
Adinda, Felisa dan Raka saat ini menuju kediaman orang tua Adinda karena hari ini Ayunda, Guna dan Ghavin akan pergi ke Rumah Oma Guna yang berada di desa. Sebenarnya Adinda ingin ikut mereka, namun karena Raka sedang sibuk ia mengurungkan niatnya untuk pergi kesana. Adinda dan Raka akan menginap di rumah orang tua Adinda agar Mama dan Papanya tidak kesepian karena ditinggal pergi Ghavin, Ayunda dan Guna. Sedangkan Gemal dan Vivian akan bergantian menjaga Farhan di kediaman Candrama.
Adinda melihat Ghavin terlihat tampan didalam gendongan Guna. "Jadi perginya berempat?" tanya Adinda saat melihat seorang pengasuh Ghavin bersedia untuk ikut dan kelak bisa membantu menjaga Ghavin disana.
"Mas Guna yang minta" ucap Ayunda.
"Wah ini pasti akal-akalan Kak Guna" ucap Adinda membuat Guna tersenyum.
Ratna mendekati Ayunda dan Guna "Kalau bisa kalian membujuk Oma Mawar untuk datang ke pesta ulang tahun Mami kalian. Mami kalian pasti sangat bahagia!" ucap Ratna mengingat sahabatnya itu bersedih karena Oma Mawar tidak mau mengangkat telepon Elin karena masih marah mengenai pernikahan Guna dan Ayunda. "Ayu harus mengalah sama Oma ya Yu, menurut Mami kamu memang Oma Mawar itu punya sifat yang keras tapi sebenarnya dia itu baik hati" jelas Ratna.
"Iya Ma, Ayu akan berusaha agar Oma mau datang ke pesta ulang tahun Mami Elin" ucap Ayunda.
Elin saat ini sedang mengikuti Aditya yang ke Riau menghadiri seminar disana. Ia tidak tahu jika hari ini Guna, Ayunda dan Ghavin akan pergi ke kampung halamannya. Guna memang telah mempersiapan kepergiannya bersama Ayunda jauh-jauh hari karena ia melihat Maminya yang terlihat bersedih ketika melihat foto Omanya. Tentu saja Guna merasa bertanggung jawab atas kemarahan Omanya itu. Saat itu Guna tidak ingin Ayunda mengalami hal yang tidak enak karena ucapan Omanya hingga nantinya ingin membatalkan pernikahan mereka jika Ayunda bertemu Omanya itu, sebelum menikah dengannya.
"Dinda, titip Mama dan Papa ya. Jangan dibuat kesal Mama ya Din!" ucap Ayunda membuat Adinda memutar bola matanya.
"Emang Dinda biang masalah apa? Mbak itu yang harusnya bersiap diri menghadapi Oma! jangan sampai jadi beban Kak Guna dan jadi cengeng!" ejek Adinda membuat Ayunda kesal dan ingin sekali menjitak kepala Adinda jika tidak ada Raka disamping Adinda.
__ADS_1
"Om, titip perusahaan Om!" ucap Guna.
"Iya tenang saja Gun, Gemal juga udah mengurangi jadwalnya di Rumah sakit. Dia dan Vian akan membantu selama kamu pergi!" jelas Raka.
Guna tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena Om dan Adiknya sangat membantunya saat ini hingga ia bisa pergi menemui keluarga Mamanya dengan tenang.
"Ayo kita pergi!" ucap Guna. ia segera mencium punggung tangan Bagas.
"Guna, jangan lupa teh buat Papa!" ucap Bagas.
"Beres Pa" ucap Guna. Ia kemudian mencium punggung tangan Ratna. "Ma, jaga kesehatan Ma. Ingat Mama harus jaga kolestrol Mama!" pesan Guna membuat Ratna terkekeh karena perhatian menantunya ini.
"Iya, kalian berdua ini memang jodoh ya, sama orang tua aja selalu ngingetin. Elin aja sampai kesal cerita ke Mama kalau kalian ke main kerumah nggak boleh makan manis!" ucap Ratna membuat mereka semua tertawa.
"Makanya kayak Papa, olahraga biar sehat Ma!" ucap Bagas yang sangat suka bermain tenis dengan teman-temannya.
"Iya besok Mama mau senam dan fitnes" ucap Ratna membuat Ayunda segera memeluk Ratna.
__ADS_1
"Hanya seminggu Ma, jangan sedih ya kalau Ayu lupa hubungin Mama disana!" canda Ayunda. Ia melihat ekspresi Ratna yang kesal padanya membuatnya terkekeh " Hehehe...becanda Ma, tiap hari Ghavin bakalan telepon Mama kok" ucap Ayunda.
Ayunda, Ghavin, Guna dan pengasuh Ghavin naik kedalam mobil dan menuju bandara lalu mereka akan menuju kediaman Oma Mawar. Perjalanan memakan waktu sekitar sejam lebih dan perjalanan darat satu jam. Desa Oma mawar terdapat di daerah perbukitan. Selama perjalanan menuju kesana Ayunda merasa lelah dan juga sedikit mabuk membuatnya tertidur lelap selama dimobil disepanjang perjalanan. Berbeda dengan Ghavin yang tertawa saat terbangun dan menangis saat lapar. Ghavin terlihat sangat senang sepanjang perjalana dan tidak mabuk.
"Udah sampai Mas?" tanya Ayunda.
"Sebentar lagi" ucap Guna "Kamu kalah sama Ghavin, dia nggak mabuk Yu!" ucap Guna
"Ayu juga nggak pemabuk kalau jalannya nggak berliku kayak gini Mas!" ucap Ayunda.
"Lihat itu udah ada perkebunan tehnya!" tunjuk Guna membuat Ayunda menatap kearah jendela dengan takjub.
"Bagus banget nanti kita foto-foto ya Mas!" ucap Ayunda
"Iya katanya mau naik kuda?" tanya Guna.
"Mau Mas, mau dong!" ucap Ayunda memeluk lengan Guna dengan erat.
__ADS_1
tbc...