CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Licik dan menyebalkan


__ADS_3

Pagi ini Raka menerima telepon dari Alfa yang memintanya untuk menemuinya dan Papanya di Rumah mereka. Rencana Raka berhasil dengan meminta Guna untuk mengirimkan fotonya bersama Adinda yang sedang terlelap diatas ranjang. Sebenarnya foto itu memang telah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Raka untuk mengancam Adinda jika Adinda menolak keinginannya. Licik memang tapi itulah Raka Candrama.


Raka bisa menduga jika saat ini bisa saja ia mendapati tubuhnya babak belur karena berani menyentuh Adinda. Raka hanya ingin pernikahannya dipercepat dan ia tidak peduli dengan akibat dari trik yang saat ini ia rencanakan.


Raka memasuki halaman rumah calon mertuanya dengan menggunakan mobilnya. Hari ini sebenarnya ada dua rapat yang harus ia hadiri tapi demi mempercepat pernikahaanya, Raka membatalkan rapatnya. Raka turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah calon mertuanya.


Terlihat Guna yang menatapnya dengan menahan senyumnya sedangkan sosok Alfa, terlihat seperti tatapan harimau yang ingin menerkam musuhnya. Alfa mendekati Raka dan satu pukulan keras mengenai wajah Raka membuat Ayunda terpekik dari lantai dua. Ayunda segera menurini tangga, membuat Guna mempercepat langkahnya menaiki tangga dan membantu istrinya itu untuk turun dari tangga.


"Kau sudah berjanji akan menjaga adikku dan kau berani menodainya!" teriak Alfa membuat semua yang ada dirumah ini terkejut mendengarnya kecuali Adinda yang saat ini masih berada dikamar mandi sambil bernyanyi.


"Saya mengaku jika saya salah Al!" ucap Raka.


"Saya merasa gagal menjaga adik saya Ka, saya pikir kamu bisa mengormati adik saya dan menjaganya. Kamu benar-benar membuat saya kecewa! Apa Dinda sudah hamil?" tanya Alfa, ia menarik kera kemeja Raka membuat sosok cantik yang baru saja datang dari arah dapur, mendekati mereka lalu memegang tangan Alfa dengan lembut. Ia mencoba menenangkan Alfa lalu berbisik meminta Alfa untuk melepaskan tangannya dari kera kemeja Raka.


"Saya minta maaf dan saya kesini memang meminta Om Bagas untuk menyetujui pernikaham saya dan Adinda agar segera dipercepat!" ucap Raka.


"Alfa, Raka kita bicarakan di ruangan kerja Papa!" ucap Bagas dan dengan sorot matanya yang menajam meminta Alfa melepaskan tangannya yang sejak tadi memegang kera baju Raka.

__ADS_1


Raka mengusap pipinya dan ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang kerja Bagas. Raka dan Alfa saat ini duduk bersebelahan, sedangkan Bagas berada dihadapan mereka. "Al, kamu ini biasanya nggak emosi gini, Raka datang langsung pukul kayak gitu!" ucap Bagas.


"Alfa hanya melakukan apa yang sudah kita sepakati Pa, Alfa memukul Raka karena dia telah berjanji akan menjaga dan mengormati Adinda sebagai tunangannya. Adinda masih tanggung jawab Alfa sebagai Kakak Pa dan Raka udah berani berbuat mesum bersama Adinda" ucap Alfa.


"Raka, saya tahu kamu adalah anak yang baik dan saya ingin kamu menjelaskan ini semua sekarang juga!" ucap Bagus dingin.


Raka menghela napasnya "Saya tidak bisa. mengontrol diri saya karena saya terlalu mencintai putri Om. Bahkan saya dan Adinda sulit untuk menjauh Om. Jika sehari saja saya tidak bertemu Adinda saya tidak bisa Om!" ucap Raka.


Clek... pintu terbuka terlihat seorang wanita cantik memakai celana traning dan baju kaos dengan rambut basahnya yang dibalut handuk menatap mereka dengan tatapan bingung. "Om kok ngobrolnya sama Papa dan Kak Alfa, Om bukannya mau ketemu Dinda?" tanya Adinda belum mengetahui drama pagi ini di keluarganya.


Dan benar saja Adinda terkejut saat melihat pipi Raka lebam dan sudut bibir Raka berdarah. "Siapa yang mukulin tunangan Dinda?" tanya Adinda mendekati Raka dan duduk disofa tepat disamping Raka. Adinda menyetuh luka dibibir Raka dengan lembut.


"Adinda kamu sudah mengecewakan Papa, pernikahan kalian harus segera dipercepat!" ucap Bagas membuat senyum Raka terbit sedangkan Adinda membuka mulutnya mendengar ucapan Papanya. Ia melepaskan tangannya dari wajah Raka dan mengalihkan pandangannya menatap Papanya dengan tatapan penasaran.


"Terimakasih Pa, saya harap Papa tidak menarik ucapan Papa!" ucap Raka membuat Adinda mengerutkan dahinya apalagi Papanya saat ini menatap perut Adinda membuat Adinda melihat arah tatapan sang Papa.


"Sebelum perut Adinda membesar sebaiknya kalian segera menikah!" ucap Bagas menghela napasnya.

__ADS_1


"Papa maksud Papa Dinda hamil?" tanya Adinda membuat Bagas menganggukan kepalanya. "Kak Al juga berpikiran begitu?" tanya Adinda dan Alfa menganggukkan kepalanya.


"Hua... hiks...hiks... tega banget Dinda nggak hamil kapan buatnya dan Om jangan ngarang! gini-gini Dinda bisa jaga diri. Papa dan Kak Alfa pasti dibohongi sama Om Raka" ucap Adinda terisak. Jika pernikahan dipercepat bagi Adinda itu tidak jadi masalah, karena dia juga menginginkan pernikahaanya dipercepat. Setelah ia berpikir dan banyak menimbang hubungannya dengan Raka, Adinda memutuskan setuju dengan ajakan Raka meminta pernikahan mereka dipercepat. Tapi saat ini ia sangat kesal karena dituduh sedang hamil diluar nikah dan ia tahu siapa dalang yang menyebabkan ini semua terjadi.


"Buktinya mana kalau Dinda sudah hamil? lihat perut Dinda masih rata! Papa, Kakak Dinda masih gadis, Dinda nggak bohong!" kesal Adinda.


"Mau bukti?" tanya Alfa.


"Iya" ucap Dinda menggigit bibirnya, lalu menganggukan kepalanya membuat Raka mengangkat sudut bibirnya.


"Ini" ucap Alfa menunjukkan foto Adinda yang terlelap diranjang bersama Raka.


"Kita nggak ngapa-ngapain Pa, Kak. Itu Om Raka aja yang foto Dinda lagi tidur, Dinda bahkan nggak tahu kalau Om Raka tidur disamping Dinda!" jujur Dinda membuat tatapan Bagas dan Alfa tertuju pada Raka yang saat ini tersenyum penuh kemenangan.


"Om sudah mengatakannya jika pernikahan saya dan Adinda akan dipercepat dan Om tidak bisa menarik ucapan Om kembali, Setelah acara resepsi pernikahan Kak Alfa, satu bulan kemudian saya dan Adinda akan segera menikah!" ucap Raka membuat Bagas dan Alfa menatap tak percaya sosok Raka yang ternyata sangat licik dan menyebalkan. Kali ini Bagas merasa calon menantunya ini telah mempermainkannya hanya agar pernikahannya dipercepat. Bagas kalah telak karena pernah meminta Raka untuk bersabar selama dua tahun untuk menyakinkannya jika ia pantas untuk putrinya.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2