CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Aarav yang jahat


__ADS_3

Bella sedikit memarahi kakaknya karena terlalu ceroboh, bagaimana bisa ingin menikah tiba-tiba saja ada masalah yang sangat tidak jelas seperti ini.


Sebuah permasalahan yang cukup menguras tenaga untuk memikirkannya.


"Kak, apa tidak sebaiknya kau mengatakan kepada kedua orang tua kita lalu selesaikan secara baik-baik?" pinta sang adik yang ingin semuanya cepat beres.


Dia merasa kelakuan Sang Kakak memang harus mendapatkan sesuatu yang membuat jera.


"Kau Ingin membuatku tidak waras ya? bagaimana bisa kau mengatakan semua itu kepadaku? kekasihku tidak hanya satu, Bella. Mereka bisa saja mengaku jika aku yang menghamili masing-masing gadis yang pernah aku ajak berkencan jikalau diriku benar-benar berbicara baik-baik dengan gadis yang mengaku hamil anakku itu!" Sang kakak sedang dalam situasi yang tidak menentu karena dirinya mendapati suatu keadaan yang sangat mendesak tetapi harus ia selesaikan dengan cepat.


"Aku akan melakukan satu hal yang membuat nya tutup mulut, Bella, aku titip Netta, aku pergi sebentar."


Aarav melakukan kesalahan fatal, dia tidak pernah menyangka jika pertemuannya dengan Netta, justru akan menemui peristiwa yang cukup mencengangkan ini.


Dia memang seorang pria yang sangat gemar berpetualang cinta, akan tetapi semuanya selalu aman tanpa harus meninggalkan benih di rahim masing-masing gadisnya.


"Kak, tunggu! jangan bilang kau akan memintanya menggugurkan kandungannya!"


"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat, kau hanya perlu diam tanpa harus bertanya terlalu jauh! kau memahami hal ini kan!"


"Tapi kak, bagaimana bisa kau akan menyelesaikannya sendirian? daddy dan mommy harus tahu akan hal ini!"


"Aku bisa melakukannya sendiri dan kau tidak perlu mengatakan apapun kepada kedua orang tua kita, Aku akan pergi menemui Gadis itu dan kau pura-pura tidak tahu mengenai semua permasalahan yang sedang aku hadapi ini!" pinta Aarav.


"Kak, kita masih memiliki orang tua, aku aku tetap bilang kepada mereka!" Sang adik sepertinya tidak mau diatur olehnya, tapi sang Kakak mengatakan," Jika kau berani mengatakan itu kepada mommy dan Daddy, kau akan mengetahui bahwa bukan lagi kakakmu tetapi musuhmu!"


"Astaga Kak Aarav, kau mengatakan semua ini seperti seorang yang baru saja mengenalku!"


"Maaf Bella, kali ini aku akan menyelesaikan segalanya sendiri karena aku yang melakukannya."


"Pernikahan dengan Netta?"


"Kita bicarakan nanti setelah aku pulang, kau ingat, jangan katakan apapun jika masih menganggapku kakak!"

__ADS_1


Aarav menatap ke arah wajah sang adik, dia menepuk pundak Bella," Serahkan padaku, setelah ini, aku akan berusaha melepaskan semua gadis itu demi Netta, aku akan belajar menjadi pria bertanggung jawab!"


Sang kakak mencoba meyakinkan kepada adiknya bahwa dirinya serius dengan ucapannya.


Dia akan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta menghormati gadis yang telah ia itu, namun jika hal itu benar pasti dia akan bertanggung jawab.


Namun, bukan pertanggungjawaban untuk menikahi sang gadis melainkan memberikan sejumlah uang serta memintanya untuk pergi jauh ke luar negeri.


Ini yang ada di mana Aarav.


Sang kakak, terlihat berjalan menuju garasi, dia langsung masuk ke dalam mobil dan tancap gas menuju tempat dimana sang gadis berada.


Bella hanya diam tanpa bisa mencegah.


"Semoga bayi itu bukan milik kakak," ucap sang adik.


Dia memilih untuk masuk ke dalam dan bergabung dengan saudaranya yang lain.


...


Drrt ... Drrt ... Drrt ....


Panggilan telepon terdengar jelas, Aarav segera menjawab panggilan telepon itu.


"Halo, ada apa?"


"Kau harus datang ke sebuah jembatan di jalan xxx, gadis yang kau kecewakan sedang berdiri disana, dia sepertinya ingin mengakhiri hidupnya!"


"Apa yang kau katakan, Stev! kau jangan bohong padaku!


Aarav panik, dia tidak bisa membiarkan seorang gadis tewas sia-sia hanya karena perbuatannya.


Dia segera mempercepat laju kendaraannya agar bisa menyusul sang gadis lalu menyelamatkan dari maut.

__ADS_1


Perjalanan menuju jalan xxx, menghabiskan waktu 2 jam tapi dia bisa melewati semua kendaraan dan berhenti di sebuah jembatan yang dimaksud hanya dalam waktu 1 jam saja.


Dia memarkir mobilnya tepat di pinggir jalan, putus asa tidak ada banyak kendaraan di sana sehingga dia bisa leluasa memarkirkan mobilnya tanpa perlu takut ditabrak oleh mobil lain di belakangnya.


Sang mafia turun dari mobil kemudian berjalan menuju seorang gadis yang terlihat sedang menunduk dan menatap sungai yang sangat deras arusnya.


"Hey! tunggu! jangan mengakhiri hidupmu Karena aku bukan pria yang baik untuk kau sesali!" teriak Aarav, tapi teriakannya tidak digubris oleh sang gadis sehingga dia harus berlari menuju tempat saya gadis yang akan naik ke tepi jembatan.


Saat sang gadis ingin lompat dari jembatan itu, Aarav sudah sikap menangkap tubuh Sang gadis yakin sudah menangis di pelukannya.


"Hiks, kau sudah menipuku dan membiarkanku mengandung anakmu! bagaimana bisa kau menipu gadis polos sepertiku yang tidak memiliki apapun di dunia ini? Apa kau yakin akan menikahiku setelah aku tahu kau memiliki banyak gadis di luar sana?" ucap sang gadis sambil bergetar seluruh badannya karena mengetahui bahwa Aarav adalah orang yang berpengaruh di kota itu tetapi tetap saja sang gadis tidak berhati-hati.


"Gugurkan kandunganmu, aku akan memberikan uang yang sangat banyak kepadamu!"


Deg!


Kata-kata sang Aarav, sangat menohok di dalam hati sang gadis karena dia tidak pernah menyangka seorang pria yang selama ini Baik dihadapannya memiliki sifat yang buruk.


"Aku akan tetap membiarkan anak ini lahir dan kau tidak perlu memberiku uang, kau nikmati saja hidupmu yang sudah bahagia itu! kau jangan pernah mencariku lagi!"


Sang gadis memaksa untuk lepas dari pelukan Aarav, tapi tidak bisa, Aarav memaksa gadis itu ikut dengannya.


Dia mengendong tubuh sang gadis lalu memasukkannya ke dalam mobil, dia tak akan pernah membiarkan anak itu hidup dan lahir di dunia ini, tindakannya sangat tidak dibenarkan.


"Aku tidak suka bantahan yang kau ucapkan padaku, maaf aku harus mengakhiri hubungan ini dengan menggugurkan secara paksa!"


Aarav, mengambil sebuah sapu tangan yang telah disiapkan olehnya, sapu tangan itu sudah ditetesi obat bius sehingga sang gadis langsung lunglai ketika kain itu Aarav gunakan untuk membungkam mulut sang gadis.


"Maaf, aku harus melakukan semua ini karena kau tidak mengikuti apa yang aku katakan! aku akan jadi orang jahat, tidak peduli kata orang! Aku ingin berubah ketika menikahi Anetta, gadis ini hanya halangan bagiku!"


Aarav, menjadi gelap mata ketika dia mendapatkan seorang gadis yang sudah mampu mencuri hatinya, mencuri perhatiannya juga.


Dia menjadi kriminal, tanpa sepengetahuan keluarganya.

__ADS_1


*****


__ADS_2