CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Kekasih Aarav


__ADS_3

"Sudahlah, kalian tidak perlu bertengkar lagi," ucap Netta dengan tenangnya.


"Aku juga tidak suka keributan, Adya yang memulainya," jawab Aarav, pria yang seharusnya menjadi orang yang menjaga sang adik dan Netta, lebih fokus pada keegoisannya, sehingga perdebatan kembali terjadi.


"Astaga, pria ini aneh, aku adikmu, kita harusnya tak berdebat terus kakak, kasihan Netta," cetus sang adik yang mencoba membuat sang kakak mengerti bahwa Netta benar-benar tak menyukai hal ini.


"Haha, aku tahu, sejak dulu, kau yang Daddy bela, jadi kau akan selalu menang. Oke, aku yang salah."


Sang kakak, terlihat marah, dia tidak mau bicara lagi.


"Ya, terserah kau saja," jawab sang adik mencoba untuk menghentikan perdebatan tak ada hentinya ini dan lebih fokus pada Netta.


Adya terlihat menatap kaca spion tengah mobil, di sana ada Netta yang tak mau menatap Aarav, Adya cukup puas dengan hal ini, karena akan membuat situasi semakin kondusif.


Dia dan Netta, cukup bersabar dengan si kakak yang cukup merepotkan.


Amarah Aarav memang sering meledak-ledak dan membuat segala sesuatunya cukup rumit.


Beberapa jam kemudian ....


Mobil itu telah berada di tempat parkir yang dekat dengan pantai yang di maksud.


Aarav turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Netta.


"Net, mau turun tidak?" tanya sang pria..


"Ya," jawab Netta datar.


"Kau marah padaku?" tanya pria itu lagi.


"Tidak," ujar sang gadis kembali dengan jawaban yang datar.


"Kau ini kenapa? marah katakan marah, tidak katakan tidak! aku sudah bersabar denganmu, tapi kau ngelunjak!"


Entah apa yang terjadi pada kakaknya, Aarav tiba-tiba saja mengatakan nada tinggi pada sang calon istri.


"Kau ada masalah? kenapa aneh, marah-marah sendiri?" ungkap Netta yang merasa ada yang aneh dengan Aarav.


Adya yang sudah ada di belakang Aarav, terlihat menarik kerah baju kakaknya.


"Minggir kak, Netta mau lewat," cetus sang adik.


Dia langsung membuat kakaknya menyingkir dan meminta tangan Netta, dua orang itu terlihat sangat serasi.


"Sialan!" umpat Aarav saat sang adik pergi begitu saja bersama Netta.


Sang kakak lalu melepaskan genggaman tangan Adya pada tangan Netta.


"Jika tidak bisa menjaganya, jangan merebutnya dariku," ujar Adya yang tak terima tangan Netta di lepaskan dari genggamannya.


"Oh, kau ingin kita apa!? berkelahi?" sahut sang kakak yang tak terima di tikung adiknya.

__ADS_1


"Hah, kau adalah pria paling menyebalkan di dunia ini kak, apapun yang aku suka, kau juga menyukainya!"


Tatapan mata Aarav dan Adya sangat penuh bola api yang sewaktu-waktu bisa meledak.


Netta mencoba menenangkan dua pria itu.


"Sudah, tidak perlu berdebat. Aku ingin ketenangan, kau juga bos Aarav, salahmu marah-marah," ungkap Netta.


Dia tidak enak hati dengan Adya yang selalu baik padanya dan tak menolak jika diajak berjalan bersama dengan Adya yang baik hati itu.


Sedangkan kecemburuan sudah menjadi harga mati bagi Aarav, dia tidak mau kalah.


"Kau ikut aku!" ucap sang Aarav.


"Jangan berebut, aku bukan boneka bos!" Netta mencoba menghindar, tapi sang bos justru menarik pergelangan tangan sang gadis.


Dia mencengkeram erat pergelangan itu dan membuat Adya kesal.


Bug!


Sang adik menghantam wajah kakaknya yang sudah bersikap kasar terhadap orang terkasihnya.


"Kakak, aku tahu kau arogan, tapi jangan sampai aku menghajar wajahmu karena sikap yang tidak sopan ini," ucap Adya dengan wajahnya yang cool.


"Cih, kau juga orang yang bodoh! kenapa harus berebut denganku, apa kau tidak laku?"


Sang kakak memang sangat senang memicu kemarahan adiknya, sehingga baku hantam pun berlanjut.


Hingga ide cemerlang, melesat ke dalam otaknya.


Dia pura-pura pingsan.


Bug!


Netta menjatuhkan tubuhnya di atas tanah dan benar saja, dua orang itu langsung berhenti bertengkar.


"Netta!" pekik dua kembar yang sudah bonyok wajahnya itu.


"Net, apa kau baik-baik saja? ayolah bangun!" pinta Adya.


"Netta! bangun, ini salah Adya, kalau dia tidak memukulku pasti kau tidak akan pingsan," jawab Aarav.


"Di saat seperti ini, jangan saling menyalahkan, lebih baik kita menolong Netta, agar dia segera sadar. Kau jaga dia, aku akan mengambil minyak. angin," cakap sang adik.


"Kau menyuruhku? berani sekali!" ungkap sang kakak yang merasa adiknya terlalu berani.


"Kau tahu dimana minyak angin?"


"Tidak tahu, makanya kau saja, bawel!"


"Astaga kakak ini, oke ... oke!"

__ADS_1


Sang adik tidak mau membuat masalah semakin rumit, dia segera beranjak menuju mobil dan membuka pintu, dia mengambil minyak angin yang ada di dashboard mobil itu.


"Kakak itu payah, dia yang meletakkan minyak angin di sini, dia yang lupa!"


Sang adik bergegas menuju Netta yang masih bersama Aarav.


Namun apa yang dilakukan oleh Aarav membuat Adya semakin genting.


"Astaga! apa yang kau lakukan?"


"Ingin memberikan nafas buatan!"


"Tidak, dia belum menjadi istrimu, minggir kau kak!"


Adya mencegah sang kakak melakukan hal yang belum pantas, meskipun kakak Bastardnya sudah melakukan dengan banyak gadis.


Adya mengambil alih tubuh Netta, dia segera memberikan minyak angin itu di hidung Netta.


Netta yang tidak pingsan, justru bersin.


"Haaacciih!"


"Syukurlah, kau baik-baik saja, kau kenapa Netta?" tanya sang Adya.


"Aku pusing tuan bos karena kalian berdua bertengkar saja," jawab Netta pura-pura.


Aarav yang malas melihat kemesraan dua orang itu, terlihat berjalan menuju pantai sendirian.


Dia juga terlihat mendapatkan telefon dari seseorang.


"Baby, apa kau marah padaku?" tanya seorang itu di panggilan telepon


"No, memangnya kenapa?" jawab Aarav masih melirik ke arah Aarav dan Netta yang masih mengobrol.


"Tapi, mengapa kau tidak mau menjawab panggilan telepon ku? harusnya kau menjadi orang yang pertama kali memberikan aku selamat saat menjadi super model tahun ini, tapi kau tidak datang? sungguh keterlaluan!"


Si gadis yang menelpon Aarav, sangat manja dengan pria itu sehingga membuat putra mantan mafia risih.


"Aku akan segera melakukan pernikahan dan dirimu jangan pernah menggangguku lagi!"


"Ha? Apa maksudmu baby? kau tidak akan menikahiku tetapi justru menikahi gadis lain? Apakah ini suatu hal yang benar sayang? aku tidak terima kau memperlakukanku seperti ini!"


"Aku tidak pernah memintamu untuk menungguku tapi kau yang ingin aku menikahimu, sejujurnya aku sangat muak padamu! jadi pergilah dari hidupku, cari pengganti yang cocok untukmu karena aku tidak pantas!"


"Ha? sangat mudah kau mengatakan hal yang menyakitkan, Aarav? Sebenarnya gadis seperti apa yang akan menikah denganmu? Apakah dia orang kaya? atau orang yang berpengaruh di kota ini?"


"Dia hanya gadis sederhana tetapi mampu membuatku jatuh cinta!"


"Cih! omong kosong!"


*****

__ADS_1


__ADS_2