CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Takut


__ADS_3

Setelah meninggalkan Guna, Ayunda dan Raka. Adinda menuju kamarnya dan bersiap untuk pergi ke bioskop. Rutinitas yang dulu sering ia lakukan bersama teman-teman kampusnya dan juga teman kerjanya. Adinda telah berjanji kepada Siska, Hana dan Rio teman kerjanya dulu untuk nonton bersama.


Adinda memakai kaos bewarna putih yang bergambar Miky mouse dengan jeans panjang. ia menguncir rambut panjangnnya dan memoleskan makeup tipis diwajahnya. Tak lupa ia membawa tas sandang kecil yang berisikan ponsel dan dompetnya. Adinda menghubungi Siska dan mengatakan jika ia akan segera pergi ke Mall sekarang juga.


Adinda melangkahkan kakinya turun dari lantai dua dengan cepat ia keluar dari rumah saat melihat Raka yang saat ini melihatnya. Raka segera berdiri dari duduknya Adinda mempercepat langkahnya. Raka berlari dengam cepat membuat Guna terkejut karena tiba-tiba Raka berlari seperti itu. Raka berhasil mendapatkan tangan Adinda dan ia tersenyum sinis saat mata garang Adinda menatapnya penuh permusuhan.


"Mau kemana kamu?" tanya Raka. Adinda memutar tangannya agar Raka melepaskannya. Namun tenaga Raka lebih kuat darinya membuatnya sulit untuk lepas dari cengkraman tangan Raka.


"Jangan membuat saya marah Adinda!" ucap Raka dingin. "Bicara sama saya apa yang kamu inginkan, jangan kayak anak kecil begini!" ucap Raka.


Raka tidak ingin pertengkarannya bersama Adinda didengar keluarga mereka. sebelah tangannya memegang tangan Adinda dengan kuat dan sebelah tangannya lagi meronggoh saku celananya mengambil kunci mobil miliknya.


"Jangan lari, awas kalau kamu lari!" ancam Raka.

__ADS_1


Bisanya ngancem aja... ngapain sih ngelarang gue pergi? dari dulu sampai sekarang mana ada ngajakin gue jalan, nggak ada...


Raka membuka pintu mobilnya dan segera menarik Adinda masuk kedalam mobilnya dan menguncinya lalu ia segera masuk ke pintu mobil yang ada diseberang. Raka menghidupkan mesin mobil dan kembali mengunci pintu mobilnya. "Kamu pikir dengan bersikap kekanak-kanakan begini kamu bisa bebas dari saya?" tanya Raka.


Raka mengendarai mobilnya agar bisa menjauh dari rumah calon mertuanya. Sudah dua hari ini ia membiarkan Adinda bersikap seenaknya dengan mengacuhkannya dan tidak datang ke kantor ataupun ke Kampus. Adinda mendiamkannya membuatnya kesal.


"Kita damai oke!" tawar Raka sambil mengemudikan mobilnya. "Apa yang kamu inginkan katakan pada saya Dinda, jangan diam saja. Saya tidak tahu apa yang kamu inginkan!" jelas Raka.


Nanti kalau gue kasih tahu apa yang gue mau memang mau ngikutin keinginan gue? pasti nggak kan. Keinginan gue itu banyak, gue mau kencan ala-ala korea. Jalan-jalan ke taman hiburan, makan permen kapas sambil duduk ditaman. Foto box yang lucu-lucu. Emang Om bisa? ekspresi wajah Om aja kayak gitu ganteng tapi jutek.


Jadi kalau gitu Om yang buat salah, terus gue harus diam aja gitu? Om harusnya meluk Dinda kek didepan si Mak lampir dan masukin dia ke penjara kalau nyakitin Dinda. ini nggak, Om malah menyerahkan semuanya sama Pak Tio.


"Dinda udah ya...jangan marah sama saya. Kamu mau nonton saya temanin! Kalau kamu mau pergi sama teman kamu, saya anterin dan saya ikut ya!" ucap Raka dengan wajah datarnya membuat Adinda mengalihkan pandangannya ke arah jendela.

__ADS_1


"Oke gini aja, Kalau saya berhasil membuat kamu mengeluarkan suara kamu, kami harus menuruti keinganan saya!" ucap Raka.


Apa-apaan si Om, mau menang banyak dia...


"Kalau kamu diam berati kamu setuju!" ucap Raka.


*gila, siapa bilang gue setuju. Om ini nih yang ngebuat Om itu sangat menyebalkan...


batin Dinda berteriak*.


Raka menepikan mobilnya dan ia segera mematikan mobilnya. Raka mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan melemparkannya kepangkuan Adinda membuat Adinda terkejut melihatnya dan karena panik ia segera memeluk tubuh Raka.


"Tikus" teriak Adinda. "Ampun Om... Dinda takut!" ucap Adinda memejamkan matanya membuat Raka terkekeh.

__ADS_1


"Saya menang" ucap Raka. Ia tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menipu Adinda. Benda yang ia lemparkan hanyalah mainan tikus karet yang merupakan mainan yang sengaja ia beli untuk menakuti Adinda.


tbc...


__ADS_2