
Ayunda mencari keberadaan Guna di ruang kerjanya di lantai satu. Guna sepertinya sangat kesal padanya dan pada Gemal. Ayunda sangat suka menggoda Gunadarma jika Guna ternyata sangat cemburuan seperti ini. Ayunda masuk kedalam ruang kerja Guna dan tersenyum ketika melihat Guna yang sedang sibuk dengan buku yang ia baca.
"Mas" panggil Ayunda.
Guna mengangkat wajahnya dan kemudian menatap Ayunda dengan dingin. ia memilih untuk tidak menanggapi panggilan Ayunda. "Masku... " panggil Ayunda lagi.
"Beneran marah sama Ayu? ya udah deh Ayu pergi sama Gemal dan Adinda. kami mau nonton pulangnya Ayu nginep dirumah Mama aja biar nggak ngganggui Mas yang lagi marah sama Ayu!" ucap Ayunda.
Guna menutup bukunya dengan kasar dan ia mendekati Ayunda yang saat ini membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar ruangan kerja Guna. namun tiba-tiba sebuah tangan memegang lengannya dan menariknya kedalam pelukannya.
"Mau nonton apa?" bisiknya membuat jantung Ayunda berdetak dengan kencang dan ia segera menunjukan senyum manisnya.
yes... nggak marah lagi...
"Katanya sih film horor Mas" ucap Ayunda.
Guna mengelus rambut Ayunda dengan lembut "Yakin nggak takut?" tanya Guna.
__ADS_1
"Takut makanya mau ajak Mas Gunaku yang tampan ini!" ucap Ayunda memegang dagu Guna.
"Mas dapat apa kalau Mas ikut kamu?" tanya Guna.
"Mas Guna udah bisa ya sekarang godain Ayu hehehe" ucap Ayu.
"Yaudah Mas tinggal aja kalau gitu" ucap Guna kekanak-kanakan.
"Oke, beneran nih Mas?" goda Ayu.
"Iya, Mas mau kerumah Kakek ketemu Vivian!" ucap Guna.
Ayunda melepaskan tangan Guna yang berada dipinggangnya dan ia menatap tajam Guna. "Pergi sana... Nggak usah peduliin Ayu!" kesal Ayunda segera keluar dari ruang kerja Guna.
Adinda dan Gemal sudah siap akan pergi. "Jadi nggak Mbak ikut?" tanya Adinda.
"Jadi Mbak ambil tas dulu!" ucap Ayunda menuju lantai tiga.
__ADS_1
Sementara itu Guna keluar dari ruang kerjanya dan menatap Gemal dan Adinda dengan dengan dingin. "Nggak ikut?" tanya Gemal. "Yakin nggak ikut kak?" goda Gemal.
"Ikut" ucap Guna.
Adinda dan Gemal menahan tawanya melihat ekspresi kesal Gunadarma. Ayunda benar-benar telah membuat si robot berubah menjadi unyu-unyu menurut Gemal. Kakaknya yang lebih suka menghabiskan hari liburnya dirumah, saat ini harus terbiasa dengan Ayunda yang sangat suka pergi keluar jalan-jalan.
Beberapa menit kemudian Ayunda telah rapi dan cantik. Ia segera mendekati Guna, Gemal dan Adinda. Guna yang terlihat bad mood membuat Ayunda memilih untuk mengacuhkan Guna.
"Kita pakai satu mobil aja ya! Din, lo didepan sama gue! gue lupa jalan Jakarta" ucap Gemal.
"Biar Ayu aja Gem yang didepan!" ucap Ayunda.
"Biar saya yang nyetir!" ucap Guna membuat Ayunda melirik Guna dengan tatapan permusuhan, hingga membuat Gemal dan Adinda menahan tawanya.
"Teserah ratu dan raja deh, ayo berangkat!" teriak Adinda. mereka segera berpamitan kepada keempat orang tua mereka kemudian menuju mobil Guna.
Ayunda duduk didepan disamping Guna. keduanya memilih tidak berbicara apapun, membuat Gemal tesenyum penuh arti dengan Adinda. Pasangan unik ini menjadi hiburan bagi keduanya.
__ADS_1
tbc...