CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Rahasia


__ADS_3

Liburan singkat keluarga Candrama telah usai, saat ini semua keluarga telah kembali ke Rumah masing-masing. Raka dan Adinda pulang ke Kediaman Candrma bersama Farhan Candrama dan juga Felisa. Gemal dan Vivian kembali tinggal bersama Elin dan Aditnya karena Guna dan Ayunda akan segera tinggal di kediaman orang tua Ayunda.


Saat ini Ayunda sedang menyusun barang-barang Ghavin kedalam keranjang. Selama rumah orang tuanya di perbaiki, Guna sengaja memasang pagar tinggi dan melarang semua keluargannya untuk melihat perbaikan rumah. Ia menyiapkan kejutan untuk keluarganya. Guna mendekati Ayunda dan merangkul bahu istrinya itu. Ia melihat wajah Ayunda yang pucat dan keringat dingin diwajah Ayunda, membuatnya khawatir. Guna menarik tangan Ayunda dan menghentikan gerakan Ayunda.


"Nggak usah diberesin nanti biar Mas suruh Mbok yang beresin bajunya. Sekarang kamu istirahat saja!" ucap Guna. Ia kemudian mengambil tisu dan membersihkan wajah Ayunda dengan tisu, lalu memberikan Ayunda segelas air putih.


"Mas Ayu nggak apa-apa, kok wajahnya khawatir gitu?" ucap Ayunda.


"Wajah kamu pucat sayang dan kamu ikut Mas ke Dokter!" ucap Guna membuat Ayunda menggelengkan kepalanya.


"Nggak mau," ucap Ayunda dan ia memeluk pinggang Guna dengan erat membuat Guna menghela napasnya. Istrinya ini pasti akan menolak jika ia ingin membawanya ke dokter. Untung saja Gemal dan Papinya adalah Dokter dan ia bisa meminta Papinya atau adiknya Gemal untuk memeriksa Ayunda.


"Kamu udah makan?" tanya Guna. Ayunda menggelengkan kepalanya.


"Ayu, kenapa belum makan?" kesal Guna.


"Belum laper, " ucap Ayunda.

__ADS_1


"Kamu butuh banyak makan Yu!" ucap Guna karena Ayunda masih memberikan asi untuk Ghavin.


Pengasuh Ghavin mengetuk pintu kamar Ghavin membuat Ayunda segera mengizinkannya masuk. "Masuk Mbak!"


"Nyony, Ghavinnya nggak mau minus asi" ucap pengasuh Ghavin. Asi Ayunda yang telah dipompa juga ditolak Ghavin. Tadi Ayuda telah mencoba menyusui Ghavin tapi Ghavinya malah menangis.


"Kok gitu, biasanya dia lahapkan Yu?" tanya Guna.


"Iya Mas," ucap Ayunda.


Ayunda menatap punggung Guna dengan perasaan cemas dan juga khawatir karena putranya menolak meminum asinya. Setelah menghubungi Gemal, Guna mendekati Ayunda.


"Minum susu formula saja, nanti Gemal rekomendasikan susu yang bagus buat Ghavin dari pada susu tambahanya yanhmg sering Ghavin minum!" ucap Guna. Ayunda tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Sekarang Ghavin dimana Mbak?" tanya Guna kepada pengasuh Ghavin.


"Sama Oma Elin, Pak," ucap pengasuh Ghavin.


"Ayo kita ke bawah kamu belum makan Ayu, Mas nggak mau kamu sakit!" ucap Guna membuat Ayunda menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Keduanya menuju lantai dasar dan kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur. Guna telah meminta Gemal untuk membelikan Ghavin susu formula yang bagus untuk Ghavin. Ghavin memang juga diberikan susu tambahan sebelumnya, tapi Ghvin lebih suka asi Mamanya dibandingkan susu formula. Guna meminta Gemal mencarikan susu formula lain yang mungkin akan disukai Ghavin.


Guna meminta Ayunda untuk duduk dan ia mengambilkan nasi, ayam goreng dan sayuran untuk Ayunda. Guna memang sangat perhatian kepada Ayunda disela-sela kesibukannya. Ia bahkan selalu menghubungi Ayunda setiap tiga jam sekali untuk menanyakan dimana Ayunda, sedang apa dan sudah makan apa belum. Hari ini ia memang pulang kantor lebih cepat, untuk melihat para pekerja rumah mertuanya yang saat ini sedang medesain bagian dalam rumah.


Guna menyuapkan Ayunda sesendok nasi dengan suiran ayam dan juga sayurnya membuat Ayunda segera membuka mulutnya. Ayunda sangat beruntung karena Guna sangat perhatian padanya. Sesekali Guna akan menyeka bibir Ayunda jika terdapat nasi yang tertempel ataupun bekas makanan dari makanan yang dimakan Ayunda. Suapan demi suapan akhirnya tidak terasa telah habis membuat Guna tersenyum.


Ayunda menatap wajah Guna dengan tatapan penuh cinta membuat Guna mengelus pipi Ayunda dengan lembut. "Istirahat ya, nggak usah ngerjain apa-apa. Nanti kalau sudah siap pindah kamu cukup melihat saja dan Mas nggak izinkan kamu angkat-angkat barang!" pinta Guna.


"Iya Mas, "


"Good."


Guna membawa piring bekas makanannya ke dapur membuat para maid segera mengambil alih piring yang dipegang Guna, karena Guna berencana untul mencucinya. Ayunda tersenyum menatap suaminya yang makin hari makin tampan tapi ia takut jika suaminya akan marah saat ia mengatakan sebuah rahasia yang belum ia sampaikan kepada suaminya itu. Rahasia yang pastinya akan membuat suaminya itu marah padanya.


Guna kembali mendekati Ayundan dan ia menggandeng tangan Ayunda mendekati Elin yang saat ini sedang bermain dengan cucunya. "Ghavin itu Mama dan Papa," ucap Elin mengangkat tangan Ghavin dan melambaikannya ke arah Ayunda dan Guna.


Guna segera menggendong Ghavin dan mencium pipi Ghavin. Ayunda duduk disamping Elin membuat Elin mendekati Ayunda dan berbisik kepada Ayunda. "Ada yang harus kamu ceritakan ke Mami Ayu dan Mami mau kamu jujur!" bisik Elin membuat Ayunda menelan ludahnya dan ia menganggukan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2