
Adya menahan amarahnya untuk beberapa waktu, dia terlihat cukup kesal dengan kata-kata sang kakak yang sangat menyakiti hatinya.
Bagaimana bisa melakukan semua ini pada seorang gadis yang sangat dia cintai, meskipun dia tidak bisa memiliki, janganlah melakukan hala yang akan membuat hubungan kekeluargaan antara Adya dan Aarav justru merengang seperti ini. Sang kakak memang sangat membingungkan.
Pria itu sudah menang banyak tetapi tidak mau memperlakukan Netta dengan baik, kesalnya Adya sudah ada di ubun-ubun, rasanya sangat tidak nyaman untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Bella yang belum mau berkomentar, memilki inisiatif untuk membuat mood kakaknya membaik, dia mengarahkan mobilnya ke kanan, dimana sebuah Cafe anak muda berada.
"Bella? Kita mau kemana" tanya Adya yang tak paham dengan maksud sang adik yang tiba-tiba merubah arah untuk pulang menuju tempat lain.
"Kau diamlah, kakak dan Netta hanya perlu mengiktui apa yang aku inginkan, tidak peduli kalian suka atau tidak, pada intinya kalian harus patuh dengan apa yang aku inginkan," ungkap Bella terdengar sanagta egois.
Dia tidak mau mmebuat sang kakak dalam kesulitan karena terlalu membuat kehidupan ini menjadi sangat rumit.
Adya sudah kehilangan semangat hidupnya ketika Netta tak bisa ia dapatkan raga dan hatinya.
__ADS_1
Sang kakak nomor empat, terlihat begitu frustasi akan hal ini, maka dari itu, sebelum hari pernikahan tiba, Bella akan memberikan sebuah hal yang cukup mengesankan.
Cafe D'Lavone ...
Mobil Adya telah terparkir di depan cafe anak muda bernama cafe D'Lavone.
Tempat ini, biasanya menjadi tempat dua orang yang memiliki permasalahan hati perasaan, bisa di selesaikan di tempat ini tanpa adanya intervensi dari pihak lain seperti dirinya.
Meskipun Bella menjadi adik kandung dari Adya, dia tidak memilki wewenang untuk memberikan saran yang berlebihan mengenai hubungan Netta dan Adya yang hanya sebatas pertemanan itu.
"Aku tidak memiliki masalah dengan Netta, hanya saja Kak Aarav cukup membuatku pusing oleh sebab sikapnya yang tak memiliki sifat hormat terhadap gadis yang sangat berhati baik seperti Netta ini. Sungguh aku merasa tidak adil dengan sifat kakak itu," ungkap Adya mengungkapkan uneg-unegnya.
Namun, berbeda dengan Netta, gadis lugu itu tidak mau membuat dua saudara kembali berselisih paham hanya karena dirinya.
Netta mau mengikuti saran dari Bella.
__ADS_1
"Bos Adya, tidak ada salahnya untuk kita menjadikan apa yang disampaikan oleh nona bos sebagai sebuah alasan untuk memperbaiki hubungan antara bos dan kakak bos," pinta Netta.
Adya yang tidak percaya dengan apa yang terjadi, begitu sedih, karena dia mengetahui bahwa perasaan yang ada di dalam hatinya memang tidak akan mendapatka balasan dari sang pujaan hati, dia hanya bisa pasrah.
"Oke," jawab Adya dengan wajah lesu.
Netta dan Adya turun dari mobil lalu berjalan menuju jajaran kursi yang ada di cafe itu.
"Netta, maaf akan semua perasaan ini, karena aku tak bisa menahan diri untuk tidak mencintaimu," ucap Adya sesaat setelah duduk di cafe itu.
"Bos, kita harus sama-sama memilki sikap legowo, aku akan tetap menikah dengan bos Aarav, tentang perasaanmu, aku memang tak menerimanya, maaf!"
Duar!
Seperti disambar petir, batin Adya hancur tak bersisa.
__ADS_1
*****