CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Aku rela


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan menuju rumah Adya dan Aarav, Netta hanya diam saja, dia terlihat sangat lelah sepertinya.


Apalagi pernikahan yang tak pernah ia duga sebelumnya, Netta yang merasa tak pantas mendapatkan cinta dari Adya ataupun Aarav, mencoba untuk menelisik.


"Nona bos, apa aku ini cantik?" tanya sang gadis yang terlihat menatap wajahnya di kaca spion tengah mobil.


Bella yang paham arah pembicaraan sang gadis, mencoba menjelaskan padanya bahwa kecantikan itu, tidak bisa di takar hanya dari wajah yang cantik semata.


Namun dari tingkah lakunya juga.


"Net, aku tidak ingin mengungkit ini lagi, tapi aku berharap kau percaya pada dirimu sendiri. Kak Aarav mau menuruti apa yang kau inginkan, adalah suatu hal yang langka. Jadi kau tidak perlu takut dengan hatimu. Saat kau mau menerima cinta, terima saja. Kak Aarav, adalah suamimu. Kau pantas mendapatkan cinta dan memberi cinta padanya, semua yang aku sarankan untukmu tembus. Jadi fix, Kak Aarav, mau berubah dan dia sangat mencintaimu," cetus sang adik ipar.


Senyumnya sangat merekah.


Dia mantap mengatakan bahwa Netta adalah gadis idaman yang memang pantas mendapatkan cinta dua pria yang mencintainya.


Sang gadis terlihat sangat bingung.

__ADS_1


Dia merasa kisahnya dengan sang suami hanya sebatas pernikahan kontrak enam bulan tanpa adanya perasaan saling suka.


"Aku menyadari satu hal nona bos, aku dan Aarav hanya sebuah hubungan yang tidak nyata. Jika dia terlihat sangat baik, aku tidak mau terlalu terbawa perasaan karena hakikatnya kami tidak pernah memiliki pondasi perasaan suka yang mendalam."


Netta menyadari ini sejak awal dan akan tetap memegang teguh apa yang sudah ia yakini sebelumnya. Dia akan tetap menjadi Netta apa adanya tanpa kepalsuan.


Perjalanan panjang menuju rumah Bella, di isi dengan perbincangan mengenai perasaan Netta yang tidak tenang oleh sebab dirinya yang tidak merasa pantas di perlakukan baik oleh dua orang pria tampan yang notabene adalah kakak beradik.


....


Beberapa menit kemudian, sang gadis merasa lega karena perjalanan itu sudah berakhir.


Tanpa di duga, Adya tiba-tiba muncul dan memberikan kesan bahwa dirinya sudah baik-baik saja.


"Halo Netta, aku sangat senang kau menjadi anggota keluarga kami. Jangan pernah merasa sungkan karena apa yang terjadi di dalam keluarga kita semata hanyalah masalah umum yang sering dialami oleh anggota keluarga lain. Kau tetaplah kakak iparku, berbahagialah dengan kakak."


Nampak wajah tegar terlukis jelas di wajah itu.

__ADS_1


Netta justru tidak enak hati dengan adik iparnya.


"Maaf bos Adya, aku tidak bermaksud membuatmu sakit hati. Aku sangat ingin kau merasakan kebahagiaan, meski bukan denganku."


Netta memilih untuk mengajak Bella masuk.


Adya yang tegar tetap tersenyum dan mengkondisikan hatinya.


"Aku tahu, aku salah. Aku juga tidak menyangka akan bertarung dengan kakak mengenai jodoh. Namun, kata daddy dan mommy, Kak Aarav sudah bertobat dan menunjukkan bahwa dia sangat mencintai Netta, aku cukup lega mendengar semuanya. JIka kakak tak bermasalah, aku adalah orang pertama yang memberikan mereka berdua restu tanpa diminta."


Sang pria merasakan sesuatu yang sangat berbeda mengenai pandangannya terhadap Aarav.


Aarav yang tidak terlihat berubah, tiba-tiba bisa menuruti apa yang di katakan oleh Netta.


Ini suatu keajaiban.


Adya tersenyum dan berjalan masuk menyusul adik dan kakak iparnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2