
Adinda yang masih pusing melangkahkan kakinya dengan pelan disamping Raka. Raka sesekali melirik wajah Adinda yang terlihat pucat. "Om perut Dinda nggak kuat nih mana kayak diaduk-aduk terus sekarang laper lagi Om. Tapi lidah Dinda nggak enak rasanya" ucap Adinda.
"Naik Jet ski aja kamu mabok apalagi naik wahana" ucap Raka.
"Kayak yang mau ngajakin Dinda ke wahana aja si Om. Kalau naik ke wahana paling Dinda naik komedi puter" ucap Dinda.
"Itu permainan bocah SD" ejek Raka.
"Ya ampun Om banyak loh yang lagi pacaran naik komedi puter. Dulu aku pernah ngajakin Rifki naik komedi puter dan dia mau aja sih" jelas Dinda.
Adinda jadi merindukan sosok Rifki yang dulu bahkan tidak protes dengan segala hal yang ia lakukan termasuk warna kuning yang ia sukai dan sering diejek orang-orang yang melihatnya . Warna kuning mengingatkan Dinda akan pisang buah kesukaannya. Dinda sering sekali membeli pisang coklat, bolu pisang bahkan semua makanan yang terbuat dari pisang pasti ia suka.
"Om Dinda jadi sedih nih Om kalau ingat Rifki" ucap Dinda mengingat mantan terindahnya.
"Siapa Rifki?" tanya Raka. keduanya melangkahkan kakinya menuju mobil yang akan mengantar mereka ke Resort.
"Mantan pacar Dinda Om. Dia orangnya ganteng, pintar dan dulu sangat sayang sama Dinda" ucap Adinda.
"Terus kenapa putus?" tanya Raka. mereka telah sampai di depan mobil membuat Adinda menghela napasnya.
"Dia selingkuh" ucap Adinda sendu.
Adinda dan Raka masuk kedalam mobil lalu Raka segera menutup pintu mobil. "Kalau dia selingkuh berarti dia nggak sayang sama kamu. Laki-laki itu bisa dipercaya kalau dia setia dan memegang janjinya pada perempuan yang dia cintai" jelas Raka. "Pak jalannya nggak usah ngebut-ngebut!" ucap Raka kepada supir Resort.
"Iya Tuan" ucap Pak supir.
Adinda menatap Raka dengan tatapan seriusnya dan ada sesuatu yang hangat yang menjalar dihatinya saat ia mendengar ucapan Raka tadi. Raka mungkin terlihat sombong, angkuh dan ketus, tapi dibalik sifatnya itu ternyata dia adalah laki-laki yang baik.
"Om pernah punya pacar?" tanya Adinda.
__ADS_1
Raka melirik Adinda yang berada disampingnya "Pernah" ucap Raka.
"Siapa Om? cantik nggak? hmmm...kenapa Om putus?" tanya Adinda penasaran.
"Dia meninggalkan saya" ucap Raka membuat Adinda semakin pensaran. Siapa sosok perempuan yang di cintai Raka.
"Kok bisa Om? O... mungkin karena sikap Om nih makanya dia nggak tahan!" ucap Adinda sok tahu.
Raka menolehkan kepalanya menatap Adinda "Dia meninggal karena sakit" ucap Raka membuat Adinda menelan ludahnya.
jadi Om Raka nggak pernah pacaran lagi setelah itu? perempuan yang menjadi pacar Om Raka ini perempuan waktu dia masih SMA itu. jadi sampai sekarang Om Raka belum moveon juga.
"Maaf ya Om, udah buat Om sedih" ucap Adinda.
"Saya tidak sedih" ucap Raka.
"Masa si Om?" Adinda mendekati wajahnya agar bisa menatap mata Raka dan mencari tanda-tanda kesedihan Raka.
"Maaf Pak, kita sudah sampai!" ucap Pak Supir membuat Adinda terkejut dan tanpa sadar ia memeluk Raka.
"Bapak ngejutin aja sih!" teriak Adinda.
"Maaf Non habisnya saya kan jadi kepengen juga ciuman jadinya kalau lihat live begini Non!" ucap Pak Supir.
"Siapa yang ciuman?" teriak Adinda. Raka membuka pintu mobil dan segera keluar.
"Kamu sepertinya sudah sembuh" ucap Raka. ia menarik tangan Adinda agar segera keluar dari dalam mobil. Raka kembali menutup pintu mobil "Terimakasih Pak" ucap Raka lalu ia melangkahkan kakinya masuk kedalam Resort.
"Om jalannya jangan cepat-cepat!" pinta Adinda saat ia berusahan mengikuti langkah kaki Raka dan mengejarnya.
__ADS_1
Raka menghentikan langkahnya, membuat Adinda memepercepat langkahnya dan ia Seger memegang lengan Raka. keduanya kembali melanjutkan langkahnya.
"Kamu sadar nggak kalau kamu bau?" ucap Raka.
"Namanya orang mabuk Om pastih baulah" ucap Adinda.
Raka tidak menepis tangan Adinda dan membiarkan Adinda memeluk lengannya. Beberapa karayawan Resort membungkukkan tubuhnya. "Om resort ini beneran yang mendesainnya itu Om?" tanya Adinda.
"Iya" ucap Raka.
"Wah Om ternyata hebat banget!" puji Adinda
Tak terasa keduanya telah sampai di kamar. Raka membuka pintu kamarnya dan Adinda mengehla napasnya karena ia ternyata lupa dimana ia meletakan kartunya dan sepertunya ponsel miliknya masih bersama Ayunda.
"Om... aku lupa bawa tas yang isinya kunci kamar dan ponsel aku" ucap Adinda saat Raka ingin menutup pintunya.
Raka membuka pintu kamarnya "Masuklah!" ucap Raka.
Adinda tersenyum senang dan segera masuk ke kamar Raka. Kamar ini tidak jauh berbeda dengan kamar miliknya yang ada disebelah kamar Raka.
"Om numpang mandi ya!" ucap Adinda membuat Raka menghela napasnya.
"Kamu nggak takut sama saya?" tanya Raka.
Adinda menggelengkan kepalanya "Enggak tuh" ucap Adinda.
"Saya seorang pria lajang Dinda. Saya... " ucapan Raka dipotong Adinda.
"Numpang mandi aja Om kan Dinda nggak ngapa-ngapain Om kok, Dinda janji!" ucap Adinda membuat Raka prustasi karena Adinda membuatnya benar-benar kesal saat ini. Raka menghubungi Guna dan meminta Guna mengirimkan nomor ponsel manajer resort
__ADS_1
"Kamu duduk saya akan menghubungi Pihak resepsionis resort agar mengantarkan kunci kamar kamu!" ucap Raka namun ternyata Adinda telah masuk kekamar mandinya dan mandi sambil bernyanyi.