CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Ayah Netta, mantan Mommy


__ADS_3

Kini mobil sang putra mafia telah berada di depan rumah Netta, rumah sederhana yang berada beberapa kilometer dari pantai Love.


Bella meminta sang kakak untuk turun dari mobil karena waktu semakin sempit, Bella harus segera mengajar bela diri di kelas bela diri Death Angel  milik sang daddy.


"Ayo kak, aku sudah meninggalkan latihan beladiri bersama kakek Fudo, satu jam lagi, aku harus mengajar bela diri anak-anak," teriak si bawang yang menyebalkan.


"Astaga dek, aku juga tahu, iya aku akan turun dengan segera!" jawab Aarav yang sebenarnya sangat bingung bagaimana cara melamar seorang gadis.


Dia turun dari mobil dan mantap melakukan segalanya secara otodidak.


Tap ... tap ... tap ....


Dia bersama sang adik berjalan menuju pintu utama rumah sederhana milik Anetta.


Bella meminta sang kakak untuk mengetuk pintu utama itu.


Tok ... tok ... tok ....


Pintu utama telah terbuka, ada seorang gadis berpenampilan manis membuka pintu itu.


"Aarav?"


"Ya Netta, ini aku. Apa aku boleh masuk?"


"Oh, boleh, dimana Nona Bos Bella?"


"Dia ada di ...."


Saat Aarav menoleh ke arah belakang tiba-tiba saja penampakan Bella tidak ia temukan, selain itu mobil yang ia kendarai bersama sang adik juga lenyap.


"Astaga! si bawang, membuatku merasa menjadi pria tidak berguna," bisik Aarav.


Dia bicara sendiri dengan nada yang lirih.


Ternyata Bella meninggalkannya sendirian di rumah Netta.


"Aarav? ayo cepat masuk, jangan terlalu lama di luar, nanti kau gatal-gatal," ledek Netta.


"Ya, aku akan masuk."


Untuk pertama kalinya, Netta heran karena calon suaminya mengatakan segala dengan sangat lembut dan penuh perasaan.


"Aarav? apa kau sakit?"


"Tidaklah, aku hanya ... hanya ...."


Saat Aarav mencari alasan untuk menjawab pertanyaan calon istrinya, seorang pria gagah dan kekar keluar dari rumah itu.


"Siapa kau?" tanya sang pria.


"Oh, ada orang belagu, sini kalau berani, kita berkelahi!" Aarav tidak mau kalah, dia ingin menunjukkan jika dirinya juga bisa berkelahi.


"Nantang ya?"


...


Sebelum dua orang itu baju hantam, Netta sudah memisahkan dua orang itu.


"Cukup! bos Noland, tolong keluar dari rumahku, urusan kita sudah selesai!"


"Tapi cantikku, aku sangat mencintaimu, meskipun kau sudah membayar hutang ayahmu, tapi kau masih memiliki hutang yang lain!"


"Hutang apa lagi?"

__ADS_1


"Ayahmu yang tahu, kau tanya saja padanya!"


Sang pria kekar bernama Bos Noland, memilih untuk segera enyah dari rumah Netta, karena dia memiliki rencana lain yang lebih brilian.


"Dasar pria sok jagoan! badan saja lebih gede, tapi otaknya kecil, tidak bernyali!" teriak Aarav.


Dia mengira bos Noland akan pergi begitu saja tanpa membalas apapun terhadapnya, tapi satu timpukan sepatu boots, mendarat sempurna di punggungnya.


"Woy!" teriak Aarav, sambil mengejar sang bos usil itu.


"Aarav, biarkan saja dia, tidak perlu di kejar, dia memang jahil."


"Tapi punggung dan harga diriku! sialan!"


Netta mencekal tangan Aarav agar tidak mengejar bos Noland.


Dag dig dug


Jantung si Aarav tidak terkondisikan dengan baik, dia terlihat salah tingkah.


"Maaf Aarav, aku memegang tanganmu!" ucap Netta sambil menjauhi Aarav.


"Biasa saja, memang aku yang salah. Ehm, lebih baik kita masuk ke dalam saja," pinta Aarav yang curi-curi pandang.


Saat Aarav masuk ke dalam rumah calon istrinya, di sisi lain, ada orang yang patah hati di dalam mobil.


"Astaga, mengapa aku harus bersaing dengan kakakku, Netta, tak bisakah kau membelah diri? atau setidaknya kau memiliki kembaran lain? aku harus berjuang lebih keras lagi!" tegas Adya yang memilih untuk pergi dari rumah Netta.


Mencari kesempatan lain agar bisa mendekati calon istri kakaknya.


.


.


.


"Dimana ayahmu?"


"Oh, ayah? ada di dalam. Dia sedang sakit, jadi tidak bisa pergi kemanapun."


"Jadi kau yang bersih-bersih rumah, dan melakukan segalanya sendiri?"


"Iya Aarav, tapi aku tetap konsisten untuk bekerja, buktinya aku tetap datang pukul 06.00 dan pulang pukul 18.00, bahkan sampai closing kan? padahal dulu aku masih chef pemula, karena apa? karena aku ingin membeli apartemen mewah di seberang jalan sana, aku bukan pemimpi. Kau tahu Aarav? aku memiliki uang dan ...." Netta sepertinya terlalu bersemangat menceritakan dirinya sendiri.


"Iya, aku tahu. Kau sangat berprinsip dan pekerja keras."


Si bastard terlihat sangat kagum dengan si udik, bagaimanapun juga, Netta adalah satu-satunya gadis dalam hidupnya yang sangat sederhana.


Dia menyangka jika Netta adalah gadis matre, namun pada kenyataannya, meski dia miskin, Netta tetap mau bekerja hingga bisa sampai posisi manajer operasional.


"Tuan, saya buatkan minum, Aarav duduk di sini ya."


"Oke."


..


Netta meninggalkan Aarav sendirian di ruang tamu, di sana dia melihat foto-foto usang tentang masa lalu Netta.


Dia terkejut saat ada simbol Scorpion.


"Ini seperti, apa jangan-jangan Netta adalah anak dari salah satu anggota Scorpion?" tanya sang pria dalam hati.


Dulu, Alex pernah mengatakan bahwa memiliki seorang musuh yang sudah menjadi teman, namanya adalah Gerald.

__ADS_1


Dia juga menjadi mantan kekasih Mommy mereka, keberadaan Gerald sempat tidak diketahui oleh siapapun karena dia telah melepaskan diri dari geng mafia Scorpion.


Aarav masih fokus dengan foto Netta saat masih kecil dengan simbol Scorpion di tangannya.


"Aarav? ada apa? kau melihat wajahku yang jelek  itu ya?" tanya Netta yang membuat Aarav terkejut.


"Ha? oh ya, Ehm ... Netta, siapa nama ayahmu?" ucap Aarav tiba-tiba bertanya.


"Bukannya Aarav sudah menyelidiki ayahku, jadi harusnya kau tahu kan siapa nama ayahku?"


"Iya, tapi aku lupa. Siapa?"


"Nama ayahku?"


"Iya?"


"Gerald, dia namanya Gerald. Dulu, ibuku meninggal dunia saat melahirkan aku, ayah berkata jika kakek tidak menyukainya karena bertobat menjadi warga biasa. Sejak saat itu, kami menjadi buronan. Ayah Ge, namanya menjadi Wilson, jadi ini adalah rahasia antara aku dan dirimu."


Deg!


Aarav sangat terkejut dengan fakta yang ada di depannya, dia tidak menyangka akan menikah dengan musuh Daddy Alex.


Meskipun Daddy mengatakan bukan bagian dari Death Angel, tapi nyatanya masih banyak yang mengincar Daddy.


"Netta, kau harus cepat-cepat menikah denganku! aku berjanji akan selalu melindungimu!"


Aarav tiba-tiba berubah menjadi sangat manis, Netta menjadi sangat heran.


"Maaf Aarav, kau harus bertemu dengan ayahku jika ingin menikahiku, katakan padanya jika kau serius."


"Oke, aku serius untuk menikahimu!"


Entah keberanian dari mana, Aarav masuk ke dalam kamar Gerald.


"Dia masih tidur Netta," ucap Aarav, tidak enak hati.


"Sebentar lagi, dia akan bangun."


Tidak beberapa lama kemudian, Gerald terbangun dari tidurnya.


"Siapa Netta?" tanya Gerald.


"Temanku ayah, dia bosku."


"Oh, suruh dia masuk."


"Sudah ayah, dia ingin berbicara denganmu."


"Ya."


Netta meminta Aarav untuk duduk di samping sang ayah.


Dia mulai bicara.


"Tuan Gerald, aku Aarav Fernando ingin menikahi putri tuan, apa Tuan Gerald mengizinkan aku untuk menikahi Netta?"


Mata Gerald langsung membulat sempurna.


"K-kau putra Alex?"


"Iya, Tuan. Dia daddyku."


"Aku ingin bertemu dengannya, ada hal penting yang harus aku sampaikan! ini mengenai rahasia Netta!"

__ADS_1


*****


__ADS_2