CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kejutan untuk Gia


__ADS_3

Suasana tampak berduka dikediaman Aditya dan Elin. Apalagi kondisi Gia yang sering melamun sendirian. Senyum dan tawa serta wajah cerianya telah lenyap diwajah cantik Gia membuat Adinda, Vivian dan Ayunda prihatin dengan keadaan Gia. Keduanya sebenarnya ingin menghibur Gia, namun Vivian mengatakan jika Gia membutuhkan waktu untuk bangkit.


Acara syukuran kelahiran Rayhan dilakukan secara sederhana dan di sebuah panti beberapa hari yang lalu. Hanya Raka, Farhan, Vivian, Gemal, Bagas dan Guna yang hadir diacara itu. Adinda memasak kue kesukaan Gia japanase cake dan juga beberapa makanan lainya agar Gia mau makan. Nafsu makan Gia berkurang membuat Adinda, Vivian dan Ayunda khawatir. Ketiganya memang ditugaskan Guna untuk menemani Gia karena Mami Elin sedang fokus menjaga Oma Mawar di Rumah Sakit. Sementara itu Arjun telah disibukkan dengan berbagai rapat dan juga perebutan jabatan di perusahaan keluarganya hingga Guna memutuskan untuk turun tangan langsung sebagai wakil pemilik saham terbesar yaitu wakil dari Elin. Perusahaan yang didirikan Harun hampir lima puluh persen sahamnya, dimiliki oleh Elin, karena Elin sebenarnya adalah anak pemilik perusahaan yang sebenarnya.


Orang tua Elin adalah pemilik perkebunan dan juga beberapa aset perusahaan. Elin sama seperti Gia nasibnya karena kedua orang tuanya juga meninggal akibat kecelakaan. Sejak saat itu, Oma Mawar yang merupakan adik dari orang tuanya yang merawat dan membesarkan Elin.


"Udah masak kuenya?" tanya Ayunda kepada Adinda.


"Dikit lagi mbak, Vian mana Mbak?" tanya Adinda.


"Vian lagi nunggu pernak-pernik BTS yang dia beli untuk Gia didepan teras. Katanya Gia lagi ngincar tas edisi khusus BTS dan alhamdulilah Vian dapat Din," ucap Ayunda. BTS adalah salah satu boyband terkenal di korea yang ternyata disukai Gia.


"Mudah-mudahan Gia suka ya Mbak dan Dinda harap Gia hari ini mau keluar kamar Mbak," ucap Adinda.


"Mbak juga berharap begitu Din, paling nggak kira udah berusaha menghibur Gia Din. Saat ini adalah waktu yang berat bagi dia," ucap Ayunda.


"Apalagi, hari ini hari ulang tahun Gia Mbak," ucap Adinda membuat Ayunda merasa ingin menangis saat ini.


"Gimana kondisi kandungan Mbak?" tanya Adinda khawatir karena waja Ayunda tampak pucat.


"Alhamdulilah sehat Din, Mbak hanya kelelahan," jelas Ayunda.


Vivian mendekati mereka sambil membawa kardus berukuran besar yang dibawa satpam. "Letakkan disini aja Pak!" ucap Vivian.


Satpam itu meletakan kardus itu ke meja dan ia kemudian segera pamit kepada Ayunda, Adinda dan Vivian. "Saya permisi Nyonya," ucapnya.


"Iya Pak, terimakasih!" ucap Vivian.


"Ayo kita buka!" ucap Vivian.

__ADS_1


Vivian dan Adinda segera membukanya dan keduanya mengeluarkan pernak-pernik BTS dan juga tas edisi khusus yang ingin dibeli Gia. Vivian mengeluarkan spanduk besat bergambar BTS dan disamping BTS ada aajah Gia yang tersenyum disana. Mereka segera memasak balon dekorasi lainya. Adinda ke dapur menghias kue japanase cake sebagai kue ulang tahun Gia.


"Mbak Ayu duduk aja dan jangan kemana-mana, biar kita yang sibuk!" ucap Adinda.


"Vian juga harus istirahat jangan kelelahan!" ucap Ayunda.


"Vian strong mbak," ucap Vivian tersenyum.


"Strong banget Vian, badan udah gemuk banget gitu," ejek Adinda membuat mereka semua tertawa.


"Speakernya jangan lupa dipasang dan dihidupkan nanti kalau semuanya udah siap!" ucap Adinda.


"Buat apa pakek speaker gitu?" tanya Vivian membuat Adinda tersenyum.


"Nanti kita pancing Gia keluar pakek lagu BTS," ucap Adinda.


"Iya dianya aja nggak ngaku, Arjun yang bilang," ucap Vivian.


"Loh itu apa?" tanya Adinda ketika melihat stand figur BTS dan juga stand figur Kalandra.


"Kok ada Kalandra juga? Emang dia BTS?" tanya Ayunda membuat Adinda dan Vivian tertawa.


"Itu sengaja Mbakku sayang biar Gia kesal dan pasti ketawa lihat aja nanti! percaya deh sama Dinda!" ucap Adinda.


"Oke," ucap Ayunda tersenyum geli.


Persiapan telah selesai dan Adinda dengan tatapan jahilnya membesarkan volume suara lagu BTS yang berjudul 2nd grade terdengar dengan keras.


"Kok Vian ngerasa kayak bocah ya Mbak?" ucap Vivian kepada Ayunda.

__ADS_1


"Bocah? yakin udah bisa bikin anak masih bocah hahaha..." goda Ayunda membuat Vivian menyebikkan bibirnya.


"Jiwa kita kan masih anak-anak makanya awet muda," ucap Adinda.


"Nggak kita dewasa ya kamu aja yang kekanakan," ejek Ayunda membuat Vivian tersenyum.


Ketiganya terkejut saat Gia menuruni tangga dan menatap pernak-pernik BTS. Gia memeluk satu persatu stand figur BTS dan ia tidak sadar saat ini memeluk stand figur Kalandra. "Mbak hiks...hiks... makasi Gia suka," ucap Gia. Apalagi ia membaca tulisan di dinding selamat ulang tahun Gia.


Hari ini adalah hari ke sepuluh orang tuanya meninggal dan baginya tahun ini adalah hari ulang tahun terburuk untuknya tapi, ternyata ia salah. Ayunda, Vivian dan Adinda memberi kejutan indah padanya.


"Tapi kok jumlah stand figurnya ada delapan?" tanya Gia.


Vivian, Adinda dan Ayunda terkikik geli dan ketiganya menujuk stand figur yang Gua peluk. Gia menatap stand figur itu dengan terkejut. "Astagfirlulah Mbak, ini foto...Arghh... " kesal Gia membuat mereka semua tertawa . "Kok dia jadi ganteng gini sih mbak?" tanya Gia menujuk stand figur Kalandra.


"Kalandra kan memang ganteng Gi," ucap Adinda.


"Happy bday Gia cantik, jangan sedih lagi ya dek. Kalau melamun terus nanti jelek!" goda Ayunda membuat Gia meneteskan air matanya dan terisak.


Gia memeluk Vivian, Ayunda dan Adinda bergantian. Gia berjoged ala kpop membuat mereka semua tertsenyum. Hari ulang tahun Gia dilewati dengan penuh makna. Disaat lukanya masih terasa dan ia merasa menjadi anak yang paling menyedihkan ada sosok keluarganya yang lainnya menghibur hatinya dan berusaha menyembuhkan luka itu. Tawa keempatnya membuat Arjun yang baru saja datang bersama Raka tersenyum haru melihat Gia. Gia kemudian kembali berjoged sambil memakan japanese cake kesukaannya dan meneteskan air matanya. Kue yang selalu Mama mereka sempatkan untuk membuatkannya khusus untuk Gia ketika mereka semua sedang berkumpul.


"Tetrimakasih Om," ucap Arjuna.


"Tidak perlu berterimakasih Arjun," ucap Raka.


"Tadinya Arjun bingung bagaimana merayakan hari ulang tahun Gia ketika kita masih berduka. Gia bahkan terlihat begitu menyedihkan dan selera makanya hilang" ucap Arjun.


"Kita adalah keluarga Arjun dan jangan lupa arti keluarga disini!" ucap Raka menunjuk dadanya.


"Iya Om," ucap Arjun haru.

__ADS_1


__ADS_2