
Ayunda melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan berteriak "Dinda, katanya kamu udah sidang kok nggak bilang-bilang?" teriak Ayunda membuat Adinda terkekeh. Adinda segera memeluk Ayunda dan ia mencium pipi Ayunda. "Dinda ditanyai malah cium pipi Mbak, pipi Mbak kan jadi bau iler," kesal Ayunda.
"Hahaha...dasar Mbak ambekan, Dinda nggak mau Mbak nanti nangis karena terharu," ucap Adinda membuat Ayunda tersenyum.
"Mbak jadi tambah sayang sama adek Mbak yang pinter ini," ucap Ayunda kembali memeluk Adinda dengan erat membuat Vivian dan Raka tersenyum.
"Hai Om," sapa Ayunda membuat Raka menaikan sebelah alisnya karena curiga jika Ayunda pasti akan mengatakan sesuatu padanya yang kemungkinan besar membuat istrinya kesal.
"Om, nggak baca story di IG?" tanya Ayunda.
"Saya tidak punya IG," jujur Raka.
"Om sih nggak gaul, Om nggak tahu ya Dinda galau kemarin itu dan satu indonesia yang jadi pengikutnya tahu," ucap Ayunda membuat Adinda terkejut dan ia menutup mulut Ayunda dengan telapak tangannya.
"Mbak jangan jahil!" teriak Adinda.
"Hmpttt... " Ayunda melepaskan telapak tangan Adinda dari bibirnya.
"Dinda kamu mau bunuh Mbak ya?" kesal Dinda.
"Kan mulutnya yang ditutup hidungnya nggak!" ucap Adinda. Ayunda tidak akan sulit bernapas karena hanya mulut Ayunda yang ia tutup dengan telapak tangannya. "Mbak lebay!" kesal Adinda.
__ADS_1
Raka masih penasaran dengan apa yang ditulis Dinda distorynya. "Memang Dinda tulis apa Ayu di IGnya?" tanya Raka.
"Dinda bilang... " ucapan Ayunda kembali terhenti saat Adinda menghentakkan kakinya.
"Bilang apa?" tanya Raka memeluk pinggang Adinda agar Adinda tidak mendekati Ayunda dan menutup mulut Ayunda lagi.
"Dia bilang hati-hati kalau jatuh cinta sama dosen sendiri dan dijadiin istri Dosen. Jangankan mengharapkan pelukan dan sebuah bunga sebagai ucapan selamat saat sidang usai. Disenyumin saat sidang pun tidak. captionnya derita suami Ceo sekaligus dosen yang selalu benar" ucap Ayunda membuat Adinda melirik Raka sambil menyebikkan bibirnya.
Raka mengerutkan dahinya dan menatap wajah istrinya itu dengan tatapan penasaran. "Mau setangkai bunga, sebuket bunga atau bunga tabungan cinta dari Kakak?" tanya Raka membuat mata Adinda berbinar sambil tersenyum.
"Bunga tabungan cinta dari Kakak," ucap Adinda.
"Wah mata duitan dia Vian," ejek Ayunda membuat Vivian terkekeh.
"Setiap malam Kakanda masa satu kali," kesal Adinda.
"Rasa sayang dan cinta Kakak nggak usah dipublikasi kan ke orang-orang Dinda. Cukup kamu yang merasakannya bagaimana cara Kakak mencintai kamu. Kalau di Rumah kamu bebas ngapain aja sama Kakak!" ucap Raka membuat Ayunda dan Vivian terkikik geli.
"Om udah bisa gombal kayak Mas Guna, pasti ini diajari Papa kita," ucap Ayunda mengingat sosok Bagas.
"Iya," ucap Guna membuat mereka semua terkekeh.
__ADS_1
"Ayu mau lihat Kakek dulu, udah kangen seminggu nggak lihat Kakak secara langsung!" ucap Ayunda karena biasanya ia selalu video call setiap hari kepada Farhan "Ayo Vian!" ajak Ayunda mengajak Vivian menuju taman tempat Farhan sedang duduk sambil membaca buku dan beristirahat.
"Kita mau kemana?" tanya Raka karena Adinda memegang tangannya dan menariknya agar mengikutinya.
"Temenin Dinda nonton dulu beberapa menit sekalian menunggu makanan yang Dinda masak tadi matang!" ucap Adinda membuat Raka tersenyum.
Keduanya menuju kamar mereka dan seperti biasa Adinda memeluk Raka sambil menatap Tv yang sedang ia tonton. "Kak, kalau Dinda nonton dramanya kapten Ri pasti Dinda akan ingat Kakak" ucap Adinda.
"Kok gitu?" tanya Raka penasaran.
"Kakak kan kapten Ri punyanya Dinda! Om kesayangam yang membuat Dinda jatuh cinta," ucap Adinda.
"Kamu, Felisa dan Rayhan segalannya bagi saya Dinda tanpa kalian hidup saya hampa," ucap Raka mencium bibir Adinda dengan lembut.
"Ayah, Bunda... kok bibirnya Bunda dimakan Ayah?" tanya Felisa membuat Adinda segera menjauh dari Raka dan keduanya saling berpandangan lalu tertawa terbahak-bahak. Keduanya bingung menjelasakan apa yang terjadi dan mereka tidak tahu sejak kapan Felisa berada di kamar mereka.
Felisa mendekati mereka "Bunda sakit nggak bibirnya?" tanya Felisa menatap Adinda dengan sendu.
"Ayah jahat! Ayah nggak boleh gigit bibirnya Bunda hua hiks...hiks... " tangis Felisa membuat Raka menggaruk tengkuknya karena bingung menjelaskan kepada Felisa.
"Wah... Pak Dosen bingung gimana jelasin sama anaknya hehehehe," kekeh Adinda.
__ADS_1
"Kamu si Bun mancing aja!" ucap Raka dengan wajah memerah karena malu dan itu terlihat sangat manis bagi Adinda.