
Mereka sampai di Mall, Ayunda turun dari mobil tanpa mau menunggu Guna. Gemal tersenyum melihat keduanya. "Gem, kita jalannya pelan-pelan aja. kita lihat gimana tingkah mbak Ayu dan Kak Guna!" ucap Adinda.
"Ini lebih seru dari pada nonton bioskop Din hahaha" tawa Gemal.
"Ngomong-ngomong lo nggak sakit hati Mbak Ayu nikah sama Kak Guna?" tanya Adinda.
Gemal tersenyum "Awalnya iya tapi Kak Guna adalah sosok yang sangat penyayang dibalik sikap dinginnya. dia lebih cocok buat Ayu dari pada gue!" ucap Gemal.
mereka masuk kedalam Mall dan segera menuju bioskop. Ayunda melangkahkan kakinya diepan Guna yang berjalan dengan santai. tiba-tiba seorang laki-laki tersenyum kepada Ayunda membuat Ayunda tersenyum walau ia tidak mengenal laki-laki itu. melihat senyuman Ayunda kepada laki-laki lain membuat Guna kesal. ia menarik tangan Ayunda dan Menggenggamnya.
Ayunda menghentikan langkahnya "Ini maksudnya apa?" tanya Ayunda menunjuk tangan Guna yang memegang tangannya.
"Biar kamu nggak salah jalan!" ucap Gemal.
"Emang aku anak kecil?" kesal Ayunda.
"Anggap aja begitu" ucap Guna.
Ayunda meminta Guna melepaskan tangannya namun Guna menahannya "Jangan mencoba membantahku Ayu, kamu itu mau kegenitan sama laki-laki lain?" ucap Guna kesal.
"Genit? Mas yang kegenitan, sana pergi sama Vivian dan hubungan kita berakhir sampai disini. Kita putus!" ucap Ayunda.
"Emang Mbak dan Kak Guna pacaran pakai putus segala?" goda Adinda.
"Diam!" ucap Ayunda dan Guna bersamaan.
__ADS_1
"Kamu nggak boleh senyum-senyum sama laki-laki lain!" ucap Guna.
"Kalau orang senyum sama kita, masa kita mesti cemberut" kesal Ayunda.
"Saya tidak suka Ayu, awas kalau kamu ke Mall sendirian saya hukum kamu!" ucap Guna.
"Suka-suka Ayu, lagian Mas juga masih suka pergi sama Vivian," ucap Ayunda.
"Kamu cemburu?" tanya Guna.
"Nggak ngapain cemburu sama orang yang nggak bisa ngehargai perasaan aku," ucap Ayunda.
"Udah ributnya filmnya mau dimulai ini!" ucap Gemal.
"Aku mau belanja, kalian aja yang nonton!" ucap Ayunda.
"Mas nggak usah ikut-ikutan!" kesal Ayunda.
Guna merangkul Ayunda dan segera pergi menjauh Dari Gemal dan Adinda. Gemal dan Adinda segera masuk kedalam bioskop. mereka tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Guna dan Ayunda.
Sementara itu Ayunda terisak membuat Guna terkejut. Guna mengajak Ayunda masuk kesebuah restauran dan ia memesan dua es krim dan beberapa makanan lainnya. Mata Ayunda sembab membuat Guna menghela napasnya.
"Jangan nangis!" ucap Guna duduk disamping Ayunda dan menyerahkan es krim kepada Ayunda.
"Mas sebenarnya sayang nggak sih sama Ayu hiks...hiks...?" tanya Ayunda sambil terisak.
__ADS_1
"Sayang Yu, Mas sayang!" jelas Guna.
"Tapi Mas kenapa mau ketemu Vivian?" tanya Ayunda.
"Mas bohong Yu, Mas cemburu Yu!" jujur Guna dengan wajah memerah karena malu.
Ayunda menatap wajah tampan Guna dan kemudian ia kembali terisak membuat Guna bingung lalu segera memeluk Ayunda. "Maaf ya Yu, jangan nangis lagi!" pinta Guna.
"Mas ngerayu Ayu yang serius dong hiks... hiks... " tangis Ayunda pecah.
"Gimana Yu? Mas harus gimana?" tanya Guna bingung. Ia baru pertama kali ini merasa malu karena beberapa orang melihat kearahnya seolah-olah ia adalah seorang tersangka karena membuat wanita cantik disebelahnya menangis.
"Mas harusnya panggil Ayu sayang gitu!" ucap Ayu.
"Iya, maafin Mas sayang, jangan nangis ya!" ucap Guna.
"Iya, Mas harus janji Ayu jadi satu-satunya istri Mas!" ucap Ayunda.
"Iya janji sayang" ucap Guna berusaha berkata lembut kepada Ayunda.
"Suapin es krimnya!" pinta Ayunda.
Guna menyuapkan es krim kedalam mulut Ayunda dan kemudian mencium pipi Ayunda membuat wajah Ayunda memerah karena malu.
"Malu," bisik Ayunda.
__ADS_1
"Sudah terlanjur malu dari tadi," ucap Guna sambil tersenyum.