CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kerjasama antara Adinda dan Guna


__ADS_3

Ayunda menggigit jarinya karena kesal dengan Guna suaminya. Perdebatannya sore tadi membuatnya sangat-sangat kesal. Entah mengapa hormon kehamilannya ini membuatnya menjadi perasa. Pernah Ayunda merasa jika Guna tidak mencintainnya lagi hanya karena Guna lupa untuk membelikannya japanese cake titipannya pagi tadi sebelum Guna pergi Ke kantor beberapa hari yang lalu. Hari ini Ayunda kembali mengingat perdebatannya dengan Gunadarma Candrama sore tadi yang kembali memancing kekesalannya.


"*Memang mesti laki-laki ya yang romantis? kalian perempuan coba deh, bersikap romantis sama kita para laki-laki!" ucap Guna membuat Ayunda melototkan matanya.


"Mas tega, masa Ayu yang kasih Mas bunga di hari peringatan pernikahan kita hiks...hiks... terus masa Ayu yang kasih coklat dan menyiapkan kejutan romantis di hari ulang tahun Ayu sendiri hiks...hiks... " kesal Ayunda membuat Guna membuka mulutnya karena terkejut dengan ucapan Ayunda*.


"Mas Guna nggak peka banget, istri lagi hamil gini harusnya dimanja-manja gitu. Dek... Papa kok jadi cuek ya sama kita!" ucap Ayunda mengelus perutnya yang telah membesar. "Adek nanti kalau udah gede jangan mirip Papa ya dek! mirip Mama aja atau mirip Ayah Alfa" ucap Ayunda.


Guna ternyata memperhatikan tingkah istrinya, sejak tadi ia berdiri didepan pintu kamar Ayunda. Tadinya ia hanya akan bermain saja di rumah mertuanya dan akan segera kembali ke rumah orang tuanya bersama Ayunda, namun Ayunda saat ini sedang marah padanya ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengajak Ayunda kembali kerumah orang tuanya.


"Mana ada mirip Kak Alfa, kan saya yang Papanya Yu!" ucap Guna mendekati Ayunda.


"Kenapa kesini? Mas pulang aja ke rumah Mama Elin. Ayu disini saja! Ayu lagi nggak mau dekat-dekat sama Mas!" kesal Ayunda membuat Guna menggaruk tengkuknnya yang tidak gatal.


"Yu, Mas juga nginap disini ya sama kamu! nggak enak loh tidur sendiri kan biasanya Mas tidur sambil meluk kamu!" ucap Guna.


"Nggak mau, Ayu nggak bisa jadi perempuan yang mau romantisin laki-laki. Ayu nggak terbiasa merayu laki-laki!" ucap Ayunda membuat Guna menghela napasnya.


"Maksud Mas bukan begitu Yu!" ucap Guna.


"Mas tidur aja dimana terserah tapi malam ini Ayu mau tidur sendiri. Kalau mau peluk, peluk sana guling jangan Ayu. Kali aja guling bisa romantisin Mas!" ucap Ayunda.


Guna segera melangkahkan kakinya keluar kamar dan ia menutup pintu kamar Ayunda. Ia memilih duduk didepan kamar Ayunda yang terdapat ruang Tv dan memiliki sofa panjang. Guna memejamkan matanya namun suara sosok perempuan yang sedang melangkahkan kakinya menaiki tangga membuat Guna membuka matanya.


"Inikah oh rasanya insan sedang jatuh cinta mengapa" ucap Adinda menyayikan lagu Hedi Yunus yang berjudul prahara cinta, namun ia menghentikan nyanyiannya saat melihat Guna yang saat ini sedang berbaring di sofa.

__ADS_1


Adinda menghentikan langkahnya dan menatap Guna dengn tatapan penasaran "Loh Kak, kenapa bobok disini? Bobok dikamar gih banyak nyamuk tahu!" ucap Adinda. Hari Adinda sedang berbunga-bunga karena hari ini ia dibelikan tas oleh Raka dan juga nonton dibioskop bersama Raka.


"Kayaknya kamu lagi senang ya Din?" tanya Guna.


"Hehehe... kok tahu?" tanya Adinda.


"Lihat wajah ceria kamu nggak kayak tadi sore" ucap Guna.


"Dinda udah damai Kak sama Kakanda" ucap Adinda membuat Guna mengerutkan dahinya. karena penasaran dengan kata Kakanda.


"Iya sekarang kan si Om udah jadi Kakandanya Dinda kak" jelas Adinda. "Kakak kayaknya lagi marahan ya sama Mbak Ayu?" tanya Adinda.


"Iya nih nggak boleh tidur sama dia" jelas Guna membuat Adinda tertawa.


"Memang bisa?" tanya Guna meragukan ucapan Adinda.


"Hahaha... Kalau hanya membuat Mbak Ayu memaafkan Kak Guna mah gampang!" ucap Adinda.


"Iya Din bantuin Kakak, nanti Kakak janji akan bantuin kamu, kalau kamu perlu bantuan Kakak!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum.


"Oke sekarang Kakak pura-pura tidur ya. Dinda ambil botol air mineral dulu!" ucap Adinda.


Adinda segera meletakan tasnya kedalam kamarnya dan ia melangkahkan kakinya menuju dapur. Adinda mengambil air panas dan memasukkannya kedalam botol mineral kosong. Ia kemudian mempercepat langkahnya menuju lantai dua dan mendekati Guna.


"Kak, botol ini kan panas kakak letakan ke atas dahi kakak ya! Biar nanti Dinda bilang kakak demam. jangan lupa botolnya disembunyiin nanti biar nggak ketahuan. Kalau dengar suara Dinda, Kakak pura-pura menggigil ya!" ucap Adinda.

__ADS_1


"Nggak apa-apa begini Din? Kakak nggak biasa bohong!" ucap Guna ragu untuk melakukan apa yang diperintahkan Adinda.


"Kakak nggak usah bohong, Kakak diam aja nanti biar Dinda yang ngomong, Oke!" ucap Adinda.


"Oke" ucap Guna.


Adinda melangkahkan kakinya menuju kamar Ayunda. Ia mengetuk pintu kamar Ayunda, membuat Ayunda kesal dan segera keluar dari kamarnya. "Kenapa?" tanya Ayunda ketus.


"Ya ampun mbak biasa aja kali mbak nggak usah ngegass gitu. Mbak nggak kasihan sama suami Mbak?" tanya Adinda menunjuk Guna yang terbaring di sofa. Guna menggerakan tubuhnya seperti mengigil kedinginan. "Tadi Dinda pegang dahi Kak Guna dan panas banget loh mbak, kayakanya Kak Guna demam. Mbak kok tega membiarkan suami mvak tidur disofa dalam keadaan deman ckckckc... nggak yangka Dinda Mbak kalau Mbak kejam juga!" ucap Adinda.


"Mas Guna demam Dinda? kamu sedang nggak bohong sama Mbak kan Din?" tanya Ayunda.


"Nggak, ngapain juga Dinda bohong!" ucap Adinda "Kalau nggak percaya tuh pegang dahinya Kal Guna sekarang!" ucap Adinda membuat Guna segera meletakan air minerap botol itu kesamping tubuhnya agar tidak terlihat oleh Ayunda.


Ayunda mendekati Guna dan ia memegang dahi Ayunda. "Astaga panas, Mas maafin Ayu ya Mas!" ucap Ayunda menyesal karena mengabaikan suaminya. "Mas ayo bobok dikamar sama Ayu!" ucap Ayunda membuat Guna perlahan-lahan membuka matanya. "Dinda bantuin Mbak!" teriak Ayunda meminta Adinda membantu memapah Guna.


"Mas Guna itu hanya demam mbak jalan aja sama mbak dia bisa kok!" ucap Adinda menahan tawanya.


"Nggak yu nanti kalau Mas Guna tiba-tiba pingsan gimana?" ucap Ayunda membuat Guna ingin tertawa tapi ia tahan agar ia bisa tidur bersama istrinya malam ini dikamar.


"Mas masih bisa jalan Ayu!" ucap Guna. Ayunda memegang lengan Guna dan mengajak Guna untuk segera masuk kedalam kamarnya.


Adinda berlari masuk kedalam kamarnya dan ia membaringkan tubuhnya di ranjangnya. Adinda menutup mulutnya dengan bantal sambil terkikik geli dengan sandiwara yang ia lakukan bersama Guna. Seperti biasa seorang Ayunda mudah sekali ia jahili.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2