CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kakak ipar yang mengerikan


__ADS_3

Raka segera menaiki lantai dua tempat dimana kamarnya berada. Ia mendengar suara ponselnya dan segera mengambil ponselnya dari dalam saku celanannya. Raka mengangkat kedua alisnya, ketika melihat nama Lastri yang saat ini muncul dilayar ponselnya. Ia menyunggingkan senyumnya saat ingat, jika saat ini Luna dan keluarganya pasti akan menyalahkan Maminya karena membujuk Luna untuk mendekatinya hingga berujung kemarahannya. Kemarahannya yang membuat perusahan keluarga Luna hampir bangkrut karena ulahnya.


Raka sengaja tidak mengangkat ponselnya karena ia sangat kesal dengan semua tingkah Lastri yang merasa berhak mengatur hidupnya. Mengingat sosok Adam, mengingatkannya akan masalalu. Akmal adik tirinya itu cukup pintar hingga membujuk Adam untuk datang langsung untuk menemuinya. Ya... Raka cukup sayang dengan sosok Adam karena Adam dulu pernah memegang tangannya dan mengatakan kakak jangan pergi ketika Lastri mengusirnya dari rumah mereka. Namun ketika mengingat Adam tersenyum pada Adinda, membuat Raka kembali kesal dan marah.


Adinda adalah sosok yang sangat mempengaruhi dirinya. Bahkan hanya dengan sikap Adinda yang mengacuhkannya bisa membuatnya benar-benar marah dan kesal. Haruskan ia mendekati Ayunda dan membujuk Ayunda untuk membantunya menghubungi Adinda? mesikpun ia harus menerima omelan ibu hamil yang judes itu.


Raka menghela napasnya, ia segera membuka bajunya dan membersihkan tubuhnya agar kepalanya yang sejak tadi pusing memikirkan Adinda menjadi sedikit berkurang. Setelah selesai mandi Raka memakai kaos biru muda dan celana pendeknya. Ia kemudian menggosokkan kepalanya dengan handuk kecil lalu menyisir rambutnya. Raka merasa cukup beruntung memiliki wajah lebih tampan dari laki-laki yang mencoba menjadi saingannya untuk mendapatikan Adinda.


Raka duduk disofa dan kemudian menatap layar ponselnya. Ia kembali mencoba menghubungi Adinda tapi tetap saja nomor Adinda tidak bisa dihubungi. "Saya tidak bisa berdiam diri seperti ini. Adinda kamu telah membuat saya kesal!" ucap Raka dingin.


Raka segera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju lantai dasar mencari keberadaan Ayunda. Ia harus bertahan mendengar omelan Ayunda yang membuatnya harus banyak bersabar dan mengalah. Saat ini Ayunda terlihat sedang tertawa bersama Farhan karena film korea yang di tonton mereka. Raka bingung sejak kapan Papinya menjadi pencinta drama korea dan terlihat begitu menikmati hari-harinya bersama Ayunda. Ternyata Adinda dan Ayunda telah berhasil meracuni Papinya.


Kedua perempuan bersaudara itu benar-benar berbahaya.


batin Raka.

__ADS_1


Raka melihat Gemal yang saat ini kesal dan memilih duduk di sofa sambil menatap Papinya dan Ayunda dengan tatapan memohon.


"Kek, wajah jelek Gemal gangguin kita aja Kek!" ucap Ayunda sambil menatap Gemal dengan sinis.


"Cuekin aja anggap aja patung pancoran" ucap Farhan.


"Iya Kek, biar tahu rasa ya Kek, suka banget nyakitin hati istri!" ucap Ayunda.


Raka menelan ludahnya dan ada rasa enggan saat ingin mengatakan jika ia ingin Ayunda menghubungi Adinda. Namun ketika membayangkan Adinda bisa saja saat ini sedang tertawa bersama Adam membuat Raka menghembuskan napasnya karena kesal.


"Ayu... " panggil Raka duduk disebelah Gemal.


"Pinjam ponselnya dong!" ucap Raka membuat Gemal merutuki kebodohannya karena seharusnya ia melakukan cara yang sama dengan Raka yaitu meminjam ponsel Ayunda.


"Nggak ada pulsa ya Om? Ceo kok misikin amat sih Om" ejek Ayunda membuat Raka menelan ludahnya.

__ADS_1


"Lupa beli tadi Yu ada perlu!" ucap Raka.


"Om kan kaya beli dong pakek kartu kredit, betul kan Kek?" ucap Ayunda.


"Iya Ka, beli dong!" ucap Farhan.


"Maunya telepon pake ponsel kamu Yu!" ucap Raka karena ia sepertinya tidak punya alasan lain saat ini.


"Tunggu, hmmm... sepertinya tingkah Om ini juga ada kaitannya sama adik aku?" tanya Ayunda menatap Raka sinis membuat Raka menghela napasnya. "Jangan bilang kalian berantem juga dan kali ini seperti Gemal bingung gimana ngehubungi Vivian?" tanya Ayunda mematap Raka dengan serius.


"Hanya kesalahapahaman kecil!" ucap Raka.


"Mana ada gitu, Dinda itu kalau marah susah makanya Om nggak usah ikutan marah juga kalau dia marah. Om sih nggak mau belajar cara-cara memperlakukan wanita dengan baik. Wanita itu perlu disayang, dilembutin dan bukan dipelototin. Apa lagi kalau sedang hamil kayak gini butuh perhatian suami dan keluarga" ucap Ayunda membuat Raka menghela napasnya karena ucapan Ayunda mulai membuatnya kesal.


"Om nggak selingkuh kan? atau Om memaksa Adinda melakukan sesuatu hingga di marah. Eh... ngomong-ngomong Om selama pacaran sama Dinda nggak pernah cium Adinda kan Om? Awas kalau Om cium-cium adik Ayu sebelum menikah. Ayu tendang banana Om!" ucap Ayunda membuat bulu kuduk Raka meremang. Ternyata Ayunda adalah Kakak ipar perempuan yang sangat mengerikan bagi Raka.

__ADS_1


Raka tidak bisa membayangkan jika Ayunda tahu apa yang pernah ia lakukan bersama Adinda mungkinkah Ayunda melakukan apa yang diucapkannya ini? Bukan hanya pernah mencium Adinda tapi ia bahkan pernah memeluk Adinda saat Adinda tertidur di kamarnya yang berada dirumah ini.


tbc..


__ADS_2