CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Adinda jangan di lawan


__ADS_3

Adinda mengingat pertemuannya pagi tadi dengan Adam yang membuat Raka marah padanya. Adinda menghela napasnya, ia tidak menyangka jika Adam adalah adik tiri Raka dan anak dari Lastri dengan Heri suami kedua Lastri. Dulu saat SMA, Adinda juga terkejut saat mengetahui jika ketua OSIS disekolahnya Adam Heriyanto menyukainya dan sengaja memberikan perhatian lebih padanya. Pikiran Adinda kembali ke masalalu mengenang kenangan masa SMA antara dirinya dan Adam.


Adam selalu mencarinya saat jam istirahat kedua yang memiliki waktu cukup panjang untuk bertemu dengannya. Semua di Sekolah mereka tahu, jika Adam menyukai Adinda namun Adinda yang terlihat cuek berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja menanggapi sikap manis Adam padanya. Adinda hanya menganggap Adam sebagai kakak kelasnya yang pintar dan hebat karena saat itu ia lebih fokus ke sekolah alih-alih memiliki hubungan dengan laki-laki yang sangat populer di Sekolahnya.


Raka memperhatikan Adinda yang melamun dikursi kerjanya membuat Raka melempar berkas di lantai dan brak... Adinda segera berdiri karena terkejut dan ia menatap Raka dengan kesal. "Om kenapa sih?" teriak Adinda.


"Ambil berkas itu!" ucap Raka.


"Ambil sendiri!" kesal Adinda.


"Ini masih di kantor dan kamu bukan tunangan saya saat ini, tapi kamu asisten saya!" ucap Raka dingin.


"Astaga Kakanda, didalam ruangan ini hanya Kanda dan Dinda disini. Masa kita harus jadi Bapak dan asisten kan nggak seru Kanda!" goda Adinda. Ia tahu jika Raka saat ini terlihat sangat kesal padanya dan sengaja membuat masalah dengannya.

__ADS_1


"Ambil!" ucap Raka membuat Adinda menghela napasnya dan ia melangkahkan Kakinya mendekati berkas itu. Adinda membungkukkan tubuhnya dan mengambil berkas lalu menyerahkannya kepada Raka.


Oke Dinda akan bersikap sebagai seorang asisten Om. Jadi jangan marah ya kalau selama di Kantor Dinda akan bersikap sebagai karyawan biasa.


"Ini Pak" ucap Adinda. Ia segera kembali duduk dikursinya sambil menghembuskan napasnya karena sangat kesal.


"Buatkan saya kopi!" ucap Raka dengan suara dinginnya.


"Kamu yang buatkan saya kopi!" ucap Raka dengan suara beratnya tanpa menatap Adinda dan ia fokus membaca berkasnya membuat Adinda kesal.


Jadi gitu ya Om, mau bales Dinda rupanya. Asal Om tahu ya Dinda nggak salah. Mana Dinda tahu kalau Kak Adam itu adik tiri Om.


Adinda melangkahkan kakinya menuju dapur kantor yang terdapat disudut koridor lantai ini. Ia kesal kepada Raka karena biasanya Raka tinggal menghubungi bagian OB dan bisasanya mereka yang mengantarkan minuman untuknya. Adinda mebuka pintu dapur denga pelan dan mendengar beberapa orang membicarakan tentang kejadian pagi tadi antara Raja, Adam dan juga dirinya.

__ADS_1


"Lo tahu nggak itu si asisten bos pagi tadi buat masalah, pagi-pagi makan direstauran saat kita rapat dan dia makan sama pacarnya Wow bangetkan dia pikir karena cantik bisa berbuat sesukanya. Jadi kata orang restauran pagi tadi dia dimarahi Pak Ceo" ucap wanita itu sambil tersenyum.


"Gue dengar sih dia itu udah yah... begituan sama Pak Ceo makanya dibawa kemana-mana sama Pak Ceo. Kalian tahu nggak kata teman gue si Adinda ini juga asisten Pak Ceo di kampus. Benerkan kata gue dia pasti ada hubungan sama Pak Ceo. Tapi sayang ****, lihat aja harga pakaiannya kan sama kayak kita-kita jadi bos nggak ngejajanin dia gede. Kalau gue jadi simpanan bos dan dipakek bos, gue minta dong banyak uang buat memelihara kecantikan gue. Operasi plastik dan jalan-jalan keluar negeri" ucap salah satu dari mereka.


Ya ampun gini ya rasanya jadi biang gosip dikantor. Mbak Ayu pernah nangis dikatain sama teman-temannya yang nggak-nggak. Kalau gue mah masa bodoh hahaha... mau mereka bila gue jelek, cantik dan simpanan bos terserah nggak ngaruh sama gue.


"Permisi, udah mbak ngegosipnya? saya mau buat kopi soalnya!" ucap Adinda tersenyum manis menatap mereka yang saat ini terkejut dengan kehadiran Adinda.


"Eh... Adinda... " ucapnya sambil tersenyum


"Eh... ada ratu gosip" ejek Adinda tersenyum manis membuat senyum perempuan itu hilang dan saat ini ia menatap Adinda dengan kesal.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2