
Di tempat lain, Aarav sedang mendapatkan hukuman yang tidak pernah ia bayangakan sebelumnya.
Kisah cintanya yang tidak pernah bagus, membuat segalanya menjadi sangat ambigu.
Alex tak kuasa menahan diri untuk segera mengeksekusi sang putra yang telah kurang ajar menghilangkan janin.
Bug!
Bug!
Sang daddy meng ha jar sang putra tanpa ampun hingga pria itu merasakan pukulan mematikan.
Aarav sudah mendapatkan hukuman dari seorang gadis yang sakit hati karena ulahnya, kini Aarav harus berurusan dengan sang daddy yang marah besar.
"Apa kau memiliki otak saat membiarkan seorang gadis menderita karena ulahmu? Daddy memang kejam tetapi sangat menghormati seorang wanita, daddy sangat paham akan kenakalanmu, tapi daddy tidak menyangka jika semua kasih sayang yang daddy berikan padamu sangatlah menjadi sesuatu yang tidak berarti."
Sang daddy menarik tubuh yang sudah lunglai itu karena sudah sangat lemah dan penuh dengan luak disekujur tubuhnya.
"Maaf daddy!" ucap sang putra lirih, dia sama sekali tidak memiliki daya dan upaya karena sang daddy amatlah kejam saat memberikan hukuman.
Ini mengenai harga diri dan Alex sangat benci dengan tingkah laku sang putra yang sudah mencoreng nama baiknya.
Dua jam berlalu, sang putra masih bisa berbicara meski luka itu semakin mengangga.
"Maaf daddy."
"Bertobatlah dan terima hukuman penjara dengan benar, kau bisa saja menjadi tahanan seumur hidup, apa kau mau? Kau harus hidup di penjara selama lebih dari sepuluh tahun."
__ADS_1
"Aku tidak mempermasalahkannya daddy, asal semua orang mau memaafkan kesalahanku yang sangat fatal ini."
"Oke, aku pegang perkataanmu."
Sang daddy keluar dari sel penjara dan berjalan menuju sang ayah mertua yang berdiri depan pintu, melihat keganasan Alex meng haja r sang putra.
"Ayah, masukkan dia ke dalam penjara dengan segera, aku akan menelpon istriku."
"Baiklah, kau baik-baik saja kan Lex?"
"Aku baik ayah."
Di dalam sanubarinya yang sangat dalam, sang daddy sangat bersedih karena salah satu putranya mendapatkan hukuman yang cukup berat dan lama, namun dia tidak mau mencampuri urusan hukum yang menjadi wewenang kepolisian.
Alex menyerahkan segalanya kepada sang ayah mertua.
"Kau mau kemana?" tanya tuan Hans.
"Bagus, lakukanlah. Aku akan mengobati cucuku."
"Tidak perlu, beri saja obat merah. Dia bisa melakukannya sendiri."
Sang ayah mertua tersenyum," Kau memang ayah yang sangat bijak Lex."
Sang mantan mafia tersenyum dan berjalan menjauh dari ruangan sel itu.
Dia terlihat meraih ponsel yang ada di saku celananya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, dia menelpon sang istri.
"Kita harus menemui gadis itu."
"Siapa Lex?"
"Gadis yang sudah sakit hati dengan kelakuan Aarav."
"Kau tahu dimana gadis itu?"
"Aku tahu dan kita segera saja menuju rumahnya, kita bicara baik-baik dan berikan jaminan kehidupan."
"Siap, aku akan melaksanakan apapun yang menjadi keputusanmu."
"Kau datanglah ke kantor polisi, rasanya malas untuk menjemputmu."
"Haha, kau lelah?"
"Hm, sangat lelah, butuh bahu bersandar."
"Oke, aku akan segera datang."
"Love you Laras."
"Love you too Alex."
Panggilan telepon usai, pasangan tak ada matinya ini memang sangat romantis.
__ADS_1
Namun bisa sangat kejam dan tegas saat mendapati anak-anaknya melakukan kesalahan seperti saat ini.
*****