
Adinda menemani Raka menunggu Radina sadar. Ia mencoba menahan emosinya saat Lastri secara terang-terang terlihat menolak kehadiranya disini. Raka berusaha membuat Adinda nyaman disampingnya dan tidak membiarkan Adinda jauh darinya. Adinda telah menghubungi Ratna dan mengatakan keberadaannya saat ini bersama Raka di rumah sakit.
Untung saja Felisa bukanlah anak yang rewel dan saat ini Felisa berada dirumah bersama Ratna dan Ayunda. Ratna dan Bagas sangat menyayangi Felisa bahkan mereka juga menginginkan Felisa tinggal bersama mereka jika kelak Adinda dan Raka menikah. Tentu saja Adinda menolak secara halus karena ia sangat menyayangi Felisa dan tidak ingin berpisah dari Felisa.
"Raka" panggil Lastri membuat Raka menatap wanita yang melahirkannya itu dengan datar.
"Sebaiknya kau membawanya pulang karena sudah ada Mami, Akmal dan Adam yang menjaga Radina!" ucap Lastri.
"Saya tidak percaya jika kalian akan bisa membuat Radina nyaman ketika dia sadar nanti!" ucap Raka membuat Akmal menatap Raka dengan tatapan tidak suka.
"Apa maksud kamu Raka?" teriak Akmal.
"Sudah jangan ribut ini rumah sakit, bisahkan Mami, Kak Raka dan Kak Akmal tidak membuat keributan!" ucap Adam.
Suster membuka pintu ruangan "Pasien sudah sadar dan meminta Alana untuk masuk!" ucap Suster membuat Lastri kesal.
"Saya ibunya Suster harusnya saya yang masuk duluan bukan dia!" kesal Lastri.
"Maaf Bu ini adalah permintaan pasien!" ucap Suster.
Alana segera masuk membuat Lastri tidak terima dan ia memaksakan diri untuk masuk kedalam ruang perawatan Radina. Radina melihat kehadiran Maminya membuatnya menggelengkan kepalanya sambil menangis.
"Pergi!" teriak Radina. "Jangan mendekat!" teriakan Radina membuat Raka, Adinda, Akmal dan Adam ikut masuk kedalam ruang perawatan Radina.
"Jangan mendekat! Radina benci kalian semua!" teriak Radina.
Adam melangkahkan kakinya mendekati Radina namun Radina menggelengkan kepalanya "Jangan... Kak Adam jangan kemari!" isak tangis Radina membuat Raka melepaskan tangannya yang memegang tangan Adinda dan dengan cepat melangkahkan kakinya mendekati Radina lalu memeluk Radina.
"Maafkan Kakak! jangan takut Radina Kakak akan melindungimu!" ucap Raka membuat tubuh Radina yang menegang segera membalas pelukan Raka dengan erat.
__ADS_1
"Tolong Radina Kak Raka!" lirh Radina karena satu-satunya yang bisa menolongnya saat ini hanyala Raka.
"Iya, Kakak akan menolongmu!" ucap Raka.
"Radina" panggil Akmal namun Radina menggelengkan kepalanya seolah menolak Akmal untuk mendekatinya. "Tolong Radina Kak Raka, Radina tidak mau menikah! Kak Akmal jangan kemari!" ucap Radina.
"Tidak ada yang akan memaksamu untuk menikah dengan siapapun, jika ada yang memaksamu mereka akan berhadapan dengan saya!" ucap Raka dingin.
Lastri kesal mendengar ucapan Raka. "Radina harus menikah dengan Brian karena dia sedang mengandung anak Brian. Radina jangan membuat keluarga kita malu nak!" ucap Lastri. Entah apa yang dipikirkan Lastru hingga tega menjual kebahagiaan anaknya sendiri. Adinda tidak bisa menahan air matanya mengingat kondisi Radina saat ini.
"Radina telah keguguran dan dia tidak perlu menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai!" ucap Raka menatap Lastri dengan tatapan kesal.
"Raka kau jangan ikut campur urusan keluarga Mami!" ucap Lastri menatap Raka dengan tajam.
"Saya harus ikut campur karena Radina menginginkan perlindungan dari saya!" ucap Raka membuat Radina merasa tenang. Ia menatap wajah Raka dengan genangan air matanya yang terus saja menetes sejak tadi.
"Radina tidak mau pulang bersama mereka Kak!" ucap Radina.
"Tidak bisa Raka, kau tidak bisa membawa Radina dia bukan tanggung jawabmu!" teriak Lastri.
"Dia akan menjadi tanggung jawabku karena saya dan dia lahir dirahim yang sama. Dia adik saya dan saya akan melindunginya!" ucap Raka.
Lastri mengepalkan tangannya, jika Radina tidak menikah dengan Brian, maka Brian tidak akan bersedia membantu perusahaan yang susah payah ia pertahankan. "Raka kamu tega sama Mami dan adik-adik kamu hidup susah karena kamu Raka. Dengan Radina menikah dengan Brian, Brian bersedia membantu perusahan Mami!" ucap Lastri.
Raka tertawa sinis "Perusahaanmu? empat puluh persen saham dari perusahaan itu masih milikku, apa anda lupa jika Papi saat itu memang memberikan saham miliknya kepada anda tapi tidak saham miliku!" ucap Raka membuat Akmal terkejut karena ia tidak tahu jika saham yang dimiliki Raka ternyata lebih besar dari saham Maminya yang hanya tiga puluh persen.
"Raka... Mami mohon nak, mengertilah! jangan ikut campur urusan Mami dan serahkan Radina pada Mami!" ucap Lastri.
"Radina tidak mau Kak, Radina tidak mau tinggal bersama mereka hiks...hiks... !" teriak Radina histeris membuat Raka mengelus kepala Radina dengan lembut.
__ADS_1
"Tenanglah itu tidak akan terjadi, kau akan bebas dan bisa melakukan apapun yang kau mau Radina! jangan khawatir!" ucap Raka lembut. "Kalian tinggal pilih saya mengambil alih perusahaan atau saya akan berinvestasi dengan perusahaan kalian dengan satu sarat, Radina tidak perlu menikah dengan laki-laki yang tidak dia inginkan. Radina juga akan menjadi tanggung jawab saya dan dia tidak perlu tinggal bersama kalian. Tanda tangani perjanjian itu dengan pengacara saya!" ucap Raka membuat Lastri menatap Raka dengan kesal namun sepetinya itu adalah jalan yang terbaik saat ini.
"Oke" ucap Lastri membuat Adam menatap sendu Radina sedangkan Akmal merasa lega. "Tapi Raka, Mami mau kamu menyerahkan empat puluh persen saham perusahan kita kepada Akmal! kau telah memiliki beberapa perusahaan Raka dan sebaiknya Kau memberikan adikmu saham itu!" bujuk Lastri.
"Tidak, saham itu tidak akan aku berikan dengan Mami ataupun Akmal! Saham miliku akan menjadi milik putriku!" ucap Raka tersenyum sinis saat melihat Lastri menatap Raka dengan tatapan terkejut. "Sebaiknya kalian pulang sebelum saya berubah pikiran!" ucap Raka membuat Lastri dan Akmal segera keluar dari ruangan ini sedangkan Adam sebenarnya memilih untuk tinggal dan menjaga adiknya.
"Adam!" teriak Akmal membuat Adam keluar dari ruangan Radina dengan langkah lunglai.
"Terimakasih Kak!" ucap Radina.
"Tidak perlu berterimakasih karena sudah kewajiban saya melindungimu!" ucap Raka. "Dinda!" panggil Raka membuat Adinda mendekati Raka.
"Radina dia calon istri Kakak, kami akan segera menikah dan Kakak harap kamu bisa menjalin hubungan yang baik dengan istri Kakak. Setelah keluar dari rumah sakit kamu akan tinggal di Apartemen Kakak!" ucap Raka membuat Radina kembali menangis haru dan Adinda segera memeluk Radina.
"Jangan menangis lagi Radina Kak Raka dan Mbak akan selalu disampingmu!" ucap Adinda.
"Iya Mbak terimakasih hiks...hiks..." ucap Radina. Alana ikut menangis haru melihat sahabatnya akhirnya bisa lepas dari keluarganya yang selalu memaksanya melakukan hal-hal yang tidak ia inginkan.
"Kau tidak perlu bekerja, Kakak akan memenuhi semua kebutuhanmu dengan satu sarat, kau harus rajin kuliah!" ucap Raka.
"Kak Radina mau pindah kuliah Kak, Brian nggak akan melepaskan Radina begitu saja!" ucap Radina.
"Oke... apapun yang membuatmu bahagia akan Kakak lakukan asalkan itu baik untukmu!" ucap Raka.
"Mbak Dinda janji bakalan sering main ke apartemen Radina bersama Kak Raka!" ucap Adinda.
"Iya Kak terimakasih!" ucap Radina. Satu nama yang selalu membuat Radina takut yaitu Brian. Brian tidak akan mudah melepaskannya apalagi setelah tahu jika janin yang berada dikandungannya sudah tidak ada.
tbc...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentarnya. Terimakasih 🙏🙏🙏🙏