CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
tangis Ayunda


__ADS_3

Ayunda masuk kedalam rumah bersama Adinda. ia melihat Ratna yang saat ini terlihat cemas melihatnya. ia melangkahkan kakinya mendekati Ratna dan segera terisak dipelukan Ratna. "Sakit Ma hiks...hiks...".


"Din ambilkan Mbakmu segelas air putih!" perintah Ratna.


"Iya Ma" ucap Adinda segera menuju dapur.


Ratna menatap Ayunda dengan tatapan sedih. ia memeriksa tubuh Ayunda dan kemudian mengajak Ayunda duduk disampingnya. "Mama tadi mau nyusulin kamu ke Rumah sakit tapi kata adik kamu, kamu nggak apa-apa. tapi kalau kamu nggak apa-apa kenapa lengan kamu dibebat sama perban begini nak?" tanya Ratna menatap Ayunda dengan sendu.


"Lengan Ayunda nggak apa-apa Ma. hanya terkilir aja kok Ma" ucap Ayunda. Ratna memeluk Ayunda dengan erat.


"Yu jangan membuat Mama khawatir nak!" ucap Ratna menahan tangisnya.


"Hmmm...Papa mana Ma?" tanya Ayunda.


"Papa lagi dinas luar lusa Papa pulang. mama lupa kasih tahu kamu, rumah dekat tapi yang udah jadi istri jarang pergi nemuin Mama disini!" ucap Ratna membuat Ayunda tersenyum


"Mama Ayu nginap disini malam ini!" ucap Ayunda.


Adinda menyerahkan segelas air yamh ia bawa kepada Ayunda "Mbak Ayu lagi perang sama Kak Guna Ma" ucap Adinda membuat Ratna menghela napasnya.


"Ayu kalau ada masalah harus diselesaikan baik-baik. pernikahan kalian masih seumur jagung nak. saling memahami itu perlu dan kamu harus terbuka sama Guna" jelas Ratna.


"Kalau terbuka Ma pasti udah sering Ma main buka-bukaan" goda Adinda.


"Dinda, Ma Dinda itu mulutnya udah kayak janda gatel" ucap Ayunda.

__ADS_1


"Astagfirullah mbak kok ngatain Dinda janda. Ma ini Mbak Ayu itu yang berniat mau jadi janda karena cemburu sama si Vivian Ma!" jelas Adinda membuat sosok yang baru saja masuk kedalam rumah ini menatap Ayunda dengan tatapan dingin membuat Ayunda terekejut.


"Ma Ayu keatas dulu mau mandi!" ucap Ayunda menghidari Guna.


"Ma Guna keatas dulu!" ucap Guna mendekati Ayunda dan memegang lengan Ayunda agar Ayunda tidak terjatuh.


"Ma mereka lagi berantem Ma!" bisik Adinda.


"Kok bisa?" tanya Ratna.


"Mama kepo ya?" tanya Adinda usil.


"Hus... ngomong sama orang tua kayak gitu kamu" kesal Ratna.


"Din... din memang mulut kamu ini semanis madu" ungkap Ratna.


"Hehehe si Mama bisa aja" kekeh Adinda membuat Ratna menghela napasnya melihat tingkah Adinda.


"Ayo cerita ke Mama kenapa Mbakmu?" bujuk Ratna ingin tahu kenapa Ayunda dan Guna bisa sampai perang dingin.


Sementara itu Guna segera menggendong Ayunda dan membawa Ayunda kedalam kamar yang berada dilantai dua. Guna melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar bertuliskan nama Ayunda dan Guna tahu itu adalah kamar Ayunda.


"Turunkan gue!" kesal Ayunda.


Guna tidak menghiraukan ucapan Ayunda ia mempercepat langkahnya dan membuka pintu kamar. Guna masuk kedalam kamar dan membaringkan Ayunda dengan lembut diatas ranjang. Tanpa kata Guna membuka kemeja yang dipakai Ayunda membuat Ayunda kesal.

__ADS_1


"Jangan kurang ajar kamu Mas!" teriak Ayunda.


"Kurang ajar?" tanya Guna dingin.


"Iya, Mas kenapa buka kemeja Ayu?" tanya Ayu menatap Guna dengan kesal.


"Aku hanya ingin membantumu membersihkan tubuhmu!" jelas Guna.


"Ada Dinda dan Mama yang bisa bantu dan Mas Guna pulang saja sekarang!" ucap Ayunda.


"Apa begini cara kamu memperlakukan suami kamu yang tidak tahu kalau kamu sedang marah. kamu bisa marah sama Mas Ayu dan bilang apa kesalahan Mas!" ucap Guna.


"Oke, kalau Ayu minta Mas menjauh dari Vivian Mas bisa?" tantang Ayunda.


"Kamu cemburu?" tanya Guna.


Ayunda menghela napasnya ia menatap Guna dengan tatapan tajam namun tiba-tiba air matanya menetes "Harga diriku sebagai istri kamu tidak sanggup melihat kakek yang mengatakan kepada semua orang kalau Vivian adalah pasanganmu!" jelas Ayunda meneteskan air matanya. "Aku minta kita pisah Mas, aku tidak bisa menutup mata dan telinga tentang hubunganmu dengan Vivian" ucap Ayunda.


"Berulang kali aku katakan aku tidak memiliki hubungan apapun dengan dia, Ayu!" ucap Guna.


"Buktikan aku perlu bukti bukan janji dan kata manismu itu Mas!" ucap Ayunda, ia melangkahkan kakinya dengan pelan menuju kamar mandi dan segera menutup pintu kamar mandi lalu menguncinya. Ayunda terduduk dilantai sambil menangis.


*ternyata begini rasanya kalau sakit hati saat menerima kenyataan ada pelakor yang ingin merebut suamimu. Ayu drama banget sih hidup lo... hiks... hiks...


tbc*..

__ADS_1


__ADS_2