sang istri menuju kamar, entah apa yang ingin mereka lakukan di usia yang mencapai 50 tahun, untuk Alex, dan 40 tahun untuk Laras.


Pasangan ini tetap awet muda meskipun usia tak muda lagi.


...


"Tidak, biasanya Daddy akan berbicara penting," sahut Arsenio.


"Tidak, pasti Daddy akan membuatkan adik untuk kita!" cetus Lexis yang tiba-tiba saja duduk di antara Bella dan Adelio.


"Astaga! Kak Lexis!" pekik Bella.


"Ada apa?" tanya Lexis seperti orang yang tidak memiliki dosa.


"Haha, Aku adalah kakakmu dan pantas melakukan sesuai keinginanku!"


Bella membuang bantal yang ada di sofa ke wajah kakaknya yang usil itu.


Ruang tamu kini riuh karena Bella mulai bertengkar dengan sang kakak.


"Kau yang memulainya terlebih dahulu!" ucap Bella.

__ADS_1


"Kau yang pelit!"


"Kau kakak!"


"Kau Bella!"


Saat dua orang itu semakin intens dalam berdebat, tiba-tiba saja muncul Aarav dari kamarnya.


"Bella, bantu aku," pinta Aarav.


"Apa?" jawab sang adik.


"Kita bicara diluar!"


Bella mendelik ke arah Lexis dan Lexis pun tidak tinggal diam, dia menjulurkan lidahnya, tanda menghina.


Aarav merangkul pundak sang adik agar tidak terlalu lama bertengkar dengan Lexis.


Dia menarik sang adik dari ruang tamu menuju teras rumah mereka.


...


Di teras ...


"Duduk Bella," pinta Aarav.


"Ya Kak, ada apa?" tanya sang adik.


"Mantan kekasihku, ada yang hamil. Dia ingin aku bertanggung jawab, menurutmu bagaimana?"


Deg!


Sang adik terlihat melotot, dia tak percaya jika kakaknya sangat ceroboh.


"Bagaimana kau bisa yakin jika itu anakmu?" tanya sang adik dengan nada yang kebingungan.


"Gadis tiu sangat polos, dia tidak memiliki hubungan dengan pria lain selain aku, aku tahu jika aku salah. Namun, saat itu aku datang padanya saat mabuk, lagi ... sial! mengapa di saat akan menikah, aku harus berurusan dengan hal seperti ini!"


Sang Aarav pusing, dia dengan tingkahnya yang kadang tidak bisa menjaga kehormatan seorang wanita, harus bertekuk lutut pada seorang gadis polos, yang entah benar-benar polos atau hanya ingin menjeratnya saja.


"Kau buktikan dulu, mana bisa langsung percaya! aku akan menemanimu menemui gadis itu, bagaimana?"


"Oke, tapi ini rahasia kita!"

__ADS_1


"Siap!"


*****


__ADS_2