
Adinda menatap Raka dengan kesal karena Raka sepertinya tidak peduli dengan dirinya yang terluka seperti ini. "Pak Tio, saya punya bukti kalau saya nggak salah. Pak Tio bisa cek ponsel beberapa orang mahasiswa yang tadi sepertinya merekam kekejaman Bu Luna kepada saya!" ucap Adinda.
"Oke, saya akan meminta pihak kemahasiswaan untuk menyelidikinya!" ucap Tio. "Sekarang saya ingin kamu menjelaskan duduk permasalahan menurut versi kamu Adinda masalah apa yang membuat kalian bertengkar?" tanya Tio penasaran.
"Ibu Luna meminta saya menjauhi Pak Raka, beliau cemburu dengan saya. Tapi saya menolaknya dan dia marah kepada saya mendorong saya, menampar wajah saya dan menjambak rambut saya!" jelas Adinda membuat Luna menggelangkan kepalanya.
"Nggak, saya nggak melakukan apa yang diucapkan dia Pak Tio, Mas Raka harus percaya sama saya Mas!" ucap Luna membuat Adinda memutar bola matanya sedangkan Raka menghela napasnya.
"Saya percaya Adinda Pak Tio, tunangan saya tidak akan mencari masalah kepada siapapun jika mereka tidak mengganggunya!" ucap Raka.
"Jadi kalian benar-benar sudah bertunangan?" tanya Luna menatap Raka dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
"Ya... dia calon istri saya!" ucap Raka datar.
"Itu tidak mungkin, jika Mas telah bertunangan dengan dia, pasti Mami Lastri tahu Mas!" ucap Luna terlihat prustasi.
"Pertunangan kami hanya dihadiri keluarga besar saya. Ibu Lastri memang adalah ibu yang melahirkan saya tapi dia bukan yang membesarkan saya dan dia tidak berhak mengatur dengan siapa saya harus menikah. Saya tahu kau sengaja ingin menyakiti calon istri saya!" ucap Raka.
"Tidak" teriak Luna.
"Tio saya ingin kamu memberikan hukuman tindak disiplin jika tidak saya akan melaporkan dia ke polisi karena telah melakukan tindak kekerasan kepada tunangan saya. Saya ingin menjaga nama baik universitas karena melaporkan dia, sama saja merusak nama baik Universitas!" ucap Raka. Ia mendekati Adinda dan memegang tangan Adinda namun Adinda segera menepis tangan Raka.
Raka menghela napasnya saat melihat Luna "Saya sudah memperingatkan kamu agar kamu tidak mengganggu saya apalagi mengganggu Adinda! Kamu tahu jika saya mau, saya bisa menghancurkan karir kamu dengan mudah. Tapi kali ini kamu sepertinya tidak akan menyerah untuk menyakiti Adinda!" ucap Raka.
__ADS_1
"Mas, berikan kesempatan kepada saya untuk menunjukkan betapa saya lebih baik dari dia!" ucap Luna membuat Raka kesal. ia ingin mendekati Luna namun Tio menghalanginya.
"Jangan berbuat kasar Ka, dia perempuan!" ucap Tio memperingatkan Raka.
Raka segera meninggalkan ruangan ini dengan kesal, ia mencari keberadaaan Adinda dan berusaha menghubungi Adinda namun sepertinya Adinda sengaja untuk tidak menjawab teleponya. Sementara itu Adinda berjalan menyelusuri trotoar dan ia mengambil ponselnya. Ia melihat panggilan tak terjawab dari Raka.
Ngapain telepon-telepon gue? gue kesal tahu. Tahu gini gue udah bales gampar si Luna itu.
Adinda melihat taksi dan segera melambaikan tangannya agar taksi itu berhenti dan ia segera masuk ke dalam taksi. Adinda menyebutkan alamat rumahnya. Untung saja ia selalu membawa uang seratus ribu dibalik casing ponselnya.
*Tas gue biar si Om yang bawain. kalau tas gue nggak dibawain sama dia, gue nggak bakal maafin dia! gue mau ngambek selama seminggu biar gue bisa bebas nggak usah kerja dan bisa noton film sesuka hati gue.
__ADS_1
batin Adinda*
Aku udah update tiga part jangan lupa votenya ya...