
Makan malam ini terasa sangat canggung, apalagi saat ini sosok Vivian terlihat murung namun ia berusaha menujukkan senyumannya ketika Gemal menatapnya dengan tajam. Ayunda menyikut lengan Guna.
"Kok Gemal serem amat ya Mas, untung yang jadi suami Ayu Mas Guna" bisik Ayunda membuat Guna tersenyum.
Ayunda mengambilkan makanan untuk Guna dan ia terlihat cekatan membuat kedua orang tua Ayunda, Bagas dan Ratna tersenyum melihat putri mereka. "Nak Alfa" panggil Farhan Candrama kepada Kakak sulung Ayunda.
"Iya Kek" ucap Alfa.
"Katanya sekarang sudah pindah tugas kemari?" tanya Farhan.
"Iya Kek, kebetulan dimutasi ke Mabes" jelas Alfa.
Farhan menghela napasnya "Kakek mau cari anak bungsu Kakek Al, tapi sayangnya nggak bisa lapor polisi karena sebenarnya Raka pergi itu karena ulah kakek," jelas Farhan.
"Kita makan dulu nanti kita bicarakan Pi!" pinta Aditya.
"Baiklah ayo dimakan sudah lama Kakek nggak berkumpul dengan ramai kayak gini!" ucap Farhan tersenyum.
Semua mata menatap Guna yang cekatan menyuapi Ayunda dan Ayunda juga menyuapi Guna. Dunia terasa milik mereka berdua membuat semuanya tersenyum kecuali Vivian.
"Bikin iri aja Mbak Ayu, jiwa jomblo Dinda meronta nih," goda Adinda.
__ADS_1
"Iri kan Dek, makanya dulu jangan sering ngejekin Mbak jomblo!" ucap Ayunda tersenyum penuh kemenangan.
"Emang dulu Dinda sering ngejekin kamu Yu?" tanya Alfa. Ayunda ingin menjawab pertanyaan Alfa namun makanan didalam mulutnya membuatnya sulit untuk menelan. Guna dengan cekatan memberikan segelas air untuk Ayunda.
"Iya Kak, masa Dinda bilang kita berdua nggak laku dan mau dia langkahin. Makanya kualat dia Kak, diselingkuhin deh sama Rifki" jelas Ayunda.
"Dulu kan Dinda mau dilamar sama Rifki makanya minta Mbak Ayu nikah duluan. Mama sih nggak boleh ngelangkah" jelas Dinda.
"Untungkan Din nggak nikah sama Rifki coba kalau udah jadi istri Rifki terus diselingkuhin kamu," ucap Elin.
"Iya Mi, firasat Mama bener ternyata" ucap Adinda tersenyum sambil menatap Mamanya Ratna.
"Kak Alfa temannya dokter Karina ya?" tanya Gemal sambil mengunyah makanannya.
"Kebetulan aku sekarang bekerja di rumah sakit yang sama dengan Karina sama Papi juga!" jelas Gemal. Ia dan Aditya saat ini bekerja di Rumah sakit Dirgantara salah satu rumah sakit terbaik di kota ini.
"Tahu dari mana saya temannya Karina?" tanya Alfa.
"Di meja kerja Karina ada foto teman-temannya dan salah satunya ada foto kamu Al" jelas Gemal.
"Ngobrolnya kok formal banget sih" ucap Ayunda membuat mereka semua terkekeh.
__ADS_1
"Makan dulu Ayu!" perintah Guna membuat Ayunda menyebikkan bibirnya dan membuka mulutnya agar Guna menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Mas jadikan kita pergi?" bisik Ayunda.
"Jadi, kamu masih mau makan kedondong?" tanya Guna lembuat. Ayunda tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Masih mau Mas, Ayu juga pengen jalan malam-malam sama Mas!" bisik Ayunda.
"Dinda denger ya Mbak, tetap Dinda mau ikut Mbak!" ucap Adinda membuat Ayunda menatap sinis Adinda.
"Gangguin aja kamu Din. Mbak kan mau pacaran sama Mas Guna," kesal Ayunda.
"Dulu mbak juga suka ngintilin Dinda pacaran sama Rifki," kesal Adinda.
"Kan beda Dinda, kamu belum jadi istri Rifki jadi wajar mbak ngawasin kamu!" ucap Ayunda membuat Farhan tersenyum. Ia merasa suasana keluarga saat ini sangat hangat. Pantas saja Elin menginginkan anak perempuan tetangganya mereka menjadi menantunya. Apalagi Guna terlihat sangat menyayangi istrinya, membuat Farhan menyesal karena pernah menolak Ayunda menjadi bagian dari keluargannya.
"Dinda," panggil Farhan.
"Iya Kek," ucap Dinda.
"Kalau anak bungsu Kakek pulang dan dia belum menikah kamu mau ya jadi menantu Kakek?" ucap Farhan membuat mereka semua terkejut.
__ADS_1
"Gemal nggak setuju Kek masa Gemal panggil Si itik ini, Tante" ucap Gemal membuat mereka semua tertawa. Tanpa mereka sadari saat ini Gemal sedang mencubit lengan Vivian yang duduk disampingnya karena sejak tadi Vivian selalu menunjukkan wajah sedihnya.