
Semakin malam di tempat ini semakin ramai, Raka berhasil membuat hotel ini ramai karena ide-ide cemerlangnya yang sangat matang dan penuh perhitungan. Ayunda tersenyum melihat Adinda yang sejak tadi menyadarkan kepalanya di bahu Raka. Ayunda menedang kaki Gemal saat Gemal sibuk memainkan ponselnya membuat Gemal mengangkat kepalanya dan menatap Ayunda si pelaku yang menendang kakinya.
"Main game yuk!" ajak Ayunda.
"Game apa?" tanya Gemal.
"Gemang tantangan dan kejujuran. Aku pernah baca di salah satu novel puput ada game ini loh. Seru banget dan hehehe... pastinya bikin deg-degan" ucap Ayunda.
"Din... sini!" panggil Ayunda meminta Adinda dan Raka agar duduk mendekati mereka. keduanya melangkahkan kakinya mendekati mereka. Gemal juga mengajak Alfa dan Karina agar ikut mendekati mereka dengan isyarat tangannya.
Guna menatap istrinya dengan dahi yang berkerut "Yu kamu jangan ngajakin main permainan yang aneh ya Yu dan itu... jangan sampai kamu meminumnya!" ucap Guna menujuk minuman yang ada ditangan gemal yang memiliki kadar alkohol cukup tinggi.
"Iya sayangku takut banget kalau Ayu mabok, bukanya suka ya kalau Ayu cium-cium kamu" ucap Ayunda membuat Adinda tersenyum. Ia ingat bagaimama Ayunda mabuk dan mendekati Guna agar bisa mencium Guna.
"Hahaha...kalau ingat mbak Ayu mabuk hahaha... malu-maluin banget. cewek nyosor cowok duluan bibirnya kayak bibir ikan ngap-ngap gitu" ejek Adinda membuat mereka semua tertawa.
"Jahat banget sih Din ngatain Mbak, kualat kamu!" kesal Ayunda.
"Ayo mau main apa ini?" tanya Alfa penasaran. Jika perdebatan Ayunda dan Adinda tidak segera diakhir biasanya akan berlanjut lama.
__ADS_1
"Kejujuran dan tantangan... ini ada botol minum kalau bagian mulut botol mengarah ke salah satu dari kita setelah diputar. Orang yang ditunjuk botol ini harus memilih Tantangan atau kejujuran" jelas Ayunda.
"Dinda nggak ikutan soalnya nggak keratif banget permainannya, Kak lebih baik kita ke kamar aja yuk!" ajak Adinda tentu saja Raka sebenarnya tidak akan menolak ajakan istrinya namun ia merasa tidak enak dengan keluarganya yang lainnya.
"Wah ini nih, kalau yang banyak rahasianya pasti nggak mau main. Dinda pengecut masa main beginian aja nggak berani!" ejek Ayunda.
"Din, lo tambah tua tambah penakut nggak asyik banget!" ejek Gemal.
"Suka-suka Dinda dong!" kesal Dinda.
"Sudah ayo kita ikut main!" ucap Raka membuat mereka semua bersemangat.
"Tunggu dulu masih ada peserta yang kurang ini!" ucap Adinda saat melihat Vivian masih santai duduk didepan dan menatap kedepan memandangi band yang sedang tampil. "Panggil bini lo Gem!" ucap Adinda sambil tersenyum membuat Gemal kesal.
"Biarkan saja dia sedang menikmati musik sebelum gue siksa dikamar!" ucap Gemal tersenyum setan membuat Adinda kesal dan ingin sekali memukul Gemal.
"Nggak bisa Vian juga harus ikut biar kita tahu kebusukan lo Gem!" ucap Adinda.
Enak banget lo ya Gem, kita ikut semua dan lo sengaja nggak mau ngajakin Vian.
__ADS_1
"Kita semua berpasangan dan lo juga. Sana panggil bini lo Gem!" ucap Ayunda membuat Adinda dan Ayunda tersenyum penuh arti.
"Jadi nggak akan ada yang bisa selamat dari permainam ini!" ucap Ayunda membuat Raka dan Guna terbatuk karena tatapan Ayunda yang menatap tajam Raka dan Guna seolah menjadi tersangka.
"Gemal panggil Vian!" teriak Ayunda membuat Gema segera berdiri dan melangkahkan kakinya dengan santai kearah Vivian yang sedang duduk.
"Vian... " panggil Gemal membuat Vivian masih tetap melamun dan menatap lurus kedepan. "Vian!" kesal Gemal sedikit meninggikan suaranya membuat Vivian terkejut dan ia hampir saja terjatuh jika Gemal tidak memegang tubuhnya.
"Apa yang kamu rencanain?" tanya Gemal sinis.
"Nggak ada, kalau pun ada juga memangnya kenapa?" tanya Vivian.
"Kamu jangan berani bersikap kurang ajar sama saya ya Vi!" kesal Gemal.
"Aku nggak peduli Kak kamu mau marahin aku terserah!" ucap Vivian pasrah jika Gemal akan memarahinya seperti biasanya.
tbc...
jangan lupa jempol dan votenya!
__ADS_1