
Farhan masuk kedalam ruang kerjanya bersama Guna. ia duduk dikursi kerjanya dan meminta Guna duduk dihadapannya. Farhan menatap cucu kesayangannya itu dengan tatapan sendu. sejak kecil Guna selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan tidak pernah membantah keinginannya kecuali pernikahaan.
"Kakek sagat menyayangimu Guna, Kakek tahu Kakek pernah mengecewakanmu dan menyakiti istrimu!" ucap Farhan membuat Guna menghela napasnya.
"Yang berlalu tidak usah Kakek pikirkan lagi. Sekarang Guna mohon Kakek fokus dengan kesehatan Kakek!" pinta Guna.
Farhan merasa resah dan khawatir dengan kondisi kesehatannya. Semakin hari ia semakin merasa lemah. Ia telah memikirkan semuanya dan berharap keluarganya tidak bersedih jika sesutu terjadi saat ia dioperasi nanti.
"Kau lebih muda dari Raka tapi Kakek tahu kau lebih dewasa darinya. Tampuk kepemimpinan perusahaan Kakek serahkan kepadamu. Raka akan memegang pengelolaaan hotel dan poperti yang lainya dari Candrama grup. Aset keluarga tetap disatukan tapi pengelolaan beberapa perusahan Kakek akan Kakek bagi. Termasuk Gemal dia akan mendapatkan beberapa poperti dan restauran" jelas Farhan.
"Untuk apa Kakek membicarakan ini sekarang?" tanya Guna.
__ADS_1
Farhan menghela napasnya "Kakek merasa sudah sangat tua Guna dan semua harta yang Kakek miliki adalah milik kalian semua. Yayasan sosial akan dikelolah oleh Ayunda, Vivian dan juga istri Raka nantinya. Kakek berharap yang menikah dengan Raka adalah Adinda adik iparmu!" ucap Farhan membuat Raka terkejut. "Mungkin permintaan Kakek ini membuat semua keluarga terkejut, tapi Adik iparmu itu terlihat sangat serasi dengan Ommu. Adinda anak yang baik dan dia itu sangat tulus pada Kakek. Kata-katanya selalu membuat Kakek tersentuh dan Kakek sadar dia adalah sosok yang tepat buat Raka. Bagas dan istrinya berhasil mendidik ketiga anaknya dengan sangat baik," ucap Farhan mengingat kedua orang tua Ayunda dan Adinda.
"Kek, cinta tidak bisa dipaksakan dan Kakek tahu maksud Guna. Adinda memang baik kepada semua orang tapi dia tidak terlihat menyukai Om Raka," jelas Guna karena permintaan Kakeknya ini sedikit sulit.
"Tidak perlu dipaksa tapi kamu dan Ayunda bisa mengajak Adinda dan Raka sering bertemu Guna. Biarlah mereka dekat secara alami tapi kalian secara tidak langsung membuat keduanya menjadi dekat!" ucap Kakek.
Guna menghela napasnya sejak kapan Kakeknya menjadi melankolis seperti ini. Guna ingin tertawa mengingat sosok Adinda dan Raka yang seperti anjing dan kucing yang selalu bertengkar. Apakah keduanya akan cocok mengingat setiap waktu Raka dan Adinda jika tatapan keduanya bertemu selalu saling menajam dan menujukkan rasa tidak sukanya, lalu bagaimana ia harus membuat keduanya cocok dan berjodoh seperti permintaan sang Kakek.
"Tidak ada yang sulit, Ayunda telah setuju membantu Kakek. ini tiket liburan buat kalian!" ucap Farhan memberikan lima belas tiket kepada Guna.
"Itu tiket ke Bali untuk kalian beserta resort baru yang dikelola orang kepercayaan Kakek. dua hari lagi kalian berangkat" ucap Farhan.
__ADS_1
Guna menatap Kakeknya itu dengan tatapan terkejut karena dua hari lagi itu bertepatan dengan hari ulang tahunya. "Dua hari lagi Kek?".
"Dua hari lagi hari ulang tahunmu Guna, Kakek sengaja menyiapkan pesta dan beberapa permainan disana. resort itu diperuntukkan untuk liburan keluarga jadi akan ada permainan yang seru disana. kakek ingin kamu dan yang lainya sedikit bersantai. Alfa akan menjaga kalian dan dia sudah berjanji untuk cuti dari perkejaannya dan pergi liburan bersama kalian!" ucap Farhan.
"Kakek ikut?" tanya Guna.
Farhan tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Tidak Guna, Kakek sudah cukup tua untuk berpergian. Kakek akan dijaga Mami dan Papimu. Kalian jangan khawatir!" ucap Farhan.
Guna menatap Farhan dengan tatapan tajam. Guna teralu memahami sang Kakek. ia tahu pasti ada rencana yang telah Kakeknya siapkan.
"Oke, Guna ikuti keinginan Kakek asal Kakek berjanji untuk menjaga kesehatan dan secepatnya melakukan operasi seperti yang Papi inginkan!" pinta Guna. "Guna ingin ketika nanti bayi Guna lahir Kakek bisa menggendongnya!" ucap Guna.
__ADS_1
Farhan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Ia akan berusaha agar bisa memperpanjang umurnya. Dua hari lagi setelah semua keluarganya yang lain pergi ke Bali. ia akan menjalani operasi ditemani putra sulungnya dan istrinya. Farhan tidak mengizinkan anak bungsunya dan kedua cucunya khawatir padanya dan ia tidak ingin terlihat lemah didepan mereka.