CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Guna tidak peka


__ADS_3

Cklek, pintu kamar perawatan Ayunda terbuka dan sosok Guna masuk dan segera melihat tubuh istrinya yang terbaring diatas ranjang. Guna menatap Ayunda dari atas hingga kebawah memastikan keadaan Ayunda. Guna terlihat sangat kusut membuat Ayunda menghela napasnya.


"Mas kenapa kesini?" tanya Ayunda datar.


"Kenapa kamu bilang?" tanya Guna menatap Ayunda dengan dingin.


"Mas balik aja ke kantor, aku juga sudah mau pulang sama Adinda setelah infus ini habis!" ucap Ayunda.


Tanpa banyak kata Guna memeluk Ayunda dengan erat membuat Ayunda merasa napasnya terasa sesak. "Lepas Mas sakit!" ucap Ayunda meringis kesakitan karena lenganya bergerak dan ia ingin memangis karena kesal dengan kejadian di kantor tadi.


"Mana yang sakit?" tanya Guna menatap Ayunda dengan tatapan khawatir.


"Lengan" ucap Ayunda.


"Mas mau ketemu Dokter yang memeriksa kamu!" ucap Guna.


"Nggak perlu Mas, aku sudah diperiksa dan aku hanya perlu berobat jalan!" ucap Ayunda.

__ADS_1


Ponsel Guna berbunyi membuat Guna segera mengangkatnya "Batalkan semua jadwal saya satu minggu ini!" ucap Guna.


"Tidak perlu Mas, aku akan pulang ke rumah Mama dan Mas nggak usah repot-repot ngurusin aku. mas hanya fokus sama bisnis kasihan Vivian kalau tidak ada Mas!" ucap Ayunda dan ia memejamkan matanya menahan air matanya agar tidak menetes.


Guna mematikan ponselnya dan duduk diranjang sambil menatap wajah Ayunda. "Lain kali kamu tidak saya izinkan pergi sendirian!" ucap Guna.


"Terus aku harus pergi sama siapa? Adinda? dia kerja Mas dan punya kehidupan sendiri. sama Mas? mana bisa Mas harus fokus bisnis sama Vivian. kalian itu pasangan serasi dan cocok kata Kakek" ucap Ayunda membuat Guna bungkam dan mengepalkan kedua tangannya. "Pulanglah Mas, aku tidak perlu kehadiran Mas disini! aku butuh waktu sendirian!" ucap Ayunda.


seorang perawat masuk bersama Adinda dan perwat itu permisi untuo melepaskan infus di pergelangan tangan Ayunda. Adinda membantu Ayunda turun dari ranjang namun sebuah tangan segera menggendong Ayunda dan medudukkan Ayunda dikursi roda. tanpa kata Guna mendorong kursi roda Ayunda dan diikuti Adinda.


"Kak, Adinda udah pesan taksi tadi!" ucap Adinda berbohong karena ingin tahu reaksi Guna.


Ayunda memilih untuk diam dan tidak ingin berdebat dengan Guna. ia lelah karena setiap kali melihat wajah tampan Guna dia akan mudah luluh dan ingin menangis dipelukan Guna karena tangannya masih terasa sakit. Ayunda menghela napasnya ia harus terlihat tegar dan kuat.


Mereka saat ini telah berada didalam mobil, Adinda merasakan hawa dingin yang terjadi diantara Ayunda dan Guna sangat mencekam. Apa lagi keduanya memilih untuk perang dingin. beberapa menit kemudian mobil memasuki gerbang rumah Keluarga Guna membuat Ayunda segera turun.


Ayunda berjalan tertatih-tatih karena luka dilututnya masih terasa perih. Ia mendekati Elin yang sepertinya telah tahu dari Guna jika ia mengalami kecelakaan dan menunggu kepulangannya.

__ADS_1


"Ya ampun nak, ini kenapa luka kayak gini dan tangan kamu kenapa?" tanya Elin melihat lengan Ayunda yang dibebat perban.


"Nggak apa-apa Mi. hmmm Mi, Ayu sementara ini tinggal di Rumah Mama aja dulu ya Mi!" pinta Ayunda menatap Elin dengan tatapan memohon dan air mata yang tergenang dipelupuk matanya.


Elin menangkup kedua pipi Ayunda. "Sakit sekali ya nak?" tanya Elin.


"Iya... sakit Ma" lirih Ayunda.


hati Ayu juga sakit Mi. Ayu benar-benar bodoh karena cemburu dan takut kehilangan Mas Guna. tapi lebih baik Ayu sakit sekarang dan berpisah lebih cepat dari pada nanti Ayu benar-benar tidak bisa melepaskan Mas Guna.


"Kalau pulang ke rumah membuatmu lebih nyaman saat ini Mami perbolehkan!" ucap Elin.


"Makasi Mi!" ucap Ayunda mencium punggung tangan Elin dan segera melangkahkan kakinya dengan pelan menuju rumah orsng tuanya.


Guna menghela napasnya sambil melihat punggung Ayunda yang menjauh. Elin mencubit lengan Guna. "Gunadarma kenapa istri kamu bisa kecelakaan dan kenapa wajahnya dangat sedih?" tanya Elin. "Apa karena kakekmu datang ke kantor pagi ini?" tanya Elin kesal.


"Mungkin Mi, Guna mandi dulu dan mau nyusulin Ayunda nginap dirumah mertua Guna!" ucap Guna.

__ADS_1


"Ingat Guna selama kamu tidak bisa tegas sama kakek dan juga Vivian pada akhirnya kamu akan kehilangan Ayunda. jika itu terjadi Mami hanya bisa tertawa melihat kebodohanmu!" ucap Elin kesal. ia segera meninggalkam Guna yang merasa kesal karena mungkin ucapan Maminya benar, Ayunda marah padanya karena sikap Vivian dan Kakeknya tadi pagi.


__ADS_2