CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Ini saatnya?


__ADS_3

Saat sang istri sedang merasakan kegundahan, sang suami justru asyik bermain selancar.


Dia mencoba biasa saja, tapi pada akhirnya perasaan aneh itu tiba-tiba muncul lagi dan membuat sanga suami berhenti dari kegiatannya bermain dengan ombak.


Sang suami menepi dan duduk di atas pasir putih yang sangat indah, matanya yang indah menatap ke arah depan. Sungguh pantai dengan laut yang memukau.


"Aku sudah mencoba melupakan bayang-bayang Netta, tapi rasanya sangat tidak bisa lepas. Bagaimana bisa aku menjadi bo doh seperti ini? S hi it! Aku menjadi tidak fokus hanya karena Netta."


Sang suami sungguh frustasi.


Dia segera menghentikan acaranya dan berjalan menuju resort kembali.


Namun, alangkah terkejutnya dia saat sang istri tiba-tiba berjalan menuju ke arahnya, dengan sigap, sang suami pura-pura kembali ke pantai dan bermain selancar.


Sang istri yang juga merasa aneh dengan ide sang adik ipar, tidak nyaman dengan bikini yang sudah di siapkan oleh mommy Laras dan Bella.


"Astaga, apa ini terlalu vul gar? Aku tidak pernah memakai baju kurang bahan seperti ini," ungkap sang gadis yang merasa dirinya sangat tidak cocok dengan apa yang dia kenakan.


Perlahan tapi pasti, sang istri kini sudah berada di samping sang suami yang terlanjut ketahuan tidak bermain selancar jadi.


"Bos Aarav, apa kau tidak bermain selancar lagi?" tanya sang istri.


Sang suami yang enggan menatap pemandangan indah, tidak mau menoleh.


Dia membelakangi sang istri.

__ADS_1


"Oh ... Aku, aku malas.Tadi sudah kok," jawab sang suami dengan wajah yang merah bersemu.


MImpi apa dia semalam, bisa melihat bidadari yang sangat cantik seperti ini.


Sang istri yang mengikuti saran sang adik ipar, menyentuh pundak Aarav," Bos, aku di sini, bukan di sana."


Seketika merin ding sudah sang suami mendapatkan sentuhan itu.


Perasaannya tidak menentu.


"Aku ingin pulang saja," pinta sang suami merasa dirinya tidak bisa melakukan apapun.


"Kenapa pulang bos?"


"Aku tidak bisa menahan ini semua, dan ingat! Jangan panggil aku bos karena aku adalah suamimu!"


"Kata nona bos, ketika bos Aarav berusaha menahan segalanya, dia akan penat dan frustasi. Apa dia sedang frustasi ya?"


Sang istri merasa aneh dengan penampilannya dan ikut masuk bersama sang suami.


Di dalam ruang tamu ...


Aarav terkejut saat dia berada di ruang tamu dan sang istri menghampirinya dengan pakain minim itu.


"Kau? Bukannya kau mau berenang?" tanya sang suami sambil menelan ludahnya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa berenang, aku ingin meminta bos, eh Aarav mengajariku tetapi kau justru masuk ke dalam. aku jadi malas sendirian di luar. Kau mau makan apa? atau minum? aku akan membuatnya untukmu."


"Tidak perlu, aku tidak haus dan tidak lapar."


"Oke, aku ganti baju dulu, setelah itu ingin memasak, kau bilang saja jika lapar."


"Pakai baju itu saat memasak, ini perintah suami."


Aarav nekat sekali, dia berusaha mengendalikan rasa ingin melahap sang istri.


Memandang juga boleh kali ya, batin sang pria yang memilih untuk menahan diri karena dia sangat gugup.


...


Sore harinya ...


Setelah memasak menggenakan bikini, Aarav meminta Netta untuk mengganti bajunya dan diam di kamar karena dia beralasan tidak ingin diganggu saat bermain video game.


Padahal dia mengkondisikan adik-nya yang sudah tidak bisa ditahan lagi.


"Sialan! bagaimana bisa kau tidak terkendali di saat seperti ini? Apa aku harus memintanya tidur denganku? dekat dengan Netta saja rasanya gemetaran.


Pusing sendiri si bas tard.


Dia bahkan mendapatkan karma itu kontan, benar-benar tidak bisa di bayangkan saat sang suami yang suka main wanita, gugup menghadapi Netta yang super polos dengan perasaannya yang sangat sederhana.

__ADS_1


*****


__ADS_2