
Mobil taman berhenti didepan Rumah utama dan Raka segera turun, ingatanya akan Rumah ini pun kembali, dimana saat ia menangis didepam teras karena sang Papi pergi lagi dan lagi namun tidak mengajaknya. Raka menghela napasnya saat sang Kakak sulungnya pun terlihat cuek padanya. Aditya hanya menatapnya sekilas dan mengulurkan tangannya untuk mengelus kepalanya, setelah itu pergi bersama istri dan kedua anaknya kembali ke rumah mereka. Raka tahu jika Aditya sebenarnya menyayanhinya walau tak terucap dibibirbya. Kakaknya itu bersikap cuek dan dingin padanya karena kecewa pada Papinya yang tiba-tiba membawa seorang anak yang sepantaran dengan cucu sulungnya dan mengatakan jika itu adalah adik beda ibunya.
Berbicara tentang ibu kandungnya, yang Raka tahu adalah ibunya seperti menjualnya kepada Papinya. menyerahkan dirinya dan kepada Papinya dan meminta kepada Raka waktu itu menganggapnya telah mati. Raka kecil hanya ingat Ibunya memintanya untuk tidak bertemu lagi dengannya dan menganggap ibunya itu telah mati. Betapa kejamnya ibunya bagi Raka saat itu tapi sekarang Raka sadar jika ibunya melakukan semua itu mungkin untuk kebaikannya. Raka remaja akhirnya menyadari yang dicintai Farhan hanya mendiang istrinya, ibu Aditya dan bukan ibunya.
__ADS_1
Raka masuk kedalam rumah dan melihat rumah ini semakin hari semakin indah. Papinya dulu pernah berkata padanya jika rumah ini akan menjadi miliknya karena Aditya menolak untuk tinggal disini. "Masuk aja Den, Rumah ini memang sudah banyak berubah karena tuan sering menangis Den kalau mengingat Aden yang suka duduk di Ayunan disudut sana karena itu kita memindahkan ayunanya ke taman belakang Den" jelas Mang Ujang.
Raka memilih untuk diam dan ia memegang dahinya dan mengingat kenakalannya bersama Guna dan Gemal hingga membuat ia jatuh tersungkur karena berbut ayunan bersama kedua keponakannya itu. Raka menuju pintu penghubung kolam renang dan ia membukanya. Terlihat hamparan air kolam renang yang membiru dan samar-samar Raka mendengar tawa seseorang yang sangat ia kenal. Tawa perempuan yang menyebalkan yang akan mengganggunya tiap hari jika ia tidak datang menemui Papinya. Bahkan dengan tidak malu Adinda mengejarnya di Kampus dan memperlihatkan kedekatan mereka dengan mahasiswa lain. Adinda cantik tapi aneh menurut Raka.
__ADS_1
Adinda adalah permpuan yang paling menyebalkan yang ingin ia hindari. "Om Raka" teriak Adinda membuat Raka mengalihkan padangannya ke samping dan melihat Adinda melambaikan tangannya memintanya untuk mendekat sedangkan Farhan mematung saat melihat putra yang sangat ia rindukan ada dihadapannya.
Raka melangkahkan kakinya mendekati mereka. mata tua Farhan terlihat begitu haru dan mata itu menteskan air matanya membuat Raka terkejut. untuk pertama kalinya ia melihat Papinya menangis, untuk pertama kalinya ia merasa dianggap kehadirannya dirumah ini adalah sesuatu yang penting bagi Farhan. air mata Farhan mentes semakin banyak membuat Raka tanpa kata menipiskan jarak diantara mereka dan memeluk Farhan dengan erat.
__ADS_1
"Raka pulang Pi" lirih Raka.
tbc...
__ADS_1