
Guna mengubungi sekretarisnya untuk menunda rapat karena ia akan menemani Ayunda pergi kerumah sakit untuk neneriksakan kondisi lengsn Ayunda. saat ini mereka sedang sarapan bersama. Ratna tersenyum melihat Guna yang saat ini membantu Ayunds mengambil nasi goreng untuk Ayunda sedangkan Adinda menahan tawanya melihat Ayunda yang sepertinya tidak bisa menangkal rayuan maut dari Guna dan akhirnya memaafkan Guna.
"Ma, Kak Alfa kapan pulang?" tanya Ayunda.
"Belum tahu dia belum ambil cuti" ucap Ratna.
"Hari ini Papa pulang, jadi Papa mau dijembut nggak Ma?" tanya Adinda.
"Nggak usah kata Papa, nanti Papa diantar teman kantornya" jelas Ratna. "Ayu udah rapi mau pergi kerja? izin dulu aja nak, gimana mau kerja kalau lenganmu kayak gitu!" ucap Ratna.
"Iya Ma, Ayu nggak kerja kok" ucap Ayu.
"Ayu mau pergi ke Rumah sakit sama saya Ma!" jelas Guna.
"Loh kamu nggak ke kantor?" tanya Ratna.
"Nanti siang Ma" ucap Guna.
setelah selesai sarapan, Guna mengajak Ayunda pergi bersamanya menuju rumah sakit. Tak ada penolakan dari Ayunda karena Guna terlihat perhatian padanya. Ayunda juga tidak menyangka jika Guna meminta Dokter memastikan kondisi tubuhnya dan memurut pemeriksaan kondisi tubu Ayunda baik-baik saja dan tangannya juga telah dilakukan beberapa tindakan bisa segera sembuh.
"Masih sakit?" tanya Guna melirik Ayunda yang saat ini berada disampingnya.
"Sesekali aja sakitnya kalau tersenggol, agak nyilu" jelas Ayunda.
saat ini keduanya telah berada didalam mobil dan menuju ke Kantor. "Mas Ayu mau pulang kenapa kesini?" tanya Ayu.
__ADS_1
"Saya ada rapat dan kamu menunggu saya didalam ruangan saya!" pinta Guna.
"Tapi kan aku izin sakit Mas, masa aku datang ke Kantor!" kesal Ayunda.
"Jadi ngak resign?" goda Guna.
"Nanti, tunggu keadaan aman" ucap Ayunda.
"Aman?" tanya Guna bingung dengan ucapan Ayunda dengan kata aman.
"Aman dari para pelakor yang mau ngerbut suami orang" ucap Ayunda kesal membuat Guna terkekeh.
"Hehehe.. kayakanya kamu beneran cemburu ya Yu?" goda Guna.
"Nggak akan saya biarkan kamu didekati laki-laki manapun!" ucap Guna.
"Berarti aku juga dong Mas. Nggak akan membiarkan Mas didekati wanita lain!" ucap Ayunda membuat Guna mengacak-acak rambut Ayunda.
"Mas apa-apain sih rambut Ayu jadi kusut!" kesal Ayunda.
"Tapi kamu tetap cantik kok" puji Guna.
"Gombal" ejek. Ayunda.
"Gombal sama istri nggak dosa Yu" jelas Guna.
__ADS_1
"Iya kalau berani menduakan istri itu dosanya besar banget loh Mas" ejek Ayunda.
"Iya, tapi Mas nggak pernah ngeduain kamu!" Guna tersenyum manis membuat Ayunda merasa Guna sangat tampan saat ini.
mobil mereka memasuki parkir lobi utama Candrama grup. dua orang satpam membungkukkan tubuhnya dan membuka pintu mobil. Ayunda keluar bersama Guna membuat beberapa karyawan penasaran dengan sosok Ayunda yang datang bersama Ceo mereka.
mampus gue... mulut mereka pasti tambah sadis ngelihat gue keluar dari mobil Mas Guna.
Guna memegang tangan Ayunda dan segera menuju lift khusus petinggi Candrama grup. Ratih terkejut melihat kedatangan Ayunds bersama Gunadarma. apalagi Guna memegang tangan Ayunda dan mengajak Ayunda masuk kedalam lift khusus petinggi Candrama grup.
didalam lift Ayunda merasa ia benar-benat gugup saat ini. Guna menyadari jika Ayunda terlihat gugup dan wajahnya pun pucat. ia menarik Ayunda dengan lembut dan memeluknya. "Kenapa?" tanya Guna.
"Takut" lirih Ayunda.
"Kamu takut naik lift?" tanya Guna.
ting...lift terbuka dan Guna segera melangkahkan kakinya keluar dari lift bersama Ayunda. "Bukan takut naik lift, tapi takut kalau..."
"Apa?" tanya Guna.
"Nanti aja... " ucap Ayunda membuat Guna menghela napasnya.
"Ayo kita keruanganku!" ajak Guna. Ayunda menganggukkam kepalanya dan keduanya segera masuk kedalam ruangan Guna. Guna memberi isyarat kepada sekretarisnya bahwa ia tidak ingin diganggu siapapun saat ini.
tbc...
__ADS_1