CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Senyuman Ratna dan Bagas


__ADS_3

Ayunda membuka matanya dan tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur pulas. Hari ini baby Ghavin sudah bisa dibawa pulang dan Ayunda tidak sabar untuk memeluk bayi mungilnya itu. Setiap hari ia dan suaminya selalu datang menjeguk putra mereka dan membawakan ASI yang telah dipompa untuk Ghavin. Awalnya ASI Ayunda masih sedikit tapi berkat mertuanya dan Mamanya yang memberikan asupan makanan yang bergizi untuknya agar produksi asinya meningkat membuat ASI Ayunda sekarang sangat banyak.


"Mas" panggil Ayunda membuat Guna mengerjapkan kedua matanya.


"Udah subuh Mas" ucap Ayunda. Guna mengucek kedua matanya dan membuka matanya dengan perlahan karena masih mengantuk.


"Mas mandi dulu Yu, Mas mau ke masjid!" ucap Guna.


"Iya Mas" ucap Ayunda.


"Kamu jangan banyak aktivitas ya Yu, Mas nggak mau perut kamu sakit nanti ada Bibi yang akan bantuin kamu ngurusin Ghavin!" ucap Guna.


"Iya Mas, tadi malam Mas juga bilang gitu kok ke Ayu. Memang Ayu pelupa apa?" kesal Ayunda menyebikkan bibirnya membuat Guna mengecup pipi Ayunda dari gemas dengan istrinya ini yang setelah melahirkan semakin seksi menurut Guna


Guna kemudian segera menuju kamar mandi, sedangkan Ayunda merapikan tempat tidurnya dengan pelan. Guna memang sangat overproktetif kepadanya apalagi setelah ia melahirkan. Ayu tersenyum jika mengingat Guna ternyata sangat mencintainya dan takut kehilangannya. Ayu pernah terbangun saat mendengar Guna memanggil namanya dalam tidurnya dan meminta Ayunda agar tidak meninggalkannya. Meski Guna tak banyak berkata romantis, tapi sikap Guna padanya membuat Ayunda menyadari betapa Guna sangat mencintainya.


Ayunda memilih duduk disofa menunggu Guna selesai mandi. Ia telah menyiapkan baju kokoh, kopiah dan sarung yang akan dipakai Guna ke masjid. clek... bunyi pintu kamar mandi terbuka terlihat Guna keluar dengan balutan handuk di pinggangnya, ia tersenyum melihat istrinya yang saat ini sedang melihat ponselnya.


"Kenapa nggak tidur lagi?" tanya Guna sambil memakai pakaiannya.


Ayunda mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada Guna "Hari ini kan mau jemput Ghavin jadi Ayu nggak mau tidur lagi mau bantuin Mama di dapur!" ucap Ayunda.


"Mama nggak perlu dibantu ada bibi dan Adinda yang bantuin!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum.


Guna telah siap berangkat ke masjid "Ayu Mas pergi dulu ya! Assalamualikum" ucap Guna.


"Waalaikumsalam" ucap Ayunda tersenyum pada suami tampannya.


Setelah Guna pergi ke masjid Ayunda segera keluar dari kamar dan melihat Felisa yang sedang berada sendirian di depan Tv sambil bermain dengan mainannya. Ayunda mendekati Felisa. Setelah kedatang Felisa dirumah ini, rumah ini semakin rame. Felisa anak yang baik dan tidak rewel membuat semua orang sayang padanya.

__ADS_1


"Feli sendirian Mama Feli mana?" tanya Ayunda.


"Mama Karin didapur" ucap Feli. Ayunda lupa kalau dirinya dan Karina yang dipanggil Mama kalau Adinda dipanggil Ibunda.


"Maksud Mama Ayu, Ibunda Feli?" tanya Ayunda.


"Lagi di dapur bantuin Oma" ucap Felisa.


"Feli udah mandi?" tanya Ayunda.


"Belum nanti, Ma sama Ibunda" ucap Felisa membuat Ayunda tersenyum.


Ayunda melangkahkan kakinya menuju dapur dan terlihat Adinda yang sedang memasak didapur bersama Mamanya. "Kamu ada perubahan ya Din sekarang, dulu aja bangun siang terus, kalau nggak dibangunin nggak bangun!" ejek Ratna.


"Sekarang kan Dinda udah punya anak Ma, bentar lagi punya suami. Jadi Dinda mesti bangun pagi!" ucap Adinda.


"Hehehe... Mama tahu aja, kalau Dinda nggak bangun sholat subuh Dinda bisa kena Omel sama si Om Ma" jelas Adinda.


"Berarti kamu nggak salah pilih calon suami Din, kalau Raka itu memang anaknya baik sama kaya Guna" ucap Ratna.


"Ya iyalah Ma sama Kak Guna mah jauuhhh..." ucap Adinda membuat Ayunda yang mendengarnya kesal.


"Suami Ayu itu, lebih baik dari Om Raka. Jauuhhh banget" ucap Ayunda dengan nada yang tinggi seakan tidak mau kalah dengan Adinda.


"Nggaklah gantengan Om Raka Kakanda dan Ayahnda anak-anakku!" ucap Adinda tersenyum senang.


"Mbak jadi kasihan sama Om Raka, punya istri aneh kayak kamu. Zaman moderen gini masih panggil Kakaknda, Ayahnda bentar terus Ghavin panggil kalian apa coba?" tanya Ayunda.


"Hehehe... Kalau Dinda tetap panggil Ibunda kalau si Om hehehe Kakeknda atau Opanda kali ya Hahaha... ngamuk dia kalau dengar Mbak" ucap Adinda dan diujung sana Raka yang baru saja pulang dari mesjid sholat subuh terbatuk-batuk secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Din, norak tahu kalau kamu panggil suami kamu kayak gitu" ucap Ayunda.


"Dirumah aja loh Mbak, kalau dikantor dan dikampus janganlah Mbak. Dinda juga tahu batasannya lagian Ayahnya Feli itu orangnya nggak suka marah-marah paling ngejelitin Dinda Mbak atau berdebat dikit sama Dinda" ucap Adinda sambil memasukan roti kedalam mesin pemangang.


"Nih... Dinda baik kan buatin Kakak ipar Dinda roti bakar" ucap Adinda.


"Mau dibayar berapa kamu atas kebaikanmu yang ini Dinda?" ucap Ayunda menatap sinis karena Adinda yang dulu biasanya selalu meminta imbalan atas jasanya kepada Ayunda setelah Ayunda menjadi istri Guna.


"Nggak dong Mbak Dinda udah kaya sekarang Om Raka ngasih Dinda uang jajan banyak loh Mbak, limit kartu kredit aja gede" ucap Adinda sombong membuat Ratna menggelengkan kepalanya mendengr ucapan kedua putrinya.


"Kalau gitu nanti bayarin tiket Mbak liburan sama Kak Alfa ya Din!" goda Karina.


"Oke Mbak nanti Dinda bilang sama Ayah Feli ya Mbak!" ucap Adinda.


"Mbak becanda Dinda!" ucap Karina.


"Biar aja mbak Om Raka yang bayarin tiket nanti Papanya Ghavin yang bayar hotelnya" ucap Ayunda membuat Karina tersenyum.


"Dinda kata Mama kamu mau ganti motor ya?" tanya Ayunda.


"Nggak jadi mbak nanti motornya nggak kepakek!" ucap Adinda memjuat Ratna tersenyum.


Dinda putrinya ini memang memiliki sifat yang tidak terduga. Saat ini Dinda memilih akan menyumbangkan uang tabungannya itu untuk panti. Tadinya Dinda menitipkan uangnya itu untuk membeli motor baru untuknya, namun malam tadi Dinda datang kepada Ratna dan mengatakan jika ia tidak jadi membeli motor karena uangnya akan ia sumbangkan untuk panti. Adinda juga mengatakan kepada Ratna jika Raka tidak mengizinkanya untuk menaiki motor sendirian.


Sarapan telah siap Guna, Alfa dan Bagas telah pulang dari masjid dan berbincang di ruang keluarga. Adinda saat ini sedang memandikan Felisa dan ia pun juga segera mandi karena hari ini ia akan menemani Guna dan Ayunda menjemput Ghavin putra mereka. Setelah itu seperti biasa mereka sekeluarga akan sarapan pagi bersama sebelum melakukan aktifitas masing-masing. Canda dan tawa dari keributan Ayunda dan Adinda seolah menjadi nyanyian indah di pagi hari bagi Bagas dan Ratna.


Alfa sebentar lagi akan pindah ke asrama bersama istrinya sedangkan Adinda akan segera menikah dengan Raka dan tinggal bersama Raka di rumah keluarganya. Untung saja Ayunda dan Gunda berserta Ghavin akan tinggal bersama mereka hingga mereka tua dan akhirnya menutup mata. Senyum dan tatapan haru terpancar dari mata Bagas dan Ratna. Akhirnya putra-putri mereka akan memiliki kehidupan sendiri tak terasa waktu telah berlalu. Harapan Bagas dan Ratna semoga apapun yang terjadi nanti anak-anaknya akan tetap rukun dan bahagia.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2