
Ayunda dan Guna pergi menjemput Felisa disekolahnya. Hari ini Felisa mengikuti les vokal. Felisa memang meminta kepada Raka dan Adinda agar ia bisa ikut les Vokal karena Felisa bercita-cita menjadi seorang penyanyi karena sering melihat acara musik korea yang Kakek dan Bundanya suka. Saat ini mereka sedang perjalanan menuju kediaman Candrama.
"Feli katanya Bunda Feli sekarang suka bobok ya?" tanya Ayunda.
"Iya kemarin Ma, Bunda ketiduran saat nemenin Feli main barbie" ucap Felisa "Kakek juga bilang sama Feli kalau Bunda sekarang tiap nonton drama korea sama Kakek Bunda ketiduran. Kerjaan Bunda makan dan tidur kalau subuh muntah-muntah gitu. Badan Bunda bau minyak telon Ma. Minyak telon punya Feli sampai habis dipakai Bunda" ucap Felisa.
"Loh... jangan-jangan Mas, Dinda hamil" ucap Ayunda.
"Mungkin, Yu" ucap Guna sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya.
"Dinda itu cueknya kelewatan Mas, dia itu mana ingat jadwal datang bulanya" ucap Ayunda.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di Kediaman Candrama. Setiap berkunjung ke Rumah Farhan Candrma Ayu pasti kagum dengan kemegahan Rumah ini, Rumah yang lebih cocok menjadi sebuah hotel mewah karena megah dan juga sangat luas. Felisa segera turun dan berlari riang masuk kedalam rumah. Ia melihat Farhan yang sedang duduk santai di kursi sambil membaca buku.
"Kakek" teriak Felisa membuat Farhan menutup bukunya dan merentangkan tangannya. Felisa segera memeluk Farhan dengan erat. Felisa mencium kedua pipi Farhan. "Kakek, tadi Feli nyanyi sambil main piano kek" ucap Felisa mulai bercerita tentang kesehariaanya saat disekolah atau ditempat les.
"Berarti Felisa bisa nyanyi sekarang?" tanya Farhan.
Felisa tersenyum "Bisa dong Kek" ucap Felisa.
Guna mendekati Farhan sambil memegang tangan Ayunda. Guna melepaskan gegamna tangnnya yang sejak tadi memegang tangan istrinya dan ia segera mencium punggung tangan Farhan diikuti oleh Ayunda. "Maaf Guna dan Ayu, udah merepotkan kalian. Felisa sekarang nggak mau dijemput supir karena takut diculik seperti teman sekolahnya yang diculik supirnya. Biasanya Gemal atau Vivian yang jemput dia sekolah" ucap Farhan.
"Nggak apa-apa Kek, nggak repot Kek, karena kita kan memang mau kesini" ucap Ayunda.
"Tadinya Kakek mau bangunin Dinda, dia tadi bilang dia yang mau jemput Felisa" ucap Farhan.
"Adinda dimana Kek?" tanya Ayunda.
"Tadi Kakek minta dia tidur dikamar saja padahal udah janji nemenin Kakek nonton film eh... dia malah ketiduran di sofa" ucap Farhan.
__ADS_1
"Ayu ke atas dulu Mas, Kek. Ayu mau lihat Dinda di kamar!" ucap Ayunda.
"Iya lihatin dia Yu, aneh udah seminggu lebih kayak gitu. Biasanya udah kayak cacing kepanasan ngintilin Raka kemana-mana. Ini jangankan mau ke kampus Kakek minta dibikinin kue aja dibilang gini nanti ya Pi kalau ngantuknya hilang" jelas Farhan.
"Oke kek Ayu keatas dulu bangunin Dinda!" ucap Ayunda segera melangkahkan kakinya menuju lantai dua, diikuti Felisa bersama pengasuh Felisa.
"Feli mau ganti baju ya Ma, nanti Feli ke kamar Mama juga!" ucap Felisa.
"Oke" ucap Ayunda.
"Kita permisi Bu" ucap pengasuh Felisa melangkahkan kakinya ke koridor yang berada dikiri.
Ayunda mengetuk pintu kamar Adinda dan Raka namun tak terdengar suara dari dalam. kamar yang memintanya untuk masuk. Ayunda mendorong pintu dan masuk kedalam kamar. Ia melangkahkan kakinya mendekati ranjang dan melihat Adinda sedang tertidur pulas sambil mendengkur.
"Dinda..." panggil Ayunda
Adinda masih terlelap membuat Ayunda menaiki ranjang dan membisikan sesuatu ditelinganya. "Dinda besok kita ke Korea" bisik Ayunda membuat Adinda membuka matanya.
"Kapan-kapan!" teriak Ayunda. "Bangun sekarang juga kamu mau jadi kebo?" tanya Ayunda membuat Adinda membuka. matanya.
"Mbak ngapain dikamar Dinda, Dinda lemas dan ngantuk mau bobok!" ucap Adinda.
"Adinda kamu nggak ngerasa diri kamu ini aneh?" tanya Ayunda.
"Nggak ada yang aneh Mbak, biasa-biasa aja!" ucap Adinda.
"Kamu kapan terakhir datang bulan?" tanya Ayunda.
"Wah lupa awal bulan, akhir bulan atau tengah bulan hehehe... nggak ingat Mbak" kekeh Adinda. Ia kemudian membuka mulutnya karena benar-benar merasa ngantuk.
__ADS_1
"Dinda kamu ada test pack?" tanya Ayunda.
"Mana ada emang Dinda ha...hamil. Hamil Mbak? yang benar aja Mbak?" tanya Adinda segera terduduk dan ia menatap Ayunda dengan penasaran.
"Kamu ini nggak ngerasa ada yang aneh dengan tubuh kamu?" tanya Ayunda.
"Ada sih sedikit, hmm... beberapa bagian agak membesar tapi perut belum ya mbak. Apa Dinda benar-bemar hamil Mbak? Mbak jangan bikin Dinda ngarep dong, nanti kalau Dinda belum hamil gimana?" Tanya Adinda.
"Kalau belum hamil ya usaha dan berdoa Dinda!" ucap Ayunda tersenyum melihat Adinda dan ia yakin seratus persen kalau Adinda saat ini sedang mengandung.
"Bentar Mbak, Dinda beli test pack" ucap Dinda meminta jasa online untuk membelikannya test pack.
"Badan kamu agak gemuk dan bagian dada kamu juga agak gede. Itu napas kamu juga kayanya... hm... Mbak yakin kamu hamil" ucap Ayunda.
"Kayak paham banget, emang udah berapa kali hamil Mbak? baru juga sekali" ucap Adinda.
"Hehehe Mbak kan wakti hamil baca tentang kehamilan Din, lagian ya kamu sih aneh nggak tahu jadwal kamu coba tanya suami kamu pasti dia ingat tanggalnya!" ucap Ayunda.
"Hehehe kalau dia mah pasti tahu Mbak" kekeh Adinda.
Beberapa menit kemudian alat tes kehamilan yang Adinda pesan sampai dan maid segera datang ke kamar Adinda. Felisa yang baru saja masuk kekamar penasaran dengan apa yang diceritakan Adinda dan Ayunda. Adinda tahu jika anak perempuannya ini cukup cerdas. ia akhirnya meminta pengasuh Felisa mengajak Felisa bermain ditaman.
Saat ini Adinda sedang menggunakan alat tes kehamilan itu dikamar mandi. Ia kemuxian keluar dan duduk disamping Ayunda. "Dinda jadi ngarep bener Mbak kalau Dinda hamil" ucap Adinda.
"Insyaallah kamu hamil Din. Hmm... kalau hamil traktir ya!" ucap Ayunda membuat Adinda menatap Ayunda sinis.
"Dasar Mbak, udah jadi istri Ceo masih aja minta geretongan" ejek Adinda.
"Hehehe... sama Kakak sendiri nggak boleh hitung-hitung" ucap Ayunda. Keduanya menunggu hasil tes itu dan detik-detik menunggu itu sangatlah menegangkan bagi Adinda.
__ADS_1
tbc...