
Satu minggu setelah pertemuanya terakhir bersama Raka, Adinda memilih menjauh dari Raka. Ia bahkan sengaja tidak masuk ke kelas Raka pada hari kamis yang lalu. Adinda dan Alfa juga telah kembali ke Rumah keluarga besar mereka. Keadaan Farhan masih sama selama satu minggu ini, Farhan belum juga sadar. Sedangkan Ayunda dan Guna untuk sementara menetap di kediaman Farhan Candrama.
Saat ini Ayunda memilih untuk duduk diteras sambil menunggu kepulangan Guna. Suaminya itu makin sibuk karena perusahaan mereka terguncang akibat mendengar Farhan yang saat ini tidak sadarkan diri. Apalagi anak perusahaan Candrama ternyata berjumlah puluhan dan itu membuat Guna terlihat sangat sibuk. Setiap pulang ke Rumah, Ayunda hanya bisa melihat wajah lelah itu masih sempat tersenyum dan menanyakan kabarnya dan janin yang ada didalam perut Ayunda.
Gemal dan Guna berbagi peran. Jika Guna mencoba mengendalikan semua perusahaan agar tetap stabil, Gemal merawat dan menjaga Farhan di Rumah Sakit bersama Aditya. Keadaan Vivian sangat terpukul membuat Elin berusaha menjaga Vivian agar tidak berbuat nekat. Vivian berkata kepada Gemal ingin mengakhir hidupnya dan ikut bersama Farhan karena Gemal tidak menginginkannya dan memperlakukannya dengan buruk. Pukulan telak bagi Gemal yang saat ini tidak menyangka jika istrinya berpikiran seperti itu selama ini dan berniat mengakhiri hidupnya.
Sebuah mobil berhenti tepat didepan teras, tampaklah Guna yang baru saja kembali tepat pukul delapan malam. Guna turun dari mobil dan ia menghela napasnya karena melihat istrinya itu ternyata sedang menunggunya di depan teras Rumah. Guna mendekati Ayunda dan menatap istrinya itu dengan kesal karena udara malam tidak baik untuk Ayunda. Namun saat melihat wajah murung istrinya seakan ingin menangis membuat raut wajah kesalnya berubah menjadi lembut.
Ayunda mencium punggung tangan suaminya dan kemudian ikut masuk kedalam rumah. Rumah ini harusnya diurus Raka namun Omnya itu saat ini hanya datang ke Rumah Sakit tanpa berbicara. Raka melihat keadaan Farhan dari balik kaca dan akan pergi jika wanita parubaya yang mengaku sebagai mantan istri Farhan itu datang menjenguk Farhan.
Jika Raka mengambil alih sebagian kepemimpinanya yang bergerak di beberapa bidang mungkin Guna tidak akan selelah ini. Saat ini itu yang ada dipikiran Ayunda. Jika seperti ini terus Guna bisa jatuh sakit memikirkan semuanya.
"Mas mandi ya, biar Ayu buatin Mas segelas susu!" ucap Ayunda.
"Iya" ucap Guna yang kemudian mengelus kepala istrinya itu dengan lembut lalu segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi.
Ayunda mengambil ponsel Guna dan ia mencari nama Raka disana. Ayunda kemudian mencoba menghubungi Raka, ia melangkahkan kakinya menuju balkon dan ia bersyukur karena ternyata Raka masih mau mengangkat telepon dari Guna.
"Assalmualikum Om, ini Ayunda".
"Walaikumsalam, ada apa Yu?".
__ADS_1
"Om, Ayu mohon bantu Mas Guna memegang perusahaan Om. Mas Guna kelelahan Ayu hiks... hiks...maaf jika Ayu lancang sebagai cucu menatu hingga berani meminta kepada Om!" ucap Ayunda dengan isak tangis yang terdengar sangat jelas ditelinga Raka. Raka yang hanya mendengarkan uncapan Ayunda membuat Ayunda segera menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan kepada Raka.
"Mas Guna sibuk sekali dan dua hari yang lalu Mas Raka pulang jam 12 malam. Ayu khawatir dengan kesehatan Mas Guna Om. Kalau ada apa-apa sama Mas Guna, bagaimana Ayu dan anak Ayu Om hiks...hiks... " Tangis Ayu pecah membuat Raka tidak tega mendengarnya. Guna memang menghubunginya tapi dirinya yang egois hanya diam saja dan menganggap perusahaanlah yang membuat hidupnya dulu berantakan. Farhan yang sibuk hingga bercerai dan Kakak sulungnya yang bertengkar dengan papinya karena tidak ingin memegang perusahaan.
"Bagaimana keadaan kandungan kamu?" tanya Raka.
"Dia baik-baik saja selama Mas Guna juga baik Om!" ucap Ayunda secara langsung ingin mengancam Raka jika Guna suaminya tumbang karena keegoisan Raka maka dirinya juga akan tumbang bersama bayi yang sedang ia kandung. "Jaga cucuku baik-baik Yu!" ucap Raka membuat Ayunda ingin tertawa karena sebentar lagi Raka memang akan menjadi seorang Kakek muda.
"Jadi Om mau kan bantuin suami Ayu?" tanya Ayunda.
"Iya, seharusnya aku tidak seegois itu Yu, aku salah karena mengabaikan jerih payah Papi untuk anak-anaknya dan juga cucu-cucunya!" ucap Raka.
"Terimakasih Om" ucap Adinda tersenyum senang.
"Oke, Assalamualikum ".
"Waalaikumsalam".
Ayunda menutup sambungannya dan kemudian bersorak riang "Yeyeye...".
"Siapa yang kamu hubungi hingga kamu sebahagia itu?" tanya Guna dingin.
__ADS_1
Guna dengan mode seperti ini membuat Ayunda segera memeluknya karena ia tahu suaminya itu pencemburu. "Jangan marah dong Mas, Ayu tadi telepon Om Raka. Mas dan Gemal nggak berhasilkan meminta bantuan si Om kita yang sombong itu? Hehehe Ayu berhasil dong dengan modal nangis dan Ayu nggak mau Mas Gunaku ini sakit karena kelelalahan serta sedikit ancaman membuat Om besok pulang ke Rumah ini. Om bersedia memegang beberapa perusahaan" ucap Ayunda.
"Yang kamu telepon beneran Om Raka? bukan cowok-cowok teman sekolah kamu yang suka sama kamu kan Yu?" tanya Guna membuat Ayunda kesal.
"Ya iyalah Mas, Ayu itu cintanya sama Mas Guna. Mas kok begini sih buat Ayu kesal aja!" ucap Ayunda menatap sinis Guna. Ia kemudian mengambil baju untuk Guna dan memakaikanya ke tubuh Guna namun ketika melihat handuk Guna yang masih dipinggang Ayunda segera memberikan celana dalam dan celana pendek itu kepada Guna. "Kayak anak kecil minta dipakein, nih pakai sendiri!" kesal Ayunda membuat Guna tersenyum.
Guna tidak meminta Ayunda memakaikannnya baju tapi beberapa hari ini memang Ayunda melayaninya dengan ekstra dengan memakaikannya baju. Ayunda beralasan karena Guna kecapean sibuk bekerja di perusahaan membuat Guna merasa istrinya ini begitu manis.
"Terimakasih sayang" ucap Guna menarik Ayunda kedalam pelukannya.
"Nggak perlu!" ucap Ayunda ketus.
"Kamu hebat karena kamu bisa membujuk Om Raka!" bisik Guna membuat Ayunda tersenyum.
"Mas Ayu lupa" teriak Ayunda.
"Lupa apa?" tanya Guna menaikkan sebelah alisnya.
"Lupa buatin Mas Guna susu" ucap Ayunda. Harusnya suaminya itu bisa duduk sambil meminum susu hangat buatanya.
"Nggak usah hidanganya kamu saja sudah cukup bagi Mas!" ucap Guna membuat Ayunda menghela napasnya. Ternyata orang pediam itu memiliki keinginan yang aneh juga seperti suaminya ini yang akan sangat berbeda hanya saat ia di Rumah. Segala kebiasan Guna yang terlihat begitu rapi dari penampakanya, ternyata memiliki kebiasaan meletakan barang sembarangan. Apalagi otak Guna yang cerdas itu jika sedang bersamanya hanya akan berisi guyonan mesum yang membuat Ayunda harus banyak bersabar menghadapinya.
__ADS_1
tbc...