CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Tangisan Farhan


__ADS_3

Guna tidak mengiyakan permintaan Gemal untuk kembali keperusahaan kecuali Kakeknya sendiri yang mengatakannya langsung. Saat ini Guna sibuk melakukan meeting dengan perusahaan miliknya. Ia memiliki sebuah tiga ruko yang ia satukan menjadi sebuah kantor. Guna memiliki beberapa supermarket dan saat ini ia juga membuat usaha baru yaitu perusahan jasa pengiriman barang. Guna telah menghubungi beberapa investor agar mau berinvestasi padanya.


Bunyi ponselnya membuat Guna segera mengambil ponselnya dan mengangkatnya. "Halo Assalamuaikum" ucap Guna.


"Waalaikumsalam, Kamu dimana Guna?" tanya Farhan Candrama.


"Di Ruko kek" ucap Guna.


"Kamu bisa pulang sekarang juga?" tanya Farhan Candrama. "Ada ada dirumah orang tuamu!" jelas Farhan.


"Iya Kek, Guna segera pulang, Assalamualikum" ucap Guna.


"Waalaikumsalam" ucap Farhan.

__ADS_1


Guna segera mematikkan ponselnya dan ia berdiri dan memasukkan beberapa berkas dan laptop miliknya kedalam tas. ia memanggil asistenya dan mengintruksikan beberapa pekerjaan kepada mereka. setelah itu Guna bergegas pulang ke rumahnya.


Dalam perjalanan menuju rumahnya Guna menghela napasnya karena ia tidak ingin Kakeknya menyakiti hati istrinya. apalagi saat ini Ayunda sangat sensitif karena kehamilannya. ia tidak akan tega melihat air mata kembali tumpah diwajah cantik istrinya itu.


*semoga Kakek bisa menghormati keputusanku.


batin Guna*.


Beberapa menit kemudian ia sampai di kediaman orang tuanya. Guna memasukkan mobilnya kedalam garasi. ia keluar dari mobil dan menuju pintu utama rumah ini. Guna masuk kedalam dan melihat sosok Farhan dan Vivian yang sedang berbincang dengan orang tuanya serta Gemal yang juga baru datang seperti dirinya.


"Didalam hmmm..." Elin kemudian memberikan isyarat kepada Guna kalau Ayunda takut untuk bertemu Farhan Candrama.


Farhan menghembuskan napasnya. "Wajar jika istri kamu takut dengan Kakek" ucap Farhan.

__ADS_1


"Maafkan istri Guna Kek" ucap Guna sopan membuat Gemal tertawa sinis karena inilah Guna menjadi kesayangan Kakeknya karena selama ini Guna selalu menuruti keinginan Farhan. Guna memang sangat berbakti kepada orang tua dan Kakek mereka.


"Maaf Pi, apa yang ingin Papi sampaikan hingga membuat kita berkumpul disini?" tanya Aditya. ia tadi pagi dihubungi Farhan yang memintanya untuk berkumpul disini.


Farhan menatap semua keluarganya dengan tatapan serius. Vivian yang berada disamping Farhan menundukkan kepalanya karena mau tidak mau suka atau tidak ia harus menuruti perintah Farhan. "Kakek sebelumnya menyesal dengan apa yang selama ini kakek lakukan hingga membuat kalian kecewa. Apalagi Kakek sering bersikap semena-mena dengan kalian semua. Umur kakek sudah tidak lama lagi" ucap Farhan membuat Elin meneteskan air matanya.


"Pi jangan bicara seperti itu, Elin juga minta maaf karena selama ini Elin bukanlah menatu yang baik Pi" ucap Elin menatap Farhan dengan air mata yang berlinang.


Farhan menatap Elin dengan tatapan sendu "Kamu tidak salah Lin, Papi yang salah selalu menyalahkan kamu karena mendukung Adit menjadi seorang dokter alih-alih menjadi pewaris Papi. papi juga tahu selama ini kamu sengaja memberikan Guna masukan dan dorongan agar menjadi pewarisku. kamu tidak mau Papi bersedih karena...hmmm... Raka kepergian Raka" jelas Farhan. mata tua Farhan akhirnya basah dan wajahnya yang telah menua itu terlihat begitu menyedihkan.


Elin menangis dipelukan Aditya "Maafkan Adit Pi tidak bisa menjadi anak yang baik" ucap Aditya. Air mata Farhan menetes keras dan ia tergugu membuat Aditya melepaskan pelukannya kepada Elin dan mendekati Farhan. Aditya berlutut dikaki Farhan. walau bagiaman pun ia perlu meminta maaf kepada Papinya karena membuat Papinya itu bekerja keras memipin perusahaan karena keegoisannya yang ingin menjadi dokter.


"Tidak nak jangan!" ucap Farhan meminta Aditya berdiri. "Papi tahu apa yang kamu lakukan selama ini belakang Papi. kamu tetap anak Papi yang dulu yang hebat dan tidak pernah mengecewakan Papi. papi yang salah karena tidak mengerti keinginan anak-anak Papi. jika saja adikmu kembali Papi janji tidak akan bersikap keras seperti dulu padanya" jelas Farhan.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2