
Mobil yang dikendarai Guna berhenti didepan rumah megah ini, Radina keluar dari dalam mobil bersama Adam. Kemudian Raka dan Guna juga segera turun dari dalam mobil. Dua orang bodyguard mempersilahkan mereka masuk. Radina memeluk lengan Adam membuat Adam menghela napasnya. "Kenapa?" tanya Adam.
"Takut" lirih Radina.
Raka memegang tangan Radina yang terlihat sangat dingin. "Jangan takut, bukannya dia suamimu? apa dia sering memukulmu?" tanya Raka dan kali ini ia ingin Radina menjawabnya dengan jujur. Radina menggelengkan kepalanya.
"Dia tidak memukul Radina Kak!" ucap Radina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lalu kenapa kamu ketakutan?" tanya Raka.
Radina terisak "Hiks...hiks... Dia punya pacar Radina tidak suka Kak, Radina takut dia akan marah dan akan mengurung Radinda sini" ucap Radina. Melihat Radina yang terlihat kacau membuat Raka menghentikan langkahnya dan kemudian memeluknya.
Sosok tampan itu terlihat menuruni tangga dengan santai sambil menatap Radina yang saat ini sedang memeluk Raka. "Kemari Radina!" ucap Brian.
"Mana istri saya Brian?" ucap Raka.
"Adil bawa Nyonya Raka Candrama itu kesini. Istrimu itu hanya bisa mengacaukan semua aturan dirumah ini!" kesal Brian.
Adinda melihat kedatangan Raka dan ia segera mendekati Raka namun tangan Brian menghalangi Adinda. Ia memegang pergelangan tangan Adinda dengan kuat "Lepaskan Brian!" kesal Adinda.
"Jangan beraninya kamu memegang tangan istri saya!" teriak Raka membuat Guna dan Adam menghela napasnya karena kecemburuan Raka bisa saja merusak segala rencana mereka.
"Karena kamu memeluk istri saya" ucap Brian.
"Dia adik saya!" teriak Raka. Ia mendekati Brian membuat Guna melototkan matanya dan segera menghubungi Alfa agar segera masuk kedalam kediaman Brian.
Raka mengangkat kera baju Brian "Ayo kita selesaikan secara adil! satu lawan satu!" tantang Raka.
Para bodyguard Brian mendekati Raka namun Brian mengangkat tangannya dan meminta mereka untuk tidak ikut campur. "Satu lawan satu, oke!" ucap Brian tersenyum sinis.
Adinda membuka mulutnya "Udah jangan berantem, Brian memperlakukan Dinda dengan baik Kak!" ucap Adinda namun Raka seolah tuli karena dia sudah sangat kesal kali ini. Sudah beberapa hari ini ia tidak bisa tidur memikirkan Adinda. Apalagi melihat mama mertuanya dan kakak iparnya bersedih membuatnya menggila karena harus menahan emosinya selama beberapa hari ini.
__ADS_1
Raka memukul Brian membuat Brian tersenyum tanpa terlihat kesakitan. "Jangan! sudah Kak!" teriak Radina.
Raka seolah tidak puas dan kembali memukul Brian lagi dan lagi membuat Brian berdiri dan merapikan pakaiannya. "Jadi kamu yang bernama Raka. Raka Candrama yang kata adikmu ini adalah Kakak yang akan melindunginya?" ucap Brian seolah mengejek Raka.
Adil asisten Brian melangkahkan kakinya mendekati Brian dan memberikan sapu tangannya untuk membersihkan darah di bibir Brian. "Sudah marahnya Kakak ipar saya hanya menginginkan istri saya kembali!" ucap Brian.
Guna mendekati Brian dan bugh... Guna memukul perut Brian membuat Brian tersungkur kemudian berdiri. "Itu karena kau telah membuat istri saya ketakutan!" ucap Guna.
Brian berdiri dan kemudian menatap keduanya dengan dingin. "Kalian pikir saya bodoh membiarkan kalian masuk tanpa pengawasan saya. Hentikan mereka yang sedang berada diluar yang berniat menyusup kedalam rumah saya!" ucap Brian.
"Saya membiarkan kamu memukul saya karena kamu adalah orang yang cukup menarik dan pantas untuk sedikit dihormati" ucap Brian terdengar begitu menyebalkan.
Guna mendekati Raka "Dia memang benar-benar angkuh dan sombong" ucap Guna.
"Tapi sepertinya kau boleh juga menjadi lawanku, ayo pukul aku!" ucap Brian mengatakannya dengan tenang dan percaya diri.
Raka mendekati Brian dan terjadi perkelahian antara keduanya. Raka dan Brian cukup tangguh terbukti Brian bisa menghidari pukulan-pukulan Raka sama halnya dengan Raka yang bisa menghindari pukulan bahkan tendangan dari Brian. Kemapuan mereka terlihat imbang namun Raka tersenyum karena ia sepertinya harus menguji apakah laki-laki ini pantas menjadi suami adiknya mengingat sifatnya yang begitu menyebalkan. Apalagi Brian memiliki kekasih yang artinya telah berani berselingkuh dari adiknya.
"Dasar licik!" ucap Adil menatap Raka dengan tajam.
"Itu balasan karena kau telah berani berselingkuh!" ucap Raka membuat Brian menatap tajam Raka.
"Dia yang berselingkuh, dia yang tidak bisa diatur!" ucap Adil.
"Aku tidak pernah berselingkuh! kau yang berselingkuh" teriak Radina yang kemudian berlari menuju lantai dua meninggalkan mereka semua. Adil menepuk tangannya dan tiba-tiba disekeliling mereka saat ini terdapat para pengawal Brian yang mengepung mereka.
"Jangan ada satu pun yang bertindak tanpa perintahku!" teriak Brian dingin. "Lepaskan dia!" perintah Brian kepada para bodyguarnya yang saat ini sedang menahan pergerakan Adinda. Mereka menuruti ucapan Brian dan segera melepaskan Adinda.
Adinda melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Raka lalu memeluk Raka dengan erat. Raka mencium dahi Adinda dan kembali mengeratkan pelukannya. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Raka.
"Tidak apa-apa Kak" lirih Adinda.
__ADS_1
Brian menatap sinis saat melihat Raka memeluk Adinda dengan erat "Untuk seorang pembisnis handal sebaiknya kalian memperkuat keamanan keluarga kalian jika tidak, kalian akan menyesal karena bisa saja kalian akan kehilangan keluarga kalian karena kecerobohan kalian!" ucap Brian mencoba memperingatkan Raka dan Guna.
"Tidak perlu kau ingatkan!" ucap Guna menatap kesal Brian.
"Saya tidak berbicara dengan kamu!" sinis Brian membuat Guna melototkan matanya.
"Kau harus bertanggung jawab karena telah membuat istri saya ketakutan!" ucap Guna.
"Hahaha... apa saya harus bertanggung jawab dengan menikahinya menjadi istri kedua?" ucap Brian membuat Guna ingin sekali kembali memukul wajah Brian yang sangat menyebalkan saat ini juga jika Adam tidak menarik lengannya.
"Adil telinga saya gatal, biarkan mereka pergi!" ucap Brian. "Tunggu sebentar" perintah Brian. Ia kemudian tersenyum menatap Guna. "Saya ingat, kamu pengusaha muda yang berhasil mendapatkan gelar pengusaha sukses tahun ini. Kau yang merebut satu gelarku. Harusnya aku mendapatkan dua gelar sekaligus, pengusaha termuda yang sukses dan pengusaha sukset tahun ini" ucap Brian.
Tama, Riskan dan Gemal dan beberapa bodyguad berhasil masuk kedalam rumah Brian membuat Brian menghela napasnya. "Adil gajimu akan saya potong karena kamu telah lalai menjaga kemanan rumah ini!" kesal Brian.
"Iya Tuan" ucap Adil.
"Sudah kita damai saja kakak ipar, bukannya masalah kita sudah ipas. Lain kali jika ingin berkunjung ke rumah ini saya harap kunjunganmu yang menyenangkan. Melihat keponakanmu mungkin atau makan malam bersama keluarga!" ucap Brian membuat Raka menghela napasnya.
"Dia memperlakukanmu dengan baik?" tanya Raka kepada Dinda yang saat ini masih berada dipelukannya.
"Ya, dia hanya tidak memperbolehkan Dinda keluar dari rumah ini saja Kak. Yang dikatakan dia benar, dia hanya ingin Radina kembali!" ucap Adinda.
"Istri anda berteman dengan saya Kakak ipar" ucap Brian.
"Dia tidak boleh berteman dengan pria manapun!" ucap Raka dingin membuat Brian menaikan sudur bibirnya.
"Kita sama, saya menghukum istri saya karena dia masih berteman dengan orang-orang yang tidak pantas dianggap teman" ucap Brian. "Hmmm...saya hampir lupa, Adam. Katakan kepada Mamimu mulai sekarang jangan pernah mencoba melawanku karena kesepakatan kita sudah jelas. Kalian telah menjual Radina kepada saya maka dia tidak akan bisa keluar dari rumah ini tanpa izin dari saya!" ucap Brian.
"Terimakasih telah membawa istri saya kembali, Adil antarkan tamu kita keluar dengan baik!" ucap Brian melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju lantai dua dan meninggal mereka yang saat ini kesal dengan ulah Brian.
tbc...
__ADS_1