CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Mungkin cemburu?


__ADS_3

Adinda kesal karena Raka sejak tadi tak juga menjauh darinya. Ia menggeser tubuhnya sambil menunggu adonan kue yang ada di mixer selesai. "Kamu bisa masak apa aja?" tanya Raka.


"Ngapain nanya-nanya? jauhan dikit kenapa si Om!" kesal Adinda.


"Kamu kenapa? kemarin-kemarin kamu peluk-peluk lengan saya dan juga minta gendong sama saya! sekarang saya mau deket gini sama kamu, kamu nggak mau!" ucap Raka.


"Om sekarang Adinda baru percaya kata kak Alfa jangan mau dekat-dekat sama cowok nanti kebablasan. Seperti kemarin saat Dinda ikut ke Apartemen Om, Dinda nggak mau dicium kayak gitu lagi! lagian siapa juga yang minta digendong sama Om" ucap Dinda.


"Yakin kamu nggak mau saya cium?" tanya Raka menatap Adinda datar Membuat Adinda menelah ludahnya.


Astagfirullah jauhkan hamba dari dosa ini...


batin Adinda.


"Stop berhenti bahas gituan, kita harusnya bersikap profesional kayak di Kantor atau di Kampus aja Om. Kita bersikap selayaknya asisten dan Ceo ya Om! jadi jaraknya dua meter!" ucap Adinda meminta Raka memundurkan langkahnya.

__ADS_1


"Ini bukan di kantor Adinda, ini di Rumah saya kalau kamu lupa!" ucap Raka.


"Pokoknya Dinda harus waspada sama Om!" ucap Adinda sambil mematikan mixer dan segera menuangkan adonan kue itu kedalam cetakan, namun tiba-tiba ia merasakan hembusan napas hangat berada didekat telinganya membuat bulu kuduknya meremang. Raka tiba-tiba mengurung tubuhnya dengan kedua tangannya dan membatasi ruang gerak Adinda.


"Om jangan gini dong nggak enak dilihat orang!" kesal Adinda. Ternyata Raka meminta semua maid pergi dan saat ini hanya mereka berdua yang berada didapur.


"Kamu apakan hati saya?" tanya Raka.


"Mana Dinda tahu Om?" ucap Dinda menelan ludahnya hanya karena kedekatan mereka dan juga pertanyaan Raka.


"Main catur sama Papa dan Kak Alfa" ucap Adinda.


"Kamu sedang tidak selingkuh dari sayakan Adinda?" tanya Raka membuat Adinda membulatkan matanya.


"Apaan Om selingkuh dari hongkong? kayak kita pacaran aja!" kesal Adinda.

__ADS_1


"Saya kan sudah berulang kali bilang sama kamu, mau tidak mau suka atau tidak kamu itu calon istri saya!" ucap Raka membuat Adinda menghela napasnya.


Om Dinda ini hanya permpuan biasa Om, Om nggak ingat apa kata Mami Om? Lagian Om itu nggak cinta sama Dinda. Om hanya ingin menuruti keinginan Kakek.


Raka menjalankan aksi dengan memeluk tubuh Adinda dengn sebelah tangannya. "Om jangan kayak gini, Om mau Dinda getok pakai ini?" ucap Adinda menunjuk baskom yang berisi tepung.


"Memang kamu berani?" tantang Raka membuat Adinda mengambil segegam tepung terigu dan dengan tangannya ia mengusapnya wajah Raka hingga membuat wajah Raka berlepotan tepung.


"Hehehe, maaf ya Om!" ucap Dinda membuat Raka kesal. Raka menundukkan wajahnya membuat Adinda kembali mengambil tepung dan mengoleskan tepung itu kewajah Raka. "Hahaha Om kayak pisang ditepungi" ucap Adinda. Namun melihat Raka yang hanya diam membuat Adinda takut jika Raka akan marah padanya.


Tanpa kata Raka mendekati wajahnya dan tiba-tiba mengecup kedua pipi Adinda membuat Adinda mematung. Melihat Adinda yang diam Raka mengecup bibir Adinda dengan cepat lalu melepaskan kedua tangannya yang mengurung Adinda. Ia kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari Adinda dengan santai sambil menepuk-nepuk wajahnya yang telah dipenuhi tepung akibat ulah perempuan nakal yang sialnya mulai menghantui mimpinya.


tbc...


makasi udah vote ceo ku suamiku 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2