
"Kalau kamu nggak mau jadi tunangan saya jangan salahkan saya kalau foto ini akan saya tunjukkan kepada semua keluarga kita!" ucap Raka mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri foto lalu menunjukkannya kepada Adinda foto yang tersimpan diponselnya, membuat Adinda membuka mulutnya saat melihat foto yang ada diponsel Raka.
foto itu adalah foto Adinda yang seang tidur terlelap bersama Raka. Bahkan Adinda terlihat seperti sedang mencium bibir Raka. Adinda tidak menyangka jika Raka sampai berbuat nekat seperti ini dengan tidur disampingnya dan memotretnya seolah dirinya sedang mencium Raka.
"Om tega banget ya merekayasa foto ini!" teriak Adinda.
Raka tersenyum sinis "Rekayasa? itu bukan rekayasa, kamu kira itu editan? Apa kamu lupa kita pernah beberapa kali seperti ini?" ucap Raka membuat Adinda menatap Raka dengan kesal.
"Dinda nggak pernah ya kayak gitu! apalagi itu Om pasti yang masuk ke kamar Dinda dan tidur disamping Dinda. Om ngejebak Dinda, Dinda aja nggak tahu Om tidur dikamar Dinda!" kesal Dinda.
"Kamar kamu? sejak kapan kamu punya kamar di Rumah saya?" tanya Raka datar namun membuat Dinda ingin sekali menjambak rambut Raja sangking kesalnya.
"Ngomong sama Om itu selalu saja membuat Dinda emosi tinggi!" jelas Dinda.
__ADS_1
"Bagus dong itu terapi jantung yang baik untuk kamu!" ucap Raka tersenyum sinis.
"Om jangan gini dong Om, kalau Om suka sama Dinda Om bilang saja!" ucap Dinda menyebikkan bibirnya.
Raka menaikkan sebelah alisnya "Jika saya tidak menyukai kamu saya tidak menemui Papa kamu Dinda!" ucap Raka membuat Adinda terkejut. "Kamu tinggal pilih menjadi tunangan saya mulai saat ini atau kita segera menikah karena foto ini!" ucap Raka.
"Yaudah Dinda terima jadi tunangan Om!" ucap Dinda.
"Oke" ucap Raka, ia memasukkan cincin yang ia bawa tadi kedalam jari manis Dinda.
"Maaf mungkin keputusan ini terlihat begitu mendadak, namun sebenarnya saya yang telah menyiapkan acara kumpul keluarga seperti ini dibantu keponakan saya Guna dan Ayunda agar semua keluarga bisa hadir. Tidak perlu pertunangan mewah karena bagi saya acara seperti ini lebih baik hanya dihadiri keluarga dekat saja. Terimakasih kepada Om Bagas yang telah merestui saya sebagai calon menantunya walau hubungan kita akan menjadi rumit!" ucap Raka membuat mereka semua tertawa. Bagaimana tidak Raka akan menjadi menantu Bagas dan juga adik besannya. "Salahkan Om Bagas yang memiki dua orang putri yang cantik yang membuat keluarga kita ingin memilikinya!" ucap Raka membuat mereka semua bersorak gembira sedangkan wajah Adinda telah memerah karena malu.
"Jadi nak kapan kalian akan menikah?" tanya Farhan.
__ADS_1
"Raka menunggu Adinda siap menjadi istri Raka Pi!" ucap Raka membuat Adinda mengangkat wajahnya dan menatap Raka dengan tatapan haru.
"Adinda lo nggak dipaksa Om Raka buat setuju bertunangan sama dia kan?" tanya Gemal.
Adinda menggelengkan kepalanya, mungkin Raka memang mengancamnya tapi dengan ancaman atau tidak jika Raka mengatakan jika Raka mencintainya ia pasti akan segera menerimanya. Cara Raka mencintainya mungkin berbeda dengan kebanyakan laki-laki yang pernah mendekatinya. Tapi ia tahu percecokkan yang sering terjadi diantara mereka adalah sesuatu yang membuat rasa sayang keduanya mulai tumbuh.
"Beneran?" goda Gemal membuat mereka semua tertawa. "Kak Alfa, si Om nggak kena audisi dulu buat jadi calon adik ipar?" tanya Gemal membuat Guna tersenyum.
"Om Raka sudah melewati serangkai tes dari Kak Alfa dan hasilnya sangat memuaskan!" jelas Guna membuat Adinda bingung kapan Raka bertemu dengan Alfa.
Si Om udah izin sama Kak Alfa? kapan? kok Dinda nggak dikasih tahu? dulu aja Rifki susah banget dapat restu dari Kak Alfa.
"Kalau Raka orangnya, saya pasti akan langsung setuju, Tapi... " Alfa menghela napasnya mengingat kedua adik iparnya memiliki umur lebih tua darinya. "Saya masih muda punya adik ipar yang bahkan lebih tua dari saya. Entah ini keberuntungan apa tidak, tapi saya bahagia karena mereka berdua bisa dipercaya menjaga dua perempuan kesayaangan saya!" ucap Alfa membuat mereka semua tersenyum mendengar ucapan Alfa.
__ADS_1
"Raka jangan nikahi adik saya dulu sebelum saya!" pinta Alfa membuat mereka semua tertawa.
tbc...