
Guna menggandeng tangan Ayunda dan melangkahkan kakinya menuju lapangan tenis tempat keluarganya berkumpul. Guna tersenyum saat melihat Oma Mawar, Arjun dan juga Gia berada disini. Maminya memang sangat luar biasa memberinya kejutan dihari yang tidak ia duga. Beberapa hari yang lalu ia telah menerima penghargaan itu, namun ia belum sempat memberitahukan kepada Keluarganya. Jika bukan sang Kakek, Raka, Brian atau berita tentang prestasinya ini didapat dari majalah bisnis. Mungkin Maminya tidak akan tahu tentang penghargaan yang ia dapatkan.
Gia melangkahkan kakinya dengan cepat mendekato Guna dan Ayunda. Ia segera memeluk Guna dan juga Ayunda. "Selamat buat kehamilan Mbak Ayu dan juga penghargaan yang kakak terima!" ucap Gia membuat Guna tersenyum dan mengelus kepala Gia.
"Kalandra mana?" tanya Guna.
"Nggak tahu," ucap Gia.
"Kata Oma kamu pacaran sama Kalandra?" tanya Guna.
"Nggak bohong itu kak berita hoak," kesal Gia membuat Ayunda tersenyum dan mencubit pipi Gia.
"Udah terima aja kalau dia itu jodoh kamu dek!" goda Ayunda.
"Ogah Mbak, Kalandra itu dikelilingi banyak cewek. Kalau jadi pacarnya bisa-bisa Gia kena teror kayak Mbak Vian yang selalu saja kena teror fans-fans gila suaminya," ucap Gia membuat Gemal mendekati Gia dan menjepit kepala Gia diketiaknya.
"Kak Gem bau..." teriak Gia membuat semuaya tertawa.
Guna mendekati Oma Mawar dan ia mencium punggung Oma Mawar lalu memeluknya. Begitu juga dengan Ayunda dan setelah itu keduanya mencium punggung tangan Farhan, Aditya, Elin, Bagas dan juga Ratna.
Ayunda dan Guna mendekati Raka. Raka tersenyum membuat memekuk Raka. "Selamat ya!" ucap Raka.
__ADS_1
"Terimakasih Om," ucap Guna tersenyum.
Raka mengulurkan tanganya meminta agar Adinda mencium tanganya. "Sebagai kakak ipar Din," ucap Guna mengingatkan statusnya sebagai Kakak ipar.
Adinda tersenyum geli dan ia mencium punggung tangan Guna dn setelah itu ia juga mengulurkan tangannya. "Sekarang giliran Dinda sebagai istri dari Omnya Kak Raka!" ucap Adinda membuat semuanya tertawa.
Guna mencium punggung tangan Adinda dengan hormat. "Tentu saja Tante," ucap Guna. Raka memeluk pinggang Adinda dengan mesra membuat mereka semua bersorak gembira melihat kemesraan keduanya.
"Oma mau mengumumkan kepada kalian semua, Oma akan menetap di Jakarta dan tinggal bersama Elin dan Adit disini!" ucap Oma Mawar membuat mereka semua tersenyum.
"Gia gimana kalau Oma tinggal disini terus?" tanya Gia karena kedua orang tuannya dan Kakak sulungnya selalu saja sibuk dan sering meninggalkannya sendirian di Rumah.
"Kamu ikut Kalandra saja, Oma setuju dengan usulan Kakakmu Arjun yang lebih percaya Kalandra dari pada pacar kamu itu!" ucap Oma Mawar membuat Gia melototkan matanya.
"Tentu saja sayang biar Vian ada temannya nggak bosen dikamar aja ya Vian!" ucap Elin membuat Vivian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Udah ayo kita makan-makan, jangan lupa Kak Guna kuenya dipotong dan juga ditunggu traktirannya!" goda Gemal membuat mereka semua bersorak gembira.
Ayunda tersenyum puas melihat kebahagiaan keluarga besar mereka. Sama seperti Guna yang tidak menyangka perempuan mabuk tetangganya yang memberikannya ciuman bertubi-tubi itu menjadi istrinya.
"Dulu Mas pernah berpikir kalau kamu itu sangat menyebalkan hingga membuat Mas nggak bisa satu hari saja nggak ingat kamu, setelah kamu cium Mas waktu itu. Kamu itu bagaikan magnet buat Mas Yu," ucap Guna membuat Ayunda tersenyum.
__ADS_1
"Magnet?" tanya Ayunda.
"Iya kita bagikan dua kutub yang memiliki banyak perbedaan, tapi saat bibir ini menyentuh kutub dingin yang dulunya tidak tersentuh, membuat kutub dingin merasa kutub yang terlihat hangat dan ceria itu sulit untuk dilepaskan" ucap Guna menujuk hati Ayunda.
"Jadi Ayu kutub hangat dan Mas kutub dinginnya?" tanya Ayunda menahan tawanya.
"Iya kutub yang jika berdekatan ingin saling menarik, menempel dan tidak ingin berpisah!" ucap Guna membuat Ayunda terkekeh. "Mas utara dan kamu selatan."
Ayunda mencium pipi Guna dan itu tidak luput dari tatapan Adinda yang merasa kagum dengan keromantisan keduanya. "So sweet banget Mbak Ayu dan Om," ucap Adinda membuat Ayunda melepaskan pelukanya dan menatap Adinda dengan kesal.
"Kanda, kita jangan mau kalah dong sama mereka!" ucap Adinda.
"Mbak Dinda dan Mbak Ayu sayang, nggak lihat nih kalau Oma, Kakek, Kak Arjun dan Gia nggak punya pasangan. Jangan buat kita iri dong!" kesal Gia.
"Hahaha...kalau Oma dan Kakek kalian ini, pernah mencicip rasa cinta saat kita muda. Nah, kalian berdua itu yang harus segera cari pasangan terutama Arjun. Kalau Gia nggak apa-apa sama Kalandra. Bobot dan bebetnya udah jelas!" ucap Oma Mawar membuat Gia tersedak dan mereka semua tertawa.
"Ini kenapa Oma jodohin Gia sama Kalandra sih?" kesal Gia.
"Jodohin aja Oma Kalandra itu baik kok orangnya!" ucap Ayunda karena ia sangat mengenal Kalandra sejak dulu kerika ia remaja.
tbc...
__ADS_1
Konflik yang besar sekali nggak ada lagi ya teman-teman. ini sebenarnya bonus part buat kalian. Tentang kehamilan dan kebahagiaan mereka. Ini kayak extra partnya mereka atau bisa dibilang ini sebenarnya bagian kedua Ceoku suamiku setelah menikah. Aku nggak buat ceo-ku suamiku 2 kayak novel2 lain. Karena bagiku cukup dilapak ini aku menceritakan mereka dan aku ceritakan sampai tuntas.