CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Tiga bulan kemudian ...


__ADS_3

Waktu berjalan sangat cepat hingga bulan ke tiga sudah ia lalui tanpa sang suami.


Sang suami yang sudah di vonis sebagai orang yang bersalah. Menjalani masa hukuman tahanan dengan sangat bahagia dan tanpa beban.


Netta dan Bella terlihat sedang bersama di depan sebuah kolam yang ada ikan koi-nya.


Netta memberi makan ikan itu, begitu juga dengan sang adik ipar.


"Netta, kita sudah menjalani kehidupan sambil menunggu sepuluh tahun kakak lepas dari masa tahanan. Apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik, kan bisa menemuinya pas ada waktu. Kami juga berkomitmen untuk tetap bersama. Aku tidak pernah membuat segalanya menjadi rumit karena sebenarnya kami tidak terlalu mempermasalahkan jarak ini. Rasanya sangat indah kala hubungan ini berkahir dalam sebuah pernikahan yang benar-benar kami rasakan seperti sebelumnya, bukan seperti orang yang tidak tahu diri dan mengkhianati satu sama lain. Kami akan tetap menjadi orang yang memiliki rasa yang sama."


Netta sangat yakin jika sang suami mau menjadi suaminya meski harus berjarak cukup jauh.


Aarav juga sering mengatakan kepadanya tentang bagaimana rasanya menjadi orang yang jauh dari suami ataupun istri.


Rasanya pasti sama-sama sakit dan tidak pernah ada yang memahami kecuali dua orang tadi.


Mereka berdua sudah cukup pandai menjaga hati dan tidak pernah membebani satu sama lain.


Pada intinya saling mengerti.


Netta berhenti memberi makan ikan dan segera beranjak.


Bella mempertanyakan sikap Netta.


"Kau mau kemana? memberi makan belum selesai Netta?"


"Aku harus bertemu dengan Aarav, aku sudah nego dengan Kakek Hans, kami ingin bertemu di sebuah taman dengan tangan Aarav diborgol serta ada pengamanan khusus."


"Netta, kau sangat luar biasa, aku kagum padamu."


"Aku ingin memberikan kesan yang indah untuknya, kau bisa membantuku?"

__ADS_1


"Bisa Netta."


Dua orang itu terlihat bersama masuk ke dalam rumah, Bella mengikuti langkah Netta.


"Aku ada rencana ingin memberikan kado yang indah berupa satu box makanan serba coklat, tadi pagi aku sudah membuatnya."


"Wah, kau sangat keren Netta."


"Iya, aku sangat senang menjadi bagian dari hidup kakakmu, semua ini untuknya. Oh ya, antar aku ke taman xxx, kau bisa kan?"


"Sangat bisa."


Mereka berdua bersiap-siap.


Netta yang sudah sedikit modern, menyetir mobil yang dibelikan oleh mommy Laras.


...


"Aku kira dia suka ya semua ini?"


"Iya aku yakin dia suka Netta."


Dua gadis itu sangat bahagia, Netta apa lagi.


Dalam satu waktu, Netta akan memberikan kue dan kenangan manis yang lain.


Aarav mungkin akan menjadi orang yang sangat senang kala mendapatkan hal ini.


Beberapa menit kemudian ...


Taman xxx..


Netta memarkir kendaraannya di tempat parkir yang ada di tempat itu.

__ADS_1


Bella dan Netta turun dari mobil.


Baru juga turun, anggota kepolisian sudah menghampiri.


"Tuan Aarav sudah menunggu."


"Oke."


Sang gadis terlihat berjalan menuju tempat dimana Aarav berada.


Dua gadis itu di dampingi dua anggota kepolisian.


"Dia ada di sana dan hanya ingin nona Netta saja, maaf nona Bella, kau tidak bisa ikut bersama nona Netta."


"Ya, tidak masalah."


Netta sendiri menuju pria yang sudah tiga bulan ini menjadi suaminya.


Dia duduk di kursi taman.


"Aarav?' panggil sang istri.


Aarav menoleh," Ya istriku."


Perlahan tapi pasti, Netta sudah ada di samping sang suami. Keduanya terlihat duduk bersama memandang hamparan bunga yang ada di sana.


"Sudah menunggu lama?"


"Tidak juga."


*****


*****

__ADS_1


__ADS_2